#3-Calon Suami?-

17.4K 1K 12
                                        

Sinar matahari masuk dari celah celah jendela di sebuah ruangan yang ada di rumah sakit Medika. Seorang gadis yang terbaring di atas ranjang rumah sakit itu mengernyit karena sinar itu menganai wajahnya. Dengan perlahan mata itu terbuka dan memperlihatkan bola mata yang berwarna hazel.

Sisi gadis itu mengedarkan pandangannya ke penjuru ruangan. Dia masih bingubg kenapa dia bisa berada di ruangan itu. Dan akhirnya dia teringat jika dia hampir saja di tabrak oleh motor yang melaju sangat kencang. Sisi langsung mendudukkan dirinya. Karena aksinya itu membuatnya merasakan nyeri di kepalanya. Dia memegangi kepalanya dan di sana terdapat perban melingkar di dahinya.

Lagi lagi dia mengedarkan pandangannya ke penjuru ruangan. Dia baru sadar jika dia berada di rumah sakit. Sisi terlonjak kaget saat melihat digo tengah berdiri memandangnya di pojok ruangan menatapnya dengan dingin dan datar. Sisi menghela nafas panjang dan mengelus dadanya.

"Astaga! Aku kira tadi setan...." guman sisi. Sisi terdiam dia teringat jika orang yang menolongnya adalah digo. Gadis itu menoleh ke arah digo.

"Makasih kamu sudah nolongin aku." Ucap sisi tulus. Digo berjalan mendekat ke arah sisi.

"Lo kira gue nolongin lo itu gak ada imbalannya apa?!" Kata digo. Sisi memutar bola matanya.

"Jadi apa imbalannya? Masa nolongin minta imbalan?" Guman sisi kesal.

"Lo harus menerima perjodohan ini!"

Sisi menoleh ke arah digo terkejut. Menerima perjodohan ini? Jadi dia harus terima dijodohkan dengan digo? Pemuda yang sangat dia benci itu? Sisi menatap digo benci.

"Aku gak mau!" Jawab sisi kesal. Digo menatap sisi tajam. Dia mendekatkan wajahnya ke arah sisi.

"Gue gak terima penolakan! Lo harus terima perjodohannya!" Ucap digo tegas. Dengan berani sisi menatap digo.

"Aku tidak akan pernah mau jika aku harus di jodohkan dengan cowok sepertimu yang gayanya terlalu sok keren dan sombong! Apalagi kelakuanmu yang menyebalkan itu membuatku semakin muak!" Kata sisi dengan nada kesal.

"Lo harus terima perjodohan ini! Gue gak mau kalau nama gue harus tercoret dari keluarga Syarief. Bagaimanapun caranya lo harus mau di jodohin sama gue. Mata Empat!" Lagi lagi digo berucap tegas. Sisi mendelik menatap digo.

"Tuan sombong yang suka maksa... aku lebih memilih mati dari pada harus di selamatkan sama kamu kalau akhirnya aku harus di jodohin sama kamu!" Ujar sisi. Keduanya saling tatap dengan tajam.

"Gue tau kalau lo sekarang ini lagi butuh uang. Gue bisa kasih lo uang asal lo mau di jodohin sama gue!" Sisi menatap digo sinis.

"Aku bukan perempuan murahan yang hanya ingin uang kamu!"

"Bukan perempuan murahan tapi kerja di club! Apa bedanya?! Gue tau ibu lo saat itu kondisinya sangat tidak baik. Dia harus melakukan cuci darah. Dapat dari mana lo uang sebanyak itu?" Sindir digo.

"Lo juga belum bayar uang kuliahkan? Kalau lo nikah sama gue, lo gak perlu mikirin itu semua karena gue yang akan bayar semuanya." Ucap digo meyakinkan. Sisi menggelengkan kepalanya.

"Ogah! Pokoknya aku gak mau nikah sama kamu!" Jawab sisi dan mendorong digo. Digo menghembuskan nafas dalam dan menghembuskannya panjang.

"Gue akan buat lo mau menerima perjodohan ini bagaimanapun caranya! Gue jamin lo sendiri yang akan bilang ke gue kalau lo mau nikah sama gue!" Ucap digo dan berjalan pergi dari ruangan itu.

Sisi menatap punggung digo yang perlahan menghilang di balik pintu. Dia menidurkan dirinya dan menutup matanya. Kali ini dia benar benar pusing memikirkan semua masalah yang menimpa padanya. Kenapa juga digo mau menerima perjodohan ini? Apa digo akan balas dendam padanya karena waktu itu? Atau mungkin ada hal lain?

Mr. Arrogant My HusbandCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang