Eighteen : Meeting

1.3K 131 2
                                        

Hari ini gue ya kerja aja kayak biasa. Tapi gue hari ini kerjanya gak kayak biasanya yang hanya duduk di kubikel gue berkutat sama laporan dan PC aja seharian. Hari ini agenda gue nambah satu, yaitu rapat beberapa divisi.

Dan plus, dihadiri petinggi perusahaan termasuk CEO. Kalian tahulah maksud gue apa, iya, dia, si belagu aka. CEO Alexanders Enterprise ini bakal ada di sana. Please, gue gamau hadir di sana. Dan gue sendiri gatau kenapa gue gamau hadir, mungkin karena gue sama si belagu masih canggung soalnya yang emaknya ngira gue calon si belagu itu.

Jam 10 kurang 15 menit semuanya udah pada siap di ruang rapat gitu kan, termasuk gue dengan notebook dan pulpen gue. Iya, gue nyatet poin-poin rapatnya secara manual di notebook, dalam artianya yang sebenarnya yaitu buku catatan. Gak penting banget emang jelasin yang beginian.

Si belagu masuk ke ruang rapat sekitar jam 10 kurang 10 menitan, kita semua berdiri tuh ya seolah menghormati dia. Terus dia suruh duduk dan minta kita siapin diri sampai jam 10 pas. Gila, disiplin banget ternyata. Kalau gue sih dulu di Indonesia, ada kejadian di mana CEOnya telat beberapat menit dengan alasan sibuk dengan hal lain. Tapi setelah gue diceritain beberapa hal sama pimpinan divisi gue di sini, gue baru tau kalau sistem si belagu di sini itu gak boleh telat sekali pun.

Seandainya mau telat pun karena bentrok sama acara lain, si belagu bakal lebih milih meetingnya diundur beberapa puluh menit atau sejam dua jam an atau dibatalin sekalian daripada ntar kesannya dia bakal datang telat. Terus semuanya harus bisa datang maksimal 10 menit sebelum rapat. Parah banget emang jaga imagenya. Eh, salah. Kedisiplinannya.

Tapi bagus sih, jadi gak buang banyak waktu buat nungguin dia doang karena kalau misalnya dia belom datang, kita mau koprol pun juga bodo amat. Terserah kita aja gitu.

Rapat pun dimulai, semuanya berjalan dengan lancar-lancar aja selama hampir satu jam setengah sampai...

"For the interns, does anyone of you have something in mind about the project? Ms. Drewston?"

Mampus.

Kampret emang.

Dari 4 orang yang magang di keuangan, kenapa harus gue yang ditunjuk? Dia kayaknya dendam kesumat ama gue atau gimana ini?

Gue berhenti nyatet, lalu liat ke semua orang di ruangan ini yang pada natap gue intens. Gue baca beberapa poin di catatan gue buat ngerangkai kata-kata. Setelah beberapa detik mikir, gue pun tarik nafas dan hembusin, lalu senyum santai.

"I think we have to reconsider the project. From the statics I've seen, we need to decrease the use of company's money a little bit to stabilize if somehow, we might have to deal with the failure. I mean, this is a really big project with big money to spend. We also have to make sure that the possibilities of failure, which we don't want to happen, won't affect the company that much. And as you said, the company we're going to build relationship with, Strix Company, doesn't really have clean credits. So, please, reconsider again the decision."

"But what if we take over the process?" tanya dia dengan tatapan intens.

"Still, Sir. We can't just take over the project fully. The Strix Company will send their people into the process. This is a bilateral project, not self-built project."

Si belagu kayak speechless gitu dan puas dengan jawaban gue. Gue pun senyum kecil, tapi penuh kemenangan. Dia kayak ngetuk-ngetukin jarinya gitu di meja lalu senyum puas. "Well done."

"Thank you, Sir." kata gue bangga.

"Not you, the head of Financial division. She's been training you well,"

Di situ gue nganga dikit. Speechless dan gak percaya dengan apa yang baru aja dia ucapin. ITU MURNI PIKIRAN GUE OY! BUKAN PIMPINAN DIVISI KEUANGAN, KAMPRET!

DA BOSSTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang