Hari ini sisi sudah bersiap akan pergi kuliah. Setelah menyiapkan sarapan untuk digo sisi segera bersiap. Dia berdandan rapi karena dia akan bekerja di kantor papa mila. Yeah meskipun hanya menjadi seorang Office Girl. Namun dia harus tetap menunjukkan bahwa dia adalah pekerja yang rapi.
Saat sisi keluar kamarnya digo yang sedang makan menoleh ke arah sisi. Dia menaikkan sebelah alisnya melihat penampilan sisi yang sedikit rapi dari biasanya.
"Mau kemana lo?!" Tanya digo dingin dan memfokuskan pandangannya pada makanannya kembali. Sisi menoleh ke arah digo. Dia menegakkan badannya dan membenarkan kacamatanya yang sedikit melorot.
"Aku mau ke kampuslah..." jawab sisi. Digo menatap sisi tidak percaya. Melihat itu sisi menjadi gugup.
'Enggak mungkin digo tau kalau aku mau melamar pekerjaan.' Bati sisi risau.
"Bener lo mau ke kampus?! Atau lo mau ketemu sama cowok lo?" Tanya digo. Sisi mengernyit kesal menatap digo kesal.
"Cowok? Iya kang ojek yang bentar lagi jemput! Dari kemarin nuduh aku selingkuh terus. Emangnya dia pernah lihat aku jalan sama cowok?" Kata sisi kesal. Dia berjalan ke arah pintu keluar apartemen digo.
"Udah ambil ciuman pertamaku gak minta maaf malah nuduh yang enggak enggak! Dasar cowok arrogant!" Gerutu sisi. Gadis itupun akhirnya keluar dari apartemen tersebut dengan sedikit membanting pintunya.
Tanpa dia tau digo terdiam mendengar gerutuan sisi. Mencium?! Kapan dia mencium gadis mata empat itu? Dia tidak pernah menciumnya. Memang dia sangat ingin mencium gadis itu namun usahanya gagal kemarin.
Tiba tiba saja digo mengingat sesuatu. Samar samar dia mengingat pernah mencium gadis itu. Tidak itu hanya mimpi. Atau itu memang kenyataan dan dia tidak mengingatnya karena mabuk?Tidak ini tidak benar! Kenapa dia bisa mencium gadis itu? Digo menarik rambutnya merasa kesal dengan dirinya sendiri karena tidak bisa menahan rasa inginnya untuk mencium gadis itu. Bagaimana bisa dia menciumnya?!
"Sial! Pasti gue bener bener kena sihir sama tuh cewek! Gue harus minta antar leon buat hilangin sihir itu!" Guman digo kesal. Dia menyudahi sarapannya dan segera pergi ke kantor.
●○●○
Sisi tersenyum senang sambil memandangi seragam OG yang ada di tangannya. Hari ini dia resmi bekerja di kantor papa mila. Setelah tadi dia dan mila ke ruangan papa sisi. Dia langsung di terima bekerja di situ. Sisi berterimakasih banyak pada mila yang membantunya. Dia langsung bekerja di hari itu juga di sana.
Baru satu hari bekerja sisi sudah merasa senang. Dia memiliki banyak teman di sana. Ternyata OG di kantor ada anak yang seusia dengannya. Dia bernama Fitri. Ada juga Ibu Wirda yang berumur 30 tahun dan mempunya satu orang anak. Sebenarnya ada dua lagi namun karena hari itu bukan jam kerja mereka jadi sisi belum mengenal mereka.
Office Boy juga ada di sana. Ada dua orang laki laki yang juga seumuran dengan sisi bernama Wira dan Rama. Mereka berdua teman satu kuliah. Itu saja yang dia kenal. Yang lain sisi belum mengenal mereka. Mereka semua sangat baik pada sisi. Mereka membantu sisi yang masih belum tau pekerjaan yang harus dia kerjakan. Sepertinya dia akan betah bekerja di kantor papa mila. Dan sisi juga senang dia bisa menghasilkan uang sendiri.
Sisi pulang bekerja saat jam sudah menunjukkan pukul 6 sore. Karena saat semua orang pulang jam 5 sisi dan teman teman yang lain harus membersihkan kantor terlebih dahulu. Jadi dia sampai di apatemen jam 6 sore. Dan digo sudah pulang pada jam seperti itu. Sisi bingung harus memberi alasan apa kepada digo. Jadi yang dia lakukan adalah mengacuhkannya saat melihat digo yang sedang menonton tv dan menatap ke arahnya saat dia melewatinya.
Namun digo mencegahnya dan bertanya kenapa dia baru pulang jam 6 sore. Awalnya sisi bingung harus jawab apa. Namun akhirnya sisi bilang ada kerja kelompok di rumah mila tanpa menatap digo dan langsung berjalan menuju ke kamar dengan cepat. Itu untuk alasan hari ini.
KAMU SEDANG MEMBACA
Mr. Arrogant My Husband
Romance"Aku tidak akan pernah mau jika aku harus di jodohkan dengan cowok sepertimu yang gayanya terlalu sok keren dan sombong! Apalagi kelakuanmu yang menyebalkan itu membuatku semakin muak!" - Sisi Oliviani "Lo harus terima perjodohan ini! Gue gak mau ka...
