Seminggu telah berlalu sejak kejadian itu. Selama itu sisi dan digo tidak pernah saling bertemu. Bertemu itupun saat malam hari jika mereka tidak sengaja ke dapur bersamaan. Digo selalu menghindarinya.
Digo pemuda itu selalu menyibukkan dirinya dengan pekerjaan. Dia berusaha untuk tidak mengingat gadis mata empat itu. Dia bekerja sebagai manager di kantornya. Digo sudah pernah bekerja sebagai pegawai biasa selama enam bulan. Dan kemudian dia berhenti dan menghabiskan waktunya untuk selalu ke kampus tempat leon kuliah.
"Digo?"
Digo terhenti dari kegiatannya saat mendengar suara seorang wanita. Dia mendongak menatap siapa yang memanggilnya. Dia berjengkit kaget saat dia melihat sisi kini tengah duduk di atas mejanya. Gadis itu tersenyum manis menatapnya dan memberikan cium jauh padanya.
Digo berdiri dari duduknya dan menunjuk sisi yang melambaikan tangannya padanya.
"Lo lo ngapain di kantor ini?!" Tanya digo keras. Gadis itu mengedikkan bahunya.
"Kamu mikirin aku sihh... kan jadinya aku ada di sini. Kamu itu cinta sama aku. Muaaahhh...." ucap gadis itu. Digo mendelik.
"Pak ber-"
"KELUAR!!!!" Teriak digo. Seorang pegawai wanita yang baru masuk ke ruangan itu menjadi terkejut dan menatap digo ketakutan.
"Ma-maafkan saya pak." Ucap pegawai itu dan langsung keluar dari ruang digo.
Dan pemuda itu akhirnya tersadar dan menoleh ke arah pintu. Dia berdecak kesal dan mengacak acak rambutnya.
"Arghh.... mata empat!!!" Pekiknya kesal.
Begitulah digo. Dia selalu berhalusinasi tentang sisi. Setiap dia melakukan apapun gadis itu selalu muncul dalam pikirannya hingga dia selalu marah marah di kantor. Dia pernah berada di dalm lift dengan seorang pegawai wanita. Digo hanya diam menatap lurus ke depan. Dari pantulan kaca lift itu digo melihat wajah sisi.
"Kenapa lo bisa ada di sini?!" Tanya digo terkejut dan menoleh ke arah pegawai itu.
"Ma-maaf pak saya lancang." Ucap pegawai itu ketakutan. Digo menghela nafas panjang dan menggeleng.
"Maaf saya kira kamu tadi orang lain." Ucap digo.
Digo memijat kepalanya merasa pusing. Dia seperti selalu mendengar sisi yang selalu memanggilnya. Dia sudah berusaha untuk menyibukkan diri dan fokus pada pekerjaannya.
"Digo!!"
"Dasar cowok arrogant!!!"
"Sombong!!!"
"Digo!!!"
"Cinta aku!"
"Aaaarrrgggghhhhh.....!!!!"
Teriak digo kesal dan mengacak acak rambutnya. Leon yang baru saja masuk ke dalam menjadi terkejut melihat digo yang terlihat berantakan.
"Wuiihhh... pak bos lagi sibuk yahh... kasian banget sih lo." Ucap leon. Digo menatap leon dengan kesal dan melemparkan bulpoin miliknya yang langsung di tangkap oleh leon.
"Kenapa lo dig! Semua pegawai lo pada ngomongin lo tuh. Katanya selama seminggu ini lo selalu marah marah." Tanya leon dan duduk di atas meja digo.
"Jangan duduk di situ!" Ucap digo kesal. Leon hanya tersenyum memperlihatkan cengiran di bibirnya dan turun. Dia duduk di depan digo.
"Tau. Gue pusing!" Ucap digo tiba tiba. Leon menaikkan sebelah alisnya bingung.
"Kenapa? Mikirin tugas ini semua?!" Tanyanya lagi. Digo hanya mengangguk.
KAMU SEDANG MEMBACA
Mr. Arrogant My Husband
Romance"Aku tidak akan pernah mau jika aku harus di jodohkan dengan cowok sepertimu yang gayanya terlalu sok keren dan sombong! Apalagi kelakuanmu yang menyebalkan itu membuatku semakin muak!" - Sisi Oliviani "Lo harus terima perjodohan ini! Gue gak mau ka...
