Chapter 19
James dan Blake duduk di ruang tengah kamar hotel kami. Sedangkan Beatrice masih tidur siang di kamar mereka, Ia membawakanku beberapa bajuku sebelumnya. Tiba-tiba aku merindukan rumah, Mum dan Dad, restauran kami di Georgia, aku merindukan segalanya kembali normal. James masih berpikir menghubungi orang tuaku saat ini bukan ide yang bagus, Ia meyakinkanku bahwa kedua orangtuaku baik-baik saja dan sekarang bersama dengan orang tua Kaitlyn. Rasanya aneh baru beberapa minggu yang lalu aku menganggap Kaitlyn sebagai musuhku, dan sekarang orang tua kami tinggal bersama. Bahkan ternyata mereka sudah saling mengenal sejak lama. Tiba-tiba dunia ini terasa sempit.
“Kau sudah menemukannya, James?” tanya Blake. Walaupun Ia sedang menampilkan wajah tanpa ekspresinya saat ini tapi aku tahu Ia merasa sedikit cemas, Blake mengatakan padaku semalam satu-satunya cara mengalahkan James Hyde adalah menemukannya lebih dulu. James menggeleng sambil cemberut, wajahnya yang kekanakan dihiasi ekspresi serius.
“Bahkan Dave tidak tahu. Aku sudah menghubungi semuanya pagi ini, bahkan asistennya. Ia hanya memberitahuku bahwa Jack sedang cuti selama seminggu.”
Blake mendengus mendengar jawaban James, kedua sudut mulutnya semakin ditarik ke bawah.
“Mr. Vaughan tidak mencari kalian berdua saat ini?” tanyaku mengalihkan pembicaraan, dua orang di depanku saat ini termasuk orang penting di Vaughan Insurance. Tidak akan ada yang mencari asisten magang yang mengundurkan diri tiba-tiba, tapi berbeda dengan pengacara dan konsultan perusahaan, aku masih tidak mengerti bagaimana Blake menelantarkan pekerjaannya begitu saja.
“Aku mengambil cuti satu minggu, sedangkan Blake…” James melirik ke arahnya sekilas, “Aku sudah memberitahu Dave, walaupun Ia keberatan karena kau tidak memberitahunya sendiri tapi Ia mengijinkannya.”
“Kau tidak memberitahu Mr. Vaughan saat datang kesini?” tanyaku setengah tidak percaya. Blake menoleh padaku lalu menggeleng, “Aku bisa mencari pekerjaan lain jika Ia memecatku. Walaupun aku yakin Ia tidak akan melakukannya.”
Kali ini James mendengus di tengah pembicaraan kami, “Tentu saja Ia tidak akan memecatmu, kau adalah anak kesayangannya, Blake.”
“Jadi bagaimana kita menemukannya?” tanya Blake, menghiraukan kata-kata James sebelumnya.
“Tidak ada satu pun yang mengetahui keberadaannya, Blake.”
“Ia masih ada disini.” Gumam Blake, suaranya yang tenang justru terdengar lebih berbahaya. “Dan aku akan memburunya.”
James mengangguk kecil, “Aku akan membantumu. Kita bisa memulainya dalam radius 10 km dari rumah orangtua Isabelle lalu-”
“Aku membutuhkanmu disini untuk menjaga Isabelle dan Beatrice.” Potong Blake. Aku ingin mengatakan padanya bahwa aku bisa menjaga diriku sendiri, tapi ekspresi di wajah Blake membuatku mengurungkannya.
“Okay.”
Sudah tiga hari Blake melakukan patrolinya, mulai dari pagi hari hingga tengah malam. Dan setiap Ia kembali aku bisa melihat amarah di wajahnya bercampur dengan kecewa, aku tahu dibalik rasa kecewanya Blake selalu menyalahkan dirinya sendiri.
“Seharusnya kau tidur duluan, Isabelle.” Gumam Blake dengan lembut setelah Ia keluar dari kamar mandi bersiap untuk tidur. Aku hanya tersenyum padanya. “Kau tidak perlu menungguku.” Blake menjatuhkan tubuhnya di sebelahku lalu menarik selimut.
