#8-Perkelahian-

16.6K 1K 41
                                        


Sisi berdecak kesal saat dia sudah merasa lelah berdiri di tempat itu. Dia kembali mengedarkan pandangannya mencari seseorang. Siapa lagi kalau bukan digo yang dia cari. Dia ingin meminta penjelasan pada digo tentang uang itu. Pasti ini semua ulah digo. Itu sudah pasti. Digo yang memaksanya agar ingin menikah dengan dia untuk kesehatan kakeknya.

Sisi menunggu di tempat itu karena tempat itu sepi dan biasa di lewati oleh digo. Dan sisi tau kalau digo belum pulang. Sebelum pulang dia memang melihat ke parkiran apakah motor digo masih ada atau tidak. Dan dia beruntung digo belum pulang. Namun dia sudah menunggu digo satu jam lamanya di tempat ini malah digo tidak ada.

Tiba tiba datang dua orang laki laki bertubuh besar menghampiri sisi. Awalnya sisi mengira mereka hanya lewat jadi sisi hanya diam pura pura tidak melihatnya. Namun tiba tiba saja salah satu dari mereka memegangi tangannya. Sisi terkejut dan menatap mereka.

"Kalian siapa?! Lepaskan saya!" Pekik sisi terkejut. Kedua orang itu menyeringai menatap sisi. Sisi semakin takut melihatnya.

"Akhirnya kita bisa bertemu! Sudah lama kami menunggu saat saat seperti ini!" Ucap orang yang memegangnya. Sisi semakin takut. Dia berusaha menarik tangannya namun sia sia karena dia memegangnya dengan erat.

"Kalian mau apa?! Toloooongggg!!!!!!" Teriak sisi kemudian. Sisi memberontak berusaha melepaskan diri. Mereka memegangi kedua tangan sisi. Salah satu dari mereka mengambil pisau lipat dari dalam sakunya dan mengarahkan ke leher sisi.

"To-tolong jangan bunuh saya!" Ucap sisi ketakutan. Dia memejamkan matanya takut. Kenapa orang orang ini mengincarnya? Sedangkan dia tidak punya apa apa untuk di berikan kepada mereka.

"Ka-kalian boleh ambil uang saya! Tap-tapi saya tidak punya uang sekarang! Kalian boleh ambil hp saya! Barang barang saya apapun itu! Tapi tolong jangan bunuh saya!" Mohon sisi pada mereka. Sisi menatap mereka. Namun mereka tidak mengidahkan kata kata sisi.

"Kami hanya ingin nyawa kamu! Bos pasti senang bila tau kau sudah mati!" Ucapnya dan semakin mendekatkan pisau itu pada leher sisi. Sisi memejamkan matanya dan tangannya memberontak hingga dia merasakan perih di tangannya dan lehernya.

Namun yang terjadi kemudian sisi jatuh tersungkur karena tubuhnya di dorong dengan sangat kuat. Dia jatuh terduduk dan meringis kesakitan sambil memegangi tangannya. Dilihanya pergelangan tangannya kini sudah membiru.

"Siapa kau?! Berani sekali kau mengganggu kami! Jangan ikut campur urusan ini! Pergi atau mati!" Kata orang yang memegang pisau lipat tadi.

Sisi mendongak saat mendengar orang itu berteriak. Dia terbelak saat melihat digo tengah berdiri di depan kedua orang yang akan membunuhnya tadi. Sisi mendesisi kesakitan dan memegangi lehernya yang terasa perih. Dan ternyata lehernya tergores pisau lipat tadi. Dia kembali menatap digo dan dua orang tadi.

"Urusan kalian urusan gue juga kalau menyangkut dia!" Ucap digo angkuh sambil menatap sisi yang terduduk.

"Cih! Kau siapa berani beraninya menggangu kami?!" Ucap pira yang satunya. Digo tersenyum miring menatap mereka.

"Kalian gak tau gue?! Owhh... kasihan sekali. Gak pernah lihat tv sih kalian! Makanya lihat tv biar tau gue siapa!" Ucap digo meremehkan. Dia bersendekap dada. Raut wajahnya berubah datar dan menakutkan. Dia menatap kedua orang laki laki itu dengan tajam.

"Dan jangan pernah kalian berani beraninya nyentuh dia! Kalau gue lihat ada luka dari ujung rambut sampai ujung kakinya gue akan buat kalian merasakan lebih dari apa yang dia rasakan! Dan lo udah buat dia mengeluarkan darahnya?! Mati lo!" Ucap digo tajam. Sisi berdigik mendengar itu. Melihat wajah digo sekarang membuat sisi ketakutan. Digo terlihat berbeda dari biasanya. Sangat menakutkan.

Mr. Arrogant My HusbandCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang