#21-Kelulusan-

14.6K 976 26
                                        

Sisi menatap televisi di depannya yang memperlihatkan wajah suaminya yang sedang berbicara dengan senyum manisnya. Dengan lampu blits kamera yang memfoto pemuda itu terlihat tampan di sana. Digo menjelaskan bahwa semua berita yang ada itu tidak benar.

Digo menjelaskan jika foto instagram itu sahabatnyalah yang mengerjainya dan tidak tau jika jadinya akan seperti ini. Dan foto saat dia menggendong sisi itu adalah kekasihnya. Sosok perempuan itu bukan istrinya melainkan kekasihnya. Namun kemarin mereka memutuskan hubungannya. Foto yang ada di akun digo itu adalah foto lama. Begitu penjelasannya. Digo tidak perduli itu masuk akal atau tidak. Namun yang pasti dia sudah menjelaskannya.

Sisi mendegus. Dengan kesal dia mematikan televisi itu. Dia sadar jika memang dia bukanlah orang yang berarti bagi digo. Maka dari itu digo tidak memberitahu jika dia sudah memiliki seorang istri. Lagipula tidak lama lagi dia juga akan bercerai? Pernikahan ini hanya karena kakek digo tidak lebih. Dia harus fokus pada kelulusan kuliahnya. Yeahh... dia hanya tinggal mengurusi skripsinya dan sebentar lagi dia akan lulus.

"Tiggal berapa bulan lo akan lulus?"

Sisi tersentak dan menoleh ke belakang dan melihat digo sedang berjalan ke arahnya dengan wajah yang terlihat segar. Pemuda itu duduk di samping sisi yang hanya diam.

"Tiga bulan. Aku akan ke kampus kalau ada keperluan aja." Jawab sisi. Digo hanya mengangguk. Dia menoleh ke arah sisi.

"Gue gak libatin lo kan?" Tanya digo. Sisi menatapnya kesal.

"Ya kamu gak libatin aku. Terimakasih untuk tuan digo syarief yang terhormat. Apa anda tidak ingin menemui kekasih anda?" Tanya sisi. Digo tersenyum miring.

"Gue bilangkan kalau gue udah putus. Yah gak mantan?" Tanyanya lagi pada sisi. Sisi mendegus kesal dan beranjak dari duduknya.

"Mantan! Urusin sana mantan kamu!" Jawab sisi kesal.

"Kan elo mantan gue?!" Kata digo santai. Sisi mendelik kesal.

"Tau ah gelap!" Jawab sisi kesal dan berjalan ke kamarnya. Digo terbahak melihat itu. Dia menggelengkan kepalanya. Entah kenapa dia suka melihat wajah kesal sisi. Dan yang harus dia lakukan sekarang adalah melindungi sisi dari musuh keluarganya dan orang itu. Orang misterius yang menginginkan kematian sisi.

●○●

Sisi menghela nafas. Sebenarnya dia tidak ingin masuk kuliah. Namun hari ini ada kepentingan yang harus dia lakukan di kampus. Dengan berat hati sisi harus berangkat kuliah meskipun dengan rasa takutnya. Dia berjalan menuju kelasnya setelah digo mengantarnya ke sini. Pemuda itu juga harus ke kantornya untuk bekerja.

"SISI?!"

Sisi mengehentikan langkahnya mendengar teriakan tika. Dia merasakan rangkulan dari arah balakang di bahunya. Sisi menoleh dan tersenyum.

"Hai tik." Sapanya. Tika hanya tersenyum.

"Sisi maafin gue yahh..." ucap tika. Sisi kembali tersenyum dan mengangguk lagi pula dia tidak menyalakan tika karena kejadian itu. Mungkin memang sudah waktunya anak kampus mengetahui itu.

"Lo gak salah."

"Yeahh... gue minta maaf untuk semuanya." Jawab tika lesu. Sisi mengernyit.

"Kok kamu aneh banget?" Tanya sisi. Tika menatapnya dan tersenyum lebar.

"Gak kok gue cuma bercanda. Yuk ke kelas. Hari ini gue bakal nemenin lo di kelas lo. Gue hari ini gak ada kelas cuman waktu gue tahu lo masuk gue ke sini nemenin lo. Gue tau lo masih trauma sama kampus." Kata tika. Sisi tersenyum dan mengangguk. Kehadiran tika membuatnya lega. Keduanya berjalan dengan pandangan semua mahasiswa yang menatapnya. Dia tidak perduli.

Mr. Arrogant My HusbandCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang