"Digo kamu gak kangen sama aku?"
Digo mengedipkan matanya tersadar mendengar suara sisi. Gadis itu tersenyum menatap digo dengan senyum manis di bibirnya. Bagaimana bisa gadis itu bisa tersenyum seperti ini setelah kehilangan bayinya? Digo menghela nafas dan langsung menggadeng sisi menuju ruangannya.
Sisi hanya diam menurut menatap punggung digo yang berjalan di depannya. Lalu tatapannya tertuju ke arah tangannya yang di genggam oleh digo. Sisi tersenyum. Dia yakin jika digo mencintainya. Dia bisa melihatnya dari tatapan digo saat melihatnya tadi. Tatapan kerinduan dan penyesalan.
"Kemana aja kamu selama ini?"
Tanya digo saat mereka sudah masuk ke dalam ruangan digo. Digo melepaskan tangannya dari sisi dan menatap sisi meminta jawaban. Sisi tersenyum.
"Ini juga kenapa kamu pakai baju kayak gini? Rambut kamu juga biasanya kamu kuncir kok sekarang kamu urai. Kacamata kamu? Terus itu bibir kamu pakai lipstik kamu dandan? Gak gak gak aku gak suka kamu yang kayak gini. Baju kamu juga jangan kayak gini!" Omel digo.
Sisi tertegun. Dia menatap dirinya sendiri dengan bingung. Apa salah dia melakukan ini? Apa digo tidak menyukai dia yang seperti ini? Apa dia sangat jelek? Maka dari itu digo memarahinya dan menyuruhnya menjadi si mata empat sisi yang dulu.
Sisi mendongak saat digo menangkup wajahnya dan mendongakkan wajahnya untuk menatap wajah digo. Kini dia melihat digo menatapnya sendu.
"Karena kalau kamu berubah kayak gini banyak yang suka sama kamu. Kalau kamu kayak gini kecantikan kamu membuat mereka semua terpesona. Pesona kamu membuat semua orang jatuh hati sama kamu. Dan aku gak mau itu terjadi." Ucap digo sendu. Mata sisi terasa panas mendengarnya. Sisi menahan air matanya agar tidak terjatuh dan menatap digo dengan senyumnya.
"Cukup jadi si mata empat cewek keras kepala dan cerewet untuk aku. Cukup jadi sisi yang aku temui saat pertama kali waktu itu dengan mata melotot marah di balik kacamatamu itu. Dengan begitu hanya aku yang akan jatuh cinta sama kamu. Dan mereka semua tidak akan tahu bagaimana gadis cupu mata empat itu bisa menjadi seorang cinderella yang cantik dan membuat mereka jatuh hati."
Air mata sisi lolos terjatuh mendengar pernyataan digo. Dia menangis dan semakin merasa bersalah kepada digo. Dia selalu menuduh digo jika digo hanya melihat penampilan seseorang untuk jatuh cinta. Dia berusaha menjadi seperti salsa yang berpenampilan cantik. Dia kira selama ini digo merasa malu memiliki istri cupu sepertinya. Namun ternyata dugaannya selama ini salah. Digo mencintainya apa adanya. Digo terkekeh.
"Kok nangis sih? Kalo nangis kamu jadi jelek. Nanti pangerannya gak suka lagi sama cinderellanya. Jangan nangis. Maaf kalo ucapan aku bikin kamu sakit hat-"
Digo terkejut saat tiba tiba sisi memeluknya. Gadis itu berhambur ke pelukannya tanpa aba aba hingga membuatnya hampir saja terjungkal. Digo tersenyum dan mengelus punggung sisi menengkannya.
"Aku kangen sama kamu si. Maafin aku." Kata digo dan memeluknya erat. Dia memejamkan matanya menikmati pelukan itu.
"Maaf karena aku kamu...-"
"Bukan salah kamu." Sela sisi. Gadis itu semakin menyusupkan kepalanya ke dada digo mencari kehangatan. Dia merindukan aroma ini. Aroma yang membuatnya tenang. Digo melepaskan pelukannya dan menakupkan tangannya ke wajah gadis di depannya kini.
"Si aku janji. Aku bener bener janji sama kamu kalau aku gak akan ninggalin kamu. Aku gak mau kehilangan kamu si. Aku.... aku-"
"Aku cinta sama kamu." Sela sisi dengan senyum di bibirnya. Digo tertegun menatap sisi. Menerjab tidak percaya sisi mengatakan itu padanya. Sebenarnya sedari tadi kata itu yang akan digo katakan. Namun dia bingung harus bagaimana.
KAMU SEDANG MEMBACA
Mr. Arrogant My Husband
Romansa"Aku tidak akan pernah mau jika aku harus di jodohkan dengan cowok sepertimu yang gayanya terlalu sok keren dan sombong! Apalagi kelakuanmu yang menyebalkan itu membuatku semakin muak!" - Sisi Oliviani "Lo harus terima perjodohan ini! Gue gak mau ka...
