#9 -Pagi Yang Memalukan-

17K 1K 26
                                        


"Kakek ingin punya cicit."

Sisi tersedak makanan yang dia telan saat mendengar ucapan kakek arif. Matanya terbelak tidak percaya dan menatap papa dirga dan wanita di sampingnya. Namun keduanya hanya diam menatap sisi.

"Eh... i-itu....-" dan sisi tidak bisa menjawab perkataan kakek arif. Yang bisa dia lakukan hanya meringis mengalihkan pandangannya dari kakek arif.

Terdengar suara langkah kaki mendekat ke arah ruang makan. Sisi menoleh dan dia melihat digo tengah berjalan ke arah mereka. Sisi memejamkan matanya merasa lega. Dia menyenderkan punggungnya ke kursi menatap digo yang kini duduk di sampingnya.

"Ambilin gue makan!" Titah digo. Sisi mendelik kesal.

"Ambil aja sendiri! Kamukan punya tangan!" Tolak sisi. Digo menatap sisi dengan mata menyipit.

"Lo kan istri gue! Tugas seorang istri melayani suaminya!" Ucap digo pada sisi. Sisi mengeratkan giginya kesal. Dia mengambil piring yang ada di depan digo dan mengambilkan nasi lalu lauk pauk yang ada di atas meja.

"Jangan banyak banyak!!!"

"Iya iya!"

Setelah mengisi piring digo dia meletakkan piring itu di depan digo. Digo tersenyum miring dan mulai makan. Tubuh sisi mendekat ke arah digo. Dan membisikkan sesuatu.

"Digo tadi kakek bilang pengen punya cicit."

Uhuk
Uhuk
Uhuk

Sisi meringis saat digo tersedak nasi yang di makannya. Dia buru buru mengambilkan air putih dan memberikannya pada digo. Digo segera mengambil air minum itu dan meminumnya.

"Lo apa apaan sih! Ngapain lo ngomong gitu waktu gue makan!" Semprot digo marah.

"Ya maaf. Aku gak tau kalau kamu bakal kaget gitu!" Jawab sisi kesal.

"Ya tapi-"

"Lebih baik kalian buat cicit buat kakek dari pada bertengkar di sini!" Sela kakek arif.

Digo dan sisi terdiam mendengar perkataannya. Keduanya menatap kakek arif dengan wajah melongo mereka. Kakek arif tersenyum menatap keduaya.

"Kenapa?"

Keduanya tersentak dan langsung mengalihkan pandangannya dari kakek arif. Sisi langsung membereskan makanannya dan berdiri. Sedang digo dia langsung makan dengan cepat.

"Kek sisi mau ke kamar dulu." Ucap sisi. Kakek arif mengangguk. Sisi tersenyum dan berjalan. Namun saat dia baru melangkah tangan digo menghentikan sisi.

"Tungguin gue! Lo harus temenin gue makan di sini! Gue males kalau makan sendiri!" Ucap digo dan menarik tangan sisi agar gadis itu kembali duduk.

"Digo ini tadi mama buat ayam kesukaan kamu." Ucap wanita yang duduk di samping papa dirga. Sisi menatap wanita itu. Dia tersenyum melihat digo dan memberikan sebuah ayam.

"Gak perlu! Gue cuma suka sama ayam buatan mama gue!" Ucap digo digin tanpa menoleh. Sisi bisa melihat wajah kecewa wanita itu saat digo menolak ayam itu.

"Dia juga mama kamu digo! Seharusnya kamu menerima kebaikannya!" Ucap papa dirga. Digo melirik pria itu dengan sinis.

"Mama gue cuma satu! Dan yang pasti bukan wanita itu!" Jawab digo. Dia membanting sendok yang dia pegang ke atas piring dan mendorong kursi yang di dudukinya dengan keras. Pemuda itu pergi dari ruang menuju kamarnya. Terdengar suara pintu tertutup dengan sangat keras hingga sisi tersentak mendengarnya.

"Mas dia masih benci sama akuu..." ucap wanita itu sedih. Sisi menatap wanita itu dengan pandangan kasihan. Wanita itu menangis di pelukan sang suami.

Mr. Arrogant My HusbandCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang