#29-Bahagia?-

16.3K 1.1K 51
                                        

Sisi menatap pantulan dirinya di depan cermin yang ada di toilet kantor. Gadis itu menepuk kedua pipinya yang memerah dan berdecak kesal.

"Digo bikin malu!!!" Geram sisi kesal. Di hembuskannya nafas kesal dan melepas kacamatanya dan membasuh wajahnya.

Pintu toliet terbuka. Sisi melihat dari pantulan kaca dan memakai kacamatanya. Dia melihat tiga orang karyawan perempuan berjalan masuk. Mereka tersenyum sinis melihat sisi. Sisi menggeleng melihat penampilan mereka. Rok yang terlalu pendek dan kemeja yang ketat menampakkan lekuk tubuh mereka.

Sisi tersentak dan menatap mereka bingung saat mereka berjalan melewati dirinya dan sengaja menyenggol punggungnya hingga dia hanpir saja jatuh. Dia menggerutu kesal.

"Cih jadi dia yang nolak pak digo? Dia yang marahin pak digo tadi? Yang di cium pak digo?" Tanya salah satu perempuan yang berdiri di samping kiri. Dia bersendekap menatap sisi meremehkan.

"Gue kira dia dari kalangan atas. Cantik model. Ehh... ternyata cuman kuman." Lanjutnya. Mereka tertawa. Sisi hanya diam mentapnya.

"Hah lo! Sadar diri yah! Lo tuh gak pantes sama digo. Jangan mentang mentang pak digo cium pipi lo bukan berarti pak digo suka sama lo! Jadi jangan sok sok-an! Lihat diri lo di cermin. Wajah dekil kumal, rambut jelek gini aja sombong!" Kata karyawan yang berdiri di samping kanan berdiri di depan sisi dan menampik rambut sisi hingga mengenai wajah sisi. Sisi mengeratkan tangannya marah. Dia tidak bisa berbuat apa apa. Jika dia berani melawan mereka pasti akan semakin menjelekkan sisi. Mereka itu lebih di atas sisi. Atasannya.

Sisi berbalik pergi meninggalkan toilet. Namun dia tidak tau jika perempuan yang berdiri di tengah tadi menjulurkan kakinya hingga sisi jatuh terjerembap ke atas lantai toilet. Sisi meringis memegangi lututnya yang sepertinya memar. Dia berasa berdiri dan berjalan tertatih keluar dari toilet itu.

Haruskah dia bilang pada digo jika dia di perlakukan seperti ini? Sisi menggeleng. Namun dia kembali berpikir jika dia diam saja mereka akan semakin menjelekkannya.

Dia menghentikan langkahnya saat melihat digo berjalan beriringan dengan seorang wanita cantik dengan gaya bak model yang berjalan di karpet merah. Mereka terlihat serasi sekali. Entah kenapa hal itu membuatnya sesak dan sulit bernafas. Hatinya berdenyut sakit memilikirkan kata kata karyawan di dalam toilet tadi.

"Wahh... mereka cocok banget. Dari pada sama cewek dekil tadi dia lebih cocok." Suara itu adalah suara wanita yang menjelekkannya tadi.

"Yahh... katanya mereka berdua udah tunangan lhoo..." sahut temannya yang tadi.

"Iyakah?"

"Iya.  Pak digo sama model Zia itu. Mereka udah tunangan."

Sisi memejamkan matanya tidak sanggup lagi mendengar gosip itu. Meskipun dia tau kebenarannya tetap saja dia merasakan sakit mendengar itu. Dia memang tidak pantas bersanding dengan digo. Dia terlalu jauh dari jangkauannya. Benar apa kata mereka jika dia tidak pantas dengan digo. Gadis itu kembali berjalan dengan tertaih meninggalkan tempat itu menuju ruangannya.

"Ya ampun sisi?! Kamu kenapa?! Kok bisa memar gitu gitu kakinya?!" Pekik gea saat melihat sisi masuk ke dalam ruangannya dengan tertatih menahan sakit. Gadis itu tersenyum.

"Gak papa gea. Tadi terpeleset di kamar mandi." Jelas sisi berbohong. Dia berjalan ke kursinya. Air matanya mengalir tanpa komando. Sisi melepaskan kacamatanya yang berembun. Di sekanya air matanya dengan sesegukan.

"Ya ampun sii... sakit banget yah? Sampai nangis gitu?" Tanya gea prihatin dan menatap memar yang ada di lutut sisi. Sisi mengangguk dan menyeka air matanya.

Mr. Arrogant My HusbandCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang