Atmosfer bertaburkan awan
Langit biru begitu cerah dengan sinar
Waktu begitu cepat berjalan
Seiring detik berlalu dengan nanar
Aku dalam diam menangis
Berusaha bertahan dan terus meringis
Sementara mereka melewatiku menatap sinis
Pandangannya seolah menghina
Mulutnya terus berkata mencela
Muak aku mendengarnya
Aku, kami, hanya ingin hidup bahagia
Menjalani kehidupan yang mungkin dengan sedikit berbeda
Dalam tangisan hujan
Semua suara teredam
Dengan angin lembut bersahutan
Aku hanya bisa tersenyum masam
Minggu, 19 November 2017
Rainyshaa
KAMU SEDANG MEMBACA
Senja Rindu Pagi
Poesía[Completed] Kepada Semesta. Ingin kumengadu. Bahwa Senjaku telah merindukan Paginya. Dan penaku ingin terus menari dalam aksara agar hati tak lagi sesak. Copyright© 2017, by Rainyshaa
