#35-Bahagia-

14.7K 1K 57
                                        

Typo Bertebaran....
Happy Reading...

Suara ayam berkokok terdengar membangunkan seorang wanita yang tengah tertidur di dalam pelukan suaminya. Saat mata itu terbuka dia langsung menatap wajah suaminya yang begitu tampan.

Di tatapnya Digo dengan sendu. Sisi bergerak menyentuh wajah suaminya yang terlihat polos ketika tertidur. Dia tidak bisa memberi kebahagiaan pada suaminya. Digo yang begitu cinta padanya tapi dirinya tidak bisa membuatnya bahagia.

Sisi terkejut saat tiba tiba digo memegangi tangannya dan mengecupnya. Melihat itu membuat sisi semakin merasa bersalah dan matanya terasa panas hingga air mata mengalir dari matanya.

Di saat digo membuka matanya dia mengernyit tidak suka meligat sisi menangis di depannya. Saat bangun tidur dia sudah melihat wajah sedih nan muram istrinya dan digo membenci itu.

Digo bergerak merapatkan badannya ke sisi dan memeluk kepala gadis itu ke dadanya. Di elusnya kepala sisi dengan lembut menenangkan istrinya yang menangis.

"Sssttttt.... jangan nangis sayang... aku di sini dan tidak akan meninggalkan kamu." Guman digo serak karena pemuda itu baru saja terbangun.

"Digo aku-"

"Aku tahu sayang dan aku tidak membutuhkan itu. Aku hanya membutuhkan kamu. Hanya kita berdua." Terangnya.

Sisi menangis terisak dan memeluk digo dengan erat. Dia tahu jika digo menginkan seorang anak. Tapi karena dia digo mengatakan hal itu. Hanya agar dia tidak bersedih. Namun itu membuatnya semakin bersedih.

Sisi melepaskan pelukannya menatap digo dengan matanya yang sebam. Digo tersenyum manis dan menghapus air mata sisi yang masih mengalir.

"Aku rela kalau kamu mau menika-"

"Aku gak mau dan gak akan pernah!!! Aku gak perduli jika hanya ada kita berdua di rumah ini. Yang aku perdulikan hanya kamu dan kebahagiaan kamu sayanggg....." Sela digo dan menakup kedua pipi sisi.

"Tapi per-"

"Kita bisa adopsi atau yang lainnya selain menikah lagi. Aku tidak mau ada wanita lain di keluarga kita selain kamu. Kasih sayang dan cinta aku hanya untuk kamu." Terangnya sedikit kesal karena sisi tetap memaksanya.

"Jangan paksa aku untuk melakukan hal yang tidak aku inginkan. Aku benci itu. Oke?" Kata digo. Sisi mengangguk dan digo tersenyum kembaki menenggelamkan sisi di dalam pelukannya.

"Aku mau tidur lagi masih ngantuk." Gumannya dan mengeratkan pelukannya pada sisi. Sisi tersenyum senang dan membalas pelukannya.

'Digo, terima kasih. Aku mencintaimu.'

***

Satu bulan berlalu begitu cepat. Sisi perlahan mulai kembali tersenyum. Dia juga jarang menangis meskipun terkadang gadis itu meneteskan air matanya saat menonton televisi dan melihat keluarga bahagia lengkap dengan sang istri tengah menggendong seorang bayi. Atau saat di jalan melihat ada seorang anak kecil berlarian bersama sang ayah tertawa bahagia seakan mengejek sisi jika dia tidak bisa mewujudkan hal itu untuk digo.

Namun hari ini sisi mencoba menghilangkan rasa sedihmya. Hari ini adalah tepat hari ulang tahun digo. Dia berencana membuat kejutan untuk digo dengan datang ke kantornya dan membawa kue ulang tahun buatannya.

Kini dia tengah subuk di dapur untuk membuat kue. Keadaan sisi sepertinya kurang sehat hari itu karena tubuhnya terasa lemas dan malas sekali untuk beranjak dari ranjang. Kepalanya juga sedikit pusing. Namun sisi menahannya karena ingin memberi kejutan digo.

Gadis itu tersenyum senang saat melihat kue hasil buatannya telah jadi. Dengan hati hati sisi memasukkan kue itu ke dalam kotak agar memudahkannya untuk membawanya nanti.

Mr. Arrogant My HusbandCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang