Seorang pemuda masuk ke dalam sebuah rumah yang terlihat sangat besar. Di depan rumah itu terdapat taman dengan air mancur yang menambah taman itu menjadi indah dan juga beberapa bodyguard yang berjaga.
Digo Syarief. Siapa yang tidak mengenalnya. Hampir semua orang di Indonesia mengenal pemuda berparas tampan tersebut. Pewaris tunggal dari perusahaan Syarief Group yang sangat sukses di Asia. Perusahaannya sudah bercabang di beberapa kota dan negara.
Baru masuk ke dalam rumah dia sudah bertemu dengan sang kakek. Syarief orang yang telah membangun perusahaan itu menjadi sangat sukses seperti sekarang. Pria tua itu menatap cucunya dengan tajam. Digo pemuda itu berjalan ke arah sang kakek dengan sedikit sempoyongan. Dia duduk di samping syarief yang duduk di sofa yang ada di ruang keluarga.
"Kakek belum tidur?" Tanya pemuda itu. Syarief menghela nafas panjang melihat cucunya yang seperti itu.
"Digo?! Kenapa kamu tidak berubah?! Semenjak kakek menyekolahkan kamu di London kamu jadi semakin susah di atur!" Kata syarief marah. Digi tersenyum kecut mendengarnya.
"London?! Negara itu yang membuat digo seperti ini!" Guman digo.
"Seharusnya kamu sudah belajar menjadi CEO. Sebentar lagi kamu akan menggantikan papa kamu menjadi CEO! Tapi kelakuan kamu yang seperti ini membuat kakek ragu untuk memberikan tanggung jawab perusahaan pada kamu." Omel syarief.
"Digo... kamu cucu kakek satu satunya. Kakek ingin kamu menuruti apa kata kakek. Apa kamu tidak sayang pada kakek?" Digo menoleh menatap syarief dengan sendu.
"Digo sayang sama kakek. Apapun akan digo lakukan untuk kakek. Hanya saja sekarang digo masih ingin bersama teman teman digo sebelum digo disibukkan dengan tugas tugas menjadi CEO." Ucap digo.
"Digo... kakek ingin menjodohkan kamu."
Digo terdiam mendengar ucapan syarief. Pemuda itu menatap kakeknya terkejut. Menjodohkan? Dia akan di jodohkan dengan siapa? Digo menggelengkan kepalanya.
"Menjodohkan digo kek? Gak digo gak mau!" Tolak digo tegas.
"Kamu harus mau digo... perjodohan ini adalah janji kakek dengan sahabat kakek. Jadi kamu harus mau!" Ucap syarief tegas. Digo masih menggeleng.
"Digo turuti saja apa kata kakek kamu itu!" Kini digo menoleh ke arah sang papa yang baru saja masuk ke dalam. Raut wajah digo berubah dingin dan menatap sang kakek.
"Tapi kek digo masih bisa cari pacar sendiri. Jangan jodoh jodohin digo begitu!"
"Kalau kamu gak mau... semua harta kekayaan kakek akan kakek berikan pada panti asuhan atau kalau bisa kakek akan memberikannya pada cucu sahabat kakek! Dan nama kamu akan di coret dari keluarga syarief!"
Digo menoleh kaget. Apa dia tidak akan mendapatkan warisan dari kakeknya jika tidak menerima perjodohan ini? Dan apa?! Di coret dari keluarga syarief?!
"Kenapa kakek memaksa digo?! Kalau digo gak mau ya gak mau!" Tolak digo keras.
"Digo?! Kenapa kamu tidak sopan pada kakekmu!" Teriak dirga pada putranya. Digo menatap pria paruh baya itu dengan datar.
"Anda sendiri tidak sopan pada kakek kenapa saya harus sopan! Jangan ikut campur dengan urusanku! Anda tidak berhak!" Kata digo tajam.
"Digo!"
BUGH
Digo mendesis sakit saat pipinya di bogem oleh ayahnya sendiri. Dia menatap papanya tajam dan dingin dengan menyeka darah yang mengalir dari sudut bibirnya. Dia berdecih.
"Semakin besar kamu menjadi orang yang pembangkang?! Dasar anak tidak tau di untung!" Teriak dirga. Digo tersenyum miring.
"Buah jatuh tidak jauh dari pohonnya. Saya seperti ini juga karena anda!"
KAMU SEDANG MEMBACA
Mr. Arrogant My Husband
Romance"Aku tidak akan pernah mau jika aku harus di jodohkan dengan cowok sepertimu yang gayanya terlalu sok keren dan sombong! Apalagi kelakuanmu yang menyebalkan itu membuatku semakin muak!" - Sisi Oliviani "Lo harus terima perjodohan ini! Gue gak mau ka...
