Kepalsuan yang Menyakitkan

180 10 0
                                        

Dia sadar
Begitu banyak orang yang seakan tak menyadari keberadaannya

Dia yang tak sempurna
Hanya gadis biasa
Yang kadang tak dianggap ada

Berbicara sepatah dua patah kata
Lalu diam seribu bahasa
Meski lengkungan bibirnya masih menyapa
Namun dalam hati ia meringis

Sesak memenuhi relung hatinya
Mengepalkan kuat kedua tangan
Seakan semua biasa saja
Saat yang lain ribut melempar canda
Dengan kepalsuan tawanya ikut berderai

Meringkuk kesepian di ujung sunyi
Dan sepi selalu menjadi teman
Air mata tumpah ruah berjatuhan
Ketika semua sudah pergi berjauhan

Dalam diam ia menangis
Dalam diam ia tertawa
Seolah tawanya mengejeknya
Berusaha ia berteriak setengah mati
Hingga senja datang menutup hari
Ia masih dalam hati yang membeku

Rabu, 06 Desember 2017

Rainyshaa

Senja Rindu PagiCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang