"You took so long!" Kata gue ngambek pas Shawn balik ke apartemen sekitar 30 menit setelah dia dengan terpaksanya gue suruh ke MC Donald's buat beliin gue makanan.
Wajahnya yang masih keliatan ngantuk dan capek itu membuat gue sedikit merasa bersalah, tapi...
bodoamat.
"Where's my ice cream..?"tanya gue pas gue serbu kantong kertas yang Shawn kasih gue.
"They are running out of ice cream, babe. Who in the world would eat some ice cream at 2 am in the morning?"
Gue cemberut.
"Are you saying that.. I am weird..?" Kata gue dengan mata yang berkaca-kaca. Sedih banget gue di omelin begitu, lebih sedih lagi karena ice creamnya gaada. "Babe.. We still have some Ben and Jerry's ice cream in the freezer, right? Don't be sad."
Shawn melingkarkan lengannya di tubuh gue. Berat banget dia. Gue bisa rasain kalau Shawn nguap gitu, ngantuk. Gue pun nyubit pinggangnya.
"Ouch! Babe, what's that for?" Shawn ngucek mata sambil ngelepasi pelukannya dari gue. Ah, jadi kehilangan kan. Pokoknya Shawn gak boleh tidur!
"Shawn.. I want us to cuddle while I eat." Gue merajuk and manyun manyun manja gitu yang membuat wajah dia cerah.
"But.."
"But, what, Vania?"
"Don't you dare to fall asleep on me. Eat with me, hubby." Kata gue sambil mengedip-ngedipkan mata dan ngelus-ngelus pipi dan rahang dia. Geli sendiri gue pas ngerasain rambut-rambut halus gitu. Bewok dasar. "Babe, you need to shave."
Shawn terkekeh dengan muka bantalnya yang seksi.
Ah, suami gue yang seksi.
Sialan! Gimana kalau tadi pas di Mc Donald's ada pelayan cewek yang ngeliatin dia? Ah, kampret. Gue jadi cemburu sendiri ini.
Setelah sekitar setengah jam, gue masih berkutat dan sesekali nyuapin Shawn yang meluk gue. "Babe?"
"Yea, Shawn?"
"Can I sleep now?"
Gue pelototin dia. "Don't you dare!"
"But, babe.. I have a meet--"
"So you love your meeting more than me?!" Kesel banget gue. Diminta temenin makan bentar aja kok gak mau?! Gue pun menyilangkan tangan.
"Vania, I--"
"Go ahead. Sleep." Kata gue dengan nada dingin dan penuh peringatan. "Please, don't--"
"I said go sleep!"
"Why are you mad at me? Did I do something wrong to you? What's bothering you, babe? You're so sensitive tonight, you know? Is your period coming?"
Gue buru-buru menyeka air mata gue. "Don't bomb me with questions!"
"PMS?"
"Maybe!"
****
Seminggu semenjak tingkah gue makin ajaib. Mulai dari gak mau makan kalau gak ditemenin Shawn, gak mau tidur kalau gak dipeluk, dan gak mau pulang kalau belum digoya-- dijemput maksudnya.
Iya, satu gedung, tapi Shawn harus jemput ke ruangan gue maksudnya gitu. Belakangan ini pun gue lebih galak sama sensitif, tapi kadang bisa langsung seneng aja tiba-tiba gitu. Bocah banget emang.
By the way, jadwal tamu bulanan gue juga telat, gak tau udah berapa minggu. Entah karena gue setress atau kesenengan jadi gue lupa ngitung hari karna jadwal gue juga emang gak selalu teratur.
KAMU SEDANG MEMBACA
DA BOSS
Novela Juvenil"Because life is unexpected."- VLMD Ps. Gak berpedoman pada EYD :")
