*SJK' POV*
Aku menatap ke luar jendela kantor untuk menenangkan diriku. Tidak percaya betapa gugupnya aku saat ini. Ku lihat arlojiku, pukul 11.30, kurang lebih satu setengah jam lagi sebelum meeting dimulai. Aku biasanya tidak seperti ini sebelum presentasi, tapi yang ini berbeda. Meeting ini akan membuktikan kemampuanku, ini adalah kesempatan untuk membuktikan kepada ayah bahwa aku juga memiliki potensi.
Aku telah bekerja keras siang dan malam, mencurahkan darah, keringat dan air mata pada proposal ini. Aku harus bisa melakukannya, ini yang aku tunggu-tunggu.
"Permisi Tuan. Seseorang mengirimkan ini untuk tuan," sekretarisku masuk setelah mengetuk pintu.
"Untukku?" Tanyaku, tidak mengharap sesuatu hari ini, lalu sekretarisku meletakkan kotaknya ke atas meja. Ini dari siapa ya?
Aku berjalan ke arah meja, ingin mengetahui isinya lalu mengambil catatan yang menempel di kotak.
Kupikir mungkin kamu butuh penyemangat. Tunjukkan pada mereka kemampuanmu. Aku tahu kamu bisa melakukannya. Semangat! -Hye Kyo
P.S. Jangan lupa makan dulu sebelum presentasi, J
Aku tersenyum saat membaca catatannya dan bahkan tersenyum lebih lebar saat melihat apa yang dia kirim untukku. Di dalam kotak terdapat makanan dari resort Serenity yang telah menjadi favoritku sejak kunjungan terakhir kami kesana. Aku tidak benar-benar berencana untuk makan sebelum presentasi karena perasaanku terlalu cemas, tapi saat aku membaca catatannya, kecemasankuku secara ajaib menghilang. Dia memiliki pengaruh menenangkan terhadapku. Dan semua makanan ini terlihat terlalu menggiurkan untuk diabaikan.
Ku duduk di kursiku, kuambil sendok dan garpu, mulai makan. Aku memakan suapan pertama dan menikmati Sesame Chicken buatan Chef Nim yang sangat lezat, aku membatin pada diriku sendiri untuk menelponnya nanti dan berterima kasih padanya. Karena berdasarkan omongannya padaku tadi malam, hari ini dia akan mengadakan meeting sepanjang hari.
Aku menyuap lagi dan memejamkan mataku, menikmati rasanya. Aku tidak pernah berpikir kalau aku ternyata lapar sampai dia mengirimkanku ini. Ini benar-benar lezat dan aahh... aku memiliki tunangan palsu termanis yang pernah ada.
---
*SHK's POV*
"Hye Kyo-ssi! Apa lagi yang disukai para gadis?" Ah In bertanya melalui telepon. Kami sudah berbicara sekitar setengah jam, mendiskusikan apa lagi yang harus dia persiapkan untuk kencan makan malam kejutan yang telah dia siapkan untuk Yumi. Akhirnya dia telah mengumpulkan keberanian memintanya secara resmi untuk menjadi pacarnya, bukan karena mereka belum bertingkah selayaknya pasangan.
"Sudah kubilang padamu, bunga saja sudah cukup. Tidak perlu yang macam-macam," kataku, terpikir kalau Yumi menyukai perayaan sederhana daripada yang berlebihan.
"Tapi aku ingin ini menjadi spesial," Ah In merengek.
"Itu sudah spesial karena kamu sendiri yang mempersiapkannya," kataku.
"Tapi...." dia ingin berdebat tapi aku memotongnya.
"Tidak ada lagi perdebatan. Kamu tahu Yumi, dia suka hal-hal yang sederhana. Kehadiran dan usahamu sudah cukup untuknya. Aku yakinkan padamu, dia akan sangat bahagia begitu mengetahui kamu melakukan semua ini untuknya. Oke? Aku tutup sekarang. Sampai jumpa!" aku mengakhiri telepon sebelum dia bisa mengatakan hal lain. Ah In kadang kala suka berlebihan.
Aku melanjutkan apa yang sedang aku lakukan sebelum dia menelepon, membuat sketsa. Sebuah desain terus bermunculan di benakku selama menghadiri meeting. Aku tidak bisa menahannya, aku hanya harus membuat sketsa ini. Berbicara tentang meeting, aku bertanya-tanya bagaimana jalannya presentasi Joong Ki. Aku yakin dia mendapat kesepakatannya, tapi akan lebih baik mendengar langsung darinya. Seperti yang aku katakan pada Lee Jin, Joong Ki sangat bagus melakukan pekerjaannya dan memberikan segalanya untuk proyek ini, yang memang benar-benar penting baginya. Berdasarkan betapa penting kesepakatan ini baginya, aku cukup yakin dia telah memberikan 101%. Ingin memastikan, ku ingatkan pada diriku sendiri untuk meneleponnya nanti setelah selesai membuat sketsa, saat ponselku menyala lagi.
