"Kau terlihat cantik malam ini, aku suka."
Suara berat milik pria bernama Andre mampu membuat gadis yang sedang duduk dihadapannya tersenyum malu. Disingkapkannya anak-anak rambut yang menutupi penglihatannya ke belakang daun telinga, lalu mengucapkan terimakasih.
Andre mengangguk singkat. Ia mengusap telapak tangan gadis bernama Sharon itu dengan lembut, lalu menciumnya dengan penuh cinta.
Malam ini, tepat di hari jadi mereka yang kedua tahun, Andre mengajak Sharon untuk bertemu dengan keluarganya. Andre ingin memperkenalkan Sharon sebagai calon isterinya kepada ayah dan adik semata wayangnya. Ia tak mau menjalani hubungan yang serba tertutup lagi. Ia ingin membuktikan perasaannya kepada Sharon. Andre tak mau membuat Sharon merasa digantung.
"Apa yang harus aku lakukan saat berada di depan ayah dan adikmu?"
"Apa aku harus memberi salam terlebih dahulu kepada mereka?"
"Atau, aku hanya diam saja, menunggu mereka untuk menyapa ku duluan?"
"Ahh! Tidak-tidak, aku tak mau memberi kesan yang buruk pada pertemuan pertama ini,"
"Aish! Aku tidak tahu harus berbuat apa. Aku takut jika mereka tidak bisa menerima keadaanku yang seperti ini."
Sharon menggigit bibir bawahnya sedalam mungkin, berusaha untuk menghilangkan rasa gugup yang sedari tadi terus mengusik dirinya.
"Kau tidak perlu takut sayang. Ayah dan adikku adalah orang yang sangat baik. Mereka tidak mungkin menilai seseorang dari penampilan luarnya saja. Aku yakin, mereka pasti akan menerima kehadiran mu dengan senang hati. Percayalah ..."
Sharon menggeleng cepat. Dari raut wajahnya jelas sekali menunjukkan bagaimana perasaannya saat ini. Takut dan khawatir.
Ia meremas jari-jari tangannya, berusaha untuk meyakinkan dirinya bahwa semuanya akan baik-baik saja.
Namun, perasaan aneh itu masih terus bergejolak di dalam dadanya. Ia menghela napas berkali-kali sembari memijit pelipisnya yang terasa panas dan berdenyut.
'Bagaimana jika ayah Andre menolak kehadiranku dan menentang hubungan kami?'
'Apa yang harus aku lakukan? Apa aku hanya diam saja, membiarkan orang yang aku cintai pergi dari kehidupan ku, atau aku harus tetap mempertahankan hubungan yang telah kami jaga selama ini?'
'Ah, tapi aku percaya pada Andre, ayahnya adalah orang yang sangat baik. Mana mungkin dia tega memisahkan anaknya dari orang yang sangat dicintainya.'
'Jangan berpikiran macam-macam Sharon!'
'Tapi, bagaimana dengan adik Andre yang bernama Ziva itu?'
'Apa ia mau menerima keadaanku? Atau jangan-jangan, ia bakal menertawai Andre karena mau menikahi wanita cacat seperti diriku?'
'Ya Tuhan, tolong aku!!!'
Semua pertanyaan-pertanyaan mengerikan itu berputar-putar di dalam kepala Sharon. Ingin sekali ia membelah kepalanya menjadi dua bagian.
KAMU SEDANG MEMBACA
Behind The Heart
Novela Juvenil[SLOW UPDATE] Jika mencintaimu harus sesakit ini, aku ingin berhenti bernafas saja. Tapi apa kamu tidak merasa sakit jika harus kehilanganku? Cih, aku bermimpi terlalu tinggi.
