Sunyi senyap di malam ini. Semua orang sudah terlelap dalam tidur mereka. Namun ada satu orang yang baru saja terjaga dari tidurnya dan kini tengah duduk di atas ranjang dengan gusar. Pemuda itu mengacak rambutnya kesal.
Digo pemuda itu tengah menatap istrinya yang tengah terlelap merasa bingung. Bingung apakah dia harus membangunkan tidur nyenyak istrinya hanya karena keinginannya? Tapi digo sangat menginginkannya. Dengan perasaan tidak enak digopun akhirnya membangunkan sisi.
"Sayaaanggg... bangunnn.... heiii...." Panggil digo. Sisi hanya melengguh dan membalikkan badannya membelakangi digo. Digo menghembuskan nafasnya panjang dan memeluk sisi dari belakang.
"Sisi bangun dong! Sisiii..." Panggilnya lembut dan mencubit pipi sisi. Perempuan itu menggerang merasa terganggu tidurnya.
"Ihh... apasih digo. Kamu ganggu tahu nggak!" Guman sisi kesal.
"Aku mau itu sayang." Ucapnya pelan. Sisi membuka matanya dan menatap digo tidak percaya.
"Apa? Lagi? Kemarikan udah. Tadi pagi juga udahkan?! Sekarang lagi?! Gak akhh... males." Ucap sisi kesal dan kembali memejamkan matanya.
"Ayo dongg.... aku pengen banget nihh... jahat banget keinginan suaminya sendiri gak di turuti." Kata digo kesal.
"Gimana gak males coba kalau mau itu terus selama satu bulan ini. Kamu gak kasihan apa sama istri. Akukan lagi hamil besar. Babynya itu sudah berumur 6 bulan. Aku capek digo." Omel sisi kesal. Digo mengerucutkan bibirnya.
"Ayo dong jahat banget! Bentar aja." Rengek digo. Merasa kasihan sisipun akhirnya beranjak dari tidurnya.
"Iya ayo." Ucap sisi. Digo tersenyum senang.
●
Sisi duduk di depan digo yang sedang makan di depannya dengan lahap. Dia tersenyum melihat suaminya yang memakan makanan masakannya itu dengan lahap.
"Kenapa kamu suka makan telur gulung buatan aku ini? Bukannya waktu itu kamu bilang telur gulung buatan aku gak enak?" Sindir sisi. Digo mendongak menatap sisi.
"Enak kok. Tapi yang pertama-"
"Sama aja kali. Waktu itu aku buat berbeda dari yang pertama kamu marah dan minta di buatin sama persis sama telur gulung yang pertama. Kamu juga gak mau makan telur gulung buatan mama yang lebih enak." Sela sisi kesal. Digo terdiam dan mengedikkan bahunya kembali menikmati makanannya.
Selama satu bulan belakangan ini digo sangat menyukai telur gulung buatan sisi yang rasanya saja membuat sisi tidak mau makan. Entah itu rasanya terlalu asin atau terlalu gosong? Sisi tidak pernah bisa membuat telur gulung. Malam itu saat pertama kali membuat telur gulung karena mereka kelaparan dan hanya ada telur persediaan makanan mereka. Jadilah sisi membuat telur gulung dadakan yang rasanya sangat tidak enak. Digo bahkan mengejek masakan sisi dan membanggakan masakannya sendiri.
Setelah mengatakan itu, keesokan harinya di saat digo pulang dari kantor merengek meminta sisi untuk membuatkan telur gulung lagi. Sisi ngambek dan menolak namun digo terus memaksanya. Dan sampai sekarang digo suka sekali dengan telur gulung buatannya.
"Pelan pelan aja. Aku gak akan ambil makanannya." Ucap sisi saat melihat digo tersedak saat memakannya. Digo hanya tersenyum.
"Ngantuk sayang." Jawabnya.
"Udahhh!!!" Serunya lagi. Sisi menaikkan sebelah alisnya.
"Masih tinggal dikit itu!" Seru sisi. Digo menggeleng.
"Gak mau. Gak enak!" Jawabnya. Sisi mendelik.
"Gak enak? Itu kamu makan udah tinggal segitu. Ikhh... nyebelin banget sihh!! Tau akhh...!!" Seru sisi kesal dan beranjak pergi meninggalkan digo yang terdiam di meja makan.
KAMU SEDANG MEMBACA
Mr. Arrogant My Husband
Romance"Aku tidak akan pernah mau jika aku harus di jodohkan dengan cowok sepertimu yang gayanya terlalu sok keren dan sombong! Apalagi kelakuanmu yang menyebalkan itu membuatku semakin muak!" - Sisi Oliviani "Lo harus terima perjodohan ini! Gue gak mau ka...
