#36-Akhirnya Tamat-

12.8K 888 38
                                        

Digo terdiam duduk memikirkan apa yang di katakan dokter kandungan yang memeriksa istrinya.

Tadi saat mereka sudah ke rumah sakit dan bertemu dokter yang memeriksa sisi. Dokter itu terkejut melihat sisi yang dulu pernah periksa kandungan padanya. Dokter itu berjalan cepat ingin pergi. Namun digo yang mengetahui itu langsung menghentikannya. Digo tahu jika dokter itu memang melakukan kesalahan.

"Maafkan saya pak. Awalnya memang surat milik ibu sisi tertukar dengan ibu sisil yang kebetulan nama mereka sama. Namun saat kami akan mengonfirmasikannya pada ibu jika suratnya tertukar ada seorang wanita yang menghentikan kami. Dia mengancam akan membeberakn berita ini jika saya tetap bicara pada ibu sisi." Jelas dokter itu ketakutan. Sisi dan digo saling pandang merasa bingung. Siapa wanita yang dokter itu maksud?

"Kami menunggu ibu sisi sendiri yang datang kemari. Namun anda tidak pernah datang lagi setelah itu. Kami mohon maaf yang sebesar besarnya karena sudah membuat kesalahan. Tolong jangan sebarakan berita ini. Kami tidak ingin rumah sakit ini memiliki citra yang jelek."

Digo menghembuskan nafas panjang. Siapa wanita yang di maksud oleh dokter itu? Namun kemudian digo terdiam. Satu nama yang terlitas di dalam pikirannya. Salsa. Perempuan itu pasti yang melakukan hal ini. Siapa lagi jika bukan dia.

Rahang digo mengeras merasa kesal aaat memikirkan itu. Tangannya terkepal hingga memutih menahan emosinya yang akan meledak.

"DIGOOO!!!!"

Digo tersentak mendengar teriakan sisi dari luar kamarnya. Pemuda itu reflek berdiri dari duduknya di ranjang dan berlari keluar menghampiri sisi yang berteriak memanggilnya dari luar kamar.

Digo berlari mencari di mana keberadaan sisi apalagi dia mengdengar suara tangisan istrinya yang sangat keras dan dia segera berlari ke arah dapur. Dan dia melihat sisi tengah berdiri tersenyum menatapnya. Pemuda itu masih panik dan berjalan menghampiri sisi melihat keadaannya.

"Kamu kenapa? Sakit? Bagian mana? Perut? Kaki? Tangan? Ap-"

"Aku gak papa digoo.... aku lagi panggil kamu. Aku tunjukin ini." Sela sisi dan memberikan sebuah kue untuk digo. Dan digo menatapnya bingung.

"Buat apa?" Tanya bingung. Sisi mendengus.

"Buat ultah kamulahh.... sebagai gantinya kue yang waktu itu. Maaf yahh... baru sekarang kasihnya." Ucap sisi. Digo tersenyum menatap kue yang ada di tangan sisi.

"Happy Birthday My Lovely Husband... bisa aja kamu." Ucap digo membaca tulisan yang ada di kue itu dan mengelus kepala sisi. Sisi menunduk malu.

"Udah jangan gitu! Ayo potong kue!" Seru sisi malu. Digo terkekeh dan mengambil kue itu dan meletakkannya di meja bar yang ada di belakang sisi. Setelah itu digo langsung mengangkat badan sisi lalu membawanya ke dalam kamar.

"Kamu mau ngapain digo? Tanya sisi saat tahu digo membawanya ke kamar.

"Aku gak mau makan kue itu sekarang, nanti aja. Sekarang ini aku mau makan kamu." Jawab digo dan membuat pipi sisi semakin memerah. Keduanyapun masuk ke dalam kamar.

●○●

Suara gaduh terdengar dari luar ruangan digo. Namun pemuda itu tidak merasa terganggu sama sekali. Dia masih bergelut dengan berkas berkas miliknya yang ada di atas mejanya.

BRAK!

Suara pintu terbuka dengan keras terdengar membuat digo memandangnya malas.

"Digo apa maksud kamu!" Seru seorang gadis yang tiba tiba saja masuk ke dalam ruangannya.

"Apa?!" Tanyanya datar. Gadis itu mendengus kasar dan menatap digo tajam.

"Kenapa kamu membuat karir aku hancur?! Apa yang sudah aku lakukan hingga kamu melakukan itu sama aku?!"

Mr. Arrogant My HusbandCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang