#4-Pernikahan Paksa-

17.2K 1K 24
                                        

"Mata empat!"

Sisi memutar bola matanya kesal mendengar panggilan itu. Dia tahu betul siapa yang memanggilnya. Dengan kesal dia beranjak dari duduknya berjalan meninggalkan tempat itu. Namun sebuah tangan memegang pergelangan tangannya. Dia menoleh menatap digo yang memegangnya.

"Lepasin!" Ucap sisi dan menarik tangannya. Namun digo semakin mengeratkan pegangannya. Sisi meringis.

"Mau kamu itu apa sih?! Jangan ganggu aku!" Ucap sisi kesal.

"Gue mau lo nikah sama gue!" Jawab digo. Sisi menatap digo tajam.

"Gak! Lepasin!" Ucap sisi dan berusaha melepaskan tangannya.

"Si! Gue udah nyelamatin ibu lo. Sekarang lo yang harus menyelamatkan nyawa kakek gue! Kita harus menerima perjodohan itu! Gue gak mau kehilangan orang yang gue sayang untuk yang kedua kalinya!" Ucap digo memaksa. Sisi terdiam mendengar itu. Dia menatp digo yang kini menatapnya dengan sendu. Jadi digo yang membayar semua pengobatan ibunya?

"Apa lo gak sayang sama kakek lo yang udah meninggal?! Dia ingin kita menikah. Lo harus mau nikah sama gue sekarang juga!" Ucap digo tanpa bisa di bantah. Dia menarik sisi menuju ke ruangan kakeknya.

"Digo lepasin aku! Aku gak mau digo! Digo!" Ucap sisi sepanjang jalan menuju ruangan kakek digo. Dia berusaha untuk melepaskan tangannya yang di pegang oleh digo.

Sampai di depan ruangan kakeknya digo menarik sisi masuk ke dalam. Di dalam ada tiga orang pria yang tidak sisi kenal dan kakek digo yang terbaring lemah di ranjang. Melihat itu hati sisi terasa berdenyut. Dia teringat kakeknya.

"Kek kita akan menikah disini. Di depan kakek!" Ucap digo. Sisi tersadar dan menoleh ke arah digo. Dia menggeleng.

"Saya tid-"

"Bisa kita lanjutkan saja?!" Sela digo. Dia menatap sisi tajam dan mendudukkan sisi di kursi samping ranjang kakeknya. Dia duduk di sampingnya.

"Pak penghulu kita mulai saja. Dia paman dari gadis ini dan akan menjadi saksi disini." Ucap salah seorang pria yang memakai jas. Dapat sisi tebak jika pria itu adalah ayah digo. Di lihat dari wajahnya saja sudah mirip.

Kini tatapan sisi tertuju pada orang yang di tunjuk sebagai saksi di sini. Dia mengernyit sejak kapan dia punya paman? Dengan uang mereka bisa menyewa orang untuk menjadi pamannya eh? Sisi memutar bola matanya kesal. Ayah dan anak sama saja. Sama sama arrogant.

Saat digo bersalaman dengan penghulu itu sisi merasa dunianya jungkir balik. Tatapannya hanya tertuju ke depan dengan tatapan kosong. Dia akan menjadi istri dari seorang digo syarie? Seperti apa nanti kehidupannya? Hati sisi terenyuh sakit seakan ada pisau yang menusuknya. Nafasnya terasa sesak memikirkannya. Pernikahan paksa yang tidak sisi inginkan.

Dia sudah bermimpi akan menikah dengan orang yang sangat dia cintai dengan pernikahan yang megah dan bahagia. Bukan secara paksa seperti ini. Sisi tidak menginginkan ini.

"SAH!"

Air mata sisi mengalir saat mendengar kata itu. Kini dia telah sah menjadi istri dari seorang digo syarief. Pemuda kaya nan arrogant itu. Sisi memejamkan matanya merasakan sakit di dalam hatinya. Seharusnya dia memberontak lebih keras lagi. Kenapa dia tidak memberontak? Di saat berfikir seperti itu sisi merasakan sebuah kecupan di dahinya. Dia membuka matanya dan melihat digo yang mengecupnya.

Seharusnya pernikahannya bahagia bersama seseorang yang dia cintai. Bukannya menderita seperti ini. Sisi menyalami tangan digo tanpa berani menatap digo.

"Sisi..."

Gadis itu menoleh dan menatap kakek digo yang memanggilnya. Pria paruh baya itu tersenyum bahagia dan meneteskan air matanya. Melihat itu hati sisi terasa hangat. Setidaknya pernikahan ini membuat seseorang bahagia. Sisi dengan berat hati menerima kenyataan ini. Dia tersenyum menatap kakek arief.

Mr. Arrogant My HusbandCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang