"Serahkan berlian itu." kalimat Hugo mengema, tidak ada yang berani bicara selain pria bertato itu.
"Dimana Regan?" ulang Chiara, matanya menyapu tempat itu, ada nenek renta yang duduk memegang tongkat, selain anak buah Hugo yang memegang senjata. Tak ada orang yang dicarinya, tak ada tanda-tanda Regan berada disana.
"Kau mau bermain-main denganku, cantik?" Hugo melangkah kedepan.
"Jadi, lebih suka ku rampas paksa?"
"Kalau begitu, berapa kodenya?"
Chiara mengangkat dagu. Menatap mata tajam yang menusuk tepat pada matanya.
Tatapan Chiara tak kalah tajam, walau sebenarnya nyalinya ciut. Bagaimana tidak, pria yang bernama Hugo ini memiliki tulang rahang yang kuat, mungkin sebuah tamparan hanya dirasakan seperti gigitan semut.
Pula bekas luka dipelipis dan lehernya menambah kesan bahwa pria ini tak lagi takut pada senjata.
Langkah Hugo semakin dekat, mengikis jarak diantara mereka, sedangkan Chiara tanpa sadar melangkah mundur. Chiara tersentak saat punggungnya menabrak anak buah Hugo, pria kurus itu sudah menurunkan senjatanya.
"Rupanya kau takut?" Hugo menyerigai.
Chiara memutar otak, pasti ada cara, ia mengingat tentang pesan Leo, jika apa yang terjadi tak sesuai rencana.
"Akan ku berikan!" ucap Chiara lantang, berusaha agar suaranya tak bergetar. Ia tak boleh menunjukkan rasa takutnya. Walaupun sebenarnya lututnya sudah lemas, dihadapkan lima senjata yang siap menembaknya kapan saja.
Meskipun ia sudah latihan bersama Lucio dan Aaron tapi saat menghadapi musuh sungguhan, tetap saja ia merasa ketakutan.
"Mundurlah!" perintah Chiara pada orang disekitarnya, menoleh ke belakang saat orang yang dimaksud belum juga bergerak.
Anak buah Hugo itu memang mundur selangkah namun kembali mengacungkan senapannya.
Lemparlah kantong hitam itu ke angkasa, jika kau memerlukan bantuan.
Itu pesan Leo, maka Chiara merogoh saku kiri dari bagian dalam jaketnya, mengambil salah satu dari dua kantong lalu melempar ke atas, dengan sekuat tenaga.
"Kau gila!" bentak Hugo, bersamaan dengan suara ledakan memekakan telinga.
Asap mengepul di udara, terdengar suara tembakan bersautan, Hugo melompat menjauh mencari perlindungan, Chiara segera menendang orang dibelakangnya, berebut senapan laras panjang dengan sengit, kepalan tangan Chiara daratkan ke wajah pria kurus itu, tapi dia dapat menghindar lalu mendorong Chiara. Gadis itu terpental menabrak dinding, terdengar seseorang melopat turun dari pagar beton, hendak membatu Chiara namun tongkat nenek menghentikannya.
Chiara menyipitkan mata, pria itu Aaron, kini sedang beradu fisik dengan wanita tua. Nenek yang ia pikir renta tak berdaya itu, ternyata masih sehat dan mahir bermain silat.
"Aaron awas!" teriak Chiara saat seseorang mengepung Aaron, dan hendak memukul pria itu dari belakang dengan senapan.
Mata Chiara buram, karena kabut asap. Ia mengucek matanya, samar- samar ia melihat pria membawa pisau mendekat.
Chiara meraih pisau lipat, bersiap melawan sambil mengucek matanya kembali dan terkejut karena ia terlambat, pria itu sudah begitu dekat, pisau tajam itu mengarah ke wajahnya. Chiara menangkis, namun pria lebih dulu menancapkan pisau dibahunya. Sakit dirasakan Chiara, kakinya spontan menendang namun pria itu lebih dulu ambruk kesamping beberapa detik setelah terdengar bunyi tembakan.
Chiara meringis saat mencabut pisau yang menancap dibahunya. Rasa perih terasa menyengat.
"Chiara keluar dari sini!" itu suara Lucio, tangan Chiara sudah ditarik untuk berlari.
KAMU SEDANG MEMBACA
DARK CIRCLE
ActionHidupnya berubah saat usianya menginjak 20 tahun. Berawal dari amanah sang ibu yang memintanya untuk mengunjungi tempat asing yang belum pernah ia datangi. Tempat penuh misteri yang menuntunnya pada petualangan penuh tantangan. Tempat yang membuatny...
