#26-Bertemu-

16.2K 1K 64
                                        


"ASTAGA!!!!" Pekik sisi terkejut. Dia memegangi dadanya dan tubuhnya bersender ke lift. Dadanya berdegub kencang dan terasa sedikit nyeri. Di tatapnya sosok di depannya kini dengan mata terkejut. Bagaimana dia ada di disini?

"Bagaimana bisa seorang pegawai biasa bisa naik lift khusus ini?!"

Tersadar dari rasa terkejutnya sisi mentap digo yang kini tengah berdiri di depannya dengan bersendekap dada. Sisi berdiri tegak namun wajahnya tetap menunduk. Bagaimana pun juga digo sekarang adalah atasannya. Bodoh sisi benar benar bagaimana dia bisa salah masuk lift khusus ini?

"Ma-maaf pak saya tidak sengaja." Jawab sisi. Sisi bisa mendengar dengusan dari pemuda di depannya ini.

"Bagaimana bisa kantor ini menerima pegawai lalai sepertimu?!"

Sisi merasa kesal. Kalau mereka tidak ada di kantor sisi pasti akan membantah kata kata dari digo. Namun sisi sadar jika digo adalah atasannya sekarang. Jadi dia harus sopan dengannya.

"Maaf pak saya tadi sakit maka dari itu saya tidak fokus dan salah masuk lift."

"Sakit tidak bisa di jadikan alasan untuk salah masuk lift!"

Sisi merasa sangat kesal. Menarik nafas dalam dan menghembuskannya perlahan untuk meredam rasa kesalnya. Dia mendongak menatap digo dan membenarkan kacamatanya yang melorot. Menatap digo adalah kesalahan bagi sisi. Menatap pemuda itu membuat perasaan rindunya membuncah. Ingin sekali dia mendekati pemuda itu dan memeluknya dengan sangat erat. Namun kata kata gea teringat di pikirannya. Membuat sisi kesal.

"Maaf pak saya akan keluar dari sini." Jawab sisi. Gadis itu berjalan melewati digo. Namun tiba tiba saja tangannya di tarik dan tubuhnya di dorong ke tembok lift. Sisi meringis dan terkejut dengan hal itu. Kini tubuhnya berada di dalam kurungan digo.

Digo menatap sisi dengan intens. Dia masih tidak percaya jika gadis di depannya ini adalah nyata. Digo memang pernah melihat sisi namun dia mengira jika itu hanya halusinasinya saja. Saat di dalam lift ini digo kira jika gadis ini memang halunya saja. Tapi saat melihatnya memukul kepalanya digo tau jika gadis itu memang nyata ada di depannya.

Satu bulan lebih tidak bertemu dengan gadis ini membuatnya rindu. Tidak melihatnya digo merasa kesepian. Biasanya dia selalu bertengkar dengan sisi. Namun saat gadis itu tidak ada digo merasa kesepian. Apa dia sudah bergantung pada gadis ini?

"Pak ap-apa yang anda lakukan?" Tanya sisi tergagap. Digo hanya diam menatapnya.

"Pak jangan begini. Kamera cctv mengintai kita. Saya tidak ingin ada gosip macam macam." Ucap sisi dan berusaha mendorong digo yang tidak bergeming dari tempatnya.

"Cctv tidak akan tau apa yang kita lakukan." Kata digo dan mendongak. Sisi mendongak mengikuti arah pandang digo dan dia terbelak melihatnya. Ternyata itu alasannya digo menariknya ke arah ini. Di tempat itu kamera cctv tidak bisa merekamnya. Sisi kembali menatap digo yang kini hanya menatapnya intens.

"Maski begitu lepaskan saya pak." Kata sisi dan berusaha mendorong digo. Bukannya menjauh tubuh digo semakin merapat ke arahnya.

CUP

Sisi terbelak saat tiba tiba saja digo mencium bibinya. Pemuda itu memeluk pinggangnya dan memegang tengkuk lehernya menciumnya semakin dalam. Sisi berusaha untuk memundurkan wajahnya namun tidak bisa. Dia juga berusaha untuk mendorong pemuda itu tapi yang ada dia semakin di dorong dan di pojokkan.

Sisi menatap mata pemuda itu yang kini tengah menatapnya. Melihat itu membuat sisi memejamkan matanya menikmati ciuman itu. Melihat itu digo mulai menggerakkan bibirnya melumat bibir tipis milk sisi. Digo memejamkan matanya dan menarik tangan sisi agar memeluk lehernya. Dan keduanya saling memeluk erat dengan bibir yang saling melumat.

Mr. Arrogant My HusbandCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang