7. Perpisahan

6.3K 249 0
                                        

Hari ini adalah hari kelulusan Aleeyah dan seperti sekolah pada umumnya yang mengadakan  perayaan kelulusan.

"Papa cepatlah, nanti Ale telat."

"Sayang taukah Kau ini masih jam 6 pagi."

"Ya, Ale tau tapi kita tak akan bisa menerka apa yang akan terjadi dijalan nanti kan, Pa."

"Baiklah baiklah. Armando cepat turun kita berangkat sekarang!"

Ando mengendarai mobilnya untuk Bryan dan Aleeyah. Sebelum menuju ke sekolah mereka berhenti di suatu restoran untuk sarapan.

Seluruh pasang mata yang ada di area sekolah itu terpaku mengikuti mobil sport Ando ketika memasuki lapangan tengah yang berubah menjadi tempat parkir mobil para walimurid.

Semua orang yang ada disana tau bahwa mobil itu membawa keluarga Zach.

Semua orang memandang takjub ketika keluarga Zach keluar dari mobil itu. Bagaimana tidak, 3 makhluk rupawan bak bangsawan yang ada di tengah lapangan itu sangat menawan.

Bryan yang berwibawa serta berkharisma dalam balutan jas hitam yang didalamnya ada sweater turtle neck berwarna senada dan celana hitam.

Armando yang tampan dan gagah  dalam balutan pakaian semi formal berupa kemeja sutra darkblue yang lengannya digulung seperempat bagian dan celana kain hitam.

Sedangkan Aleeyah nampak cantik, anggun, dan mempesona dalam balutan dress berwarna putih dan biru. Riasan natural dan rambut hitam sebahu yang tergerai bergelombang membuatnya semakin manis.

Mereka berjalan beriringan menuju aula sekolah itu mengambil tempat kosong di barisan depan.

Banyak guru dan wali murid menyapa Bryan dengan hormat. Banyak teman teman Aleeyah yang menyapa pula terutama laki-laki.

Acara dimulai dengan pembukaan lalu sambutan dan penobatan kelulusan yang diselingi hiburan. Aleeyah menjadi salah satu dari 3 lulusan terbaik di sekolah itu.

"Sayang, papa harus ke kantor sekarang, ada masalah, Om Kevin sudah berada di depan sekolah menjemput papa. Ale pulang dengan Kakak ya."

"Apakah masalahnya besar?"

"Tidak, hanya masalah kecil. Selamat atas kelulusanmu gadis kecil, papa bangga sekali denganmu. Nanti kita makan malam dan bertemu di restoran saja."

Bryan bangkit mencium kening putrinya dan mengelus kepala Ando lalu beranjak meninggalkan ruangan itu. Membuat beberapa siswa menjerit tertahan melihat seorang Direktur tampan yang terkenal dingin itu berlaku manis pada kedua anaknya.

Acara diakhiri dengan sesi foto bersama. Setelah acara bubar Ale dan Ando langsung berniat pulang.

"Ale foto bareng dong!" teriak Sinta teman sekelasnya.

"Oh oke sini." balas Ale.

Banyak teman teman yang minta foto berdua dengan Ale. Awalnya hanya teman wanita saja namun bertambah menjadi teman laki-laki bahkan dari kelas lain.

Wajar saja, Ale yang cantik akan berpisah dengan mereka jadi setidaknya foto untuk yang terakhir kali sekalian modus.

Ando geram karna menunggu lama ditambah melihat banyaknya laki-laki yang mengerubungi Ale, menyentuh Ale sembarangan.

Ando langsung mendesak lalu menarik Ale keluar dari kerumunan itu menuju mobilnya.

Suasana canggung melingkupi mereka. Ale tahu kakaknya sedang marah.

"Maafkan ale membuat Kak Ando menunggu lama." cicit Ale dalam mobil.

"Jangan sekalipun lagi berdekatan dengan mereka. Jangan menjadi seorang jalang!"

Kalimat Ando yang pelan namun tegas berhasil menghujam hati gadis disebelahnya. Membuat gadis itu meloloskan air mata tanpa sadar.

"Jangan cengeng!"

---------

"Papa harus tinggal di Perancis untuk beberapa tahun."

Dua manusia dihadapannya terdiam dalam posisinya masing-masing meresapi kalimat itu.

"No!/Noway!" teriakan barengan mereka sungguh memekakkan telinga.

"Papa tidak bisa pergi sejauh itu dari Ando!" laki-laki muda ini melontarkan protesnya.

"Ini masalah perusahaan yang sangat genting Ando dan harus papa sendiri yang turun tangan."

"Bukankah Papa bos yang punya banyak bawahan hebat? Kenapa harus Papa yang kesana? Dan, kemana Om Kevin"

"Ini hal yang sangat rahasia dalam perusahaan, Papa tidak bisa sepercaya itu kepada orang lain selain Om Kevin. Tapi sayangnya Papa tak bisa bekerja sendirian sehingga Om Kevin ikut papa menetap disana."

"Jadi pekerjaan lebih penting daripada Aleeyah?" suara gadis kecilnya ini bergetar dan air sudah ada di ujung matanya.

"Kita bisa saling mengunjungi kapanpun kan, Sayang. Ketika masalah itu selesai Papa akan langsung pulang."

Aleeyah tau ini tidak bisa dibantah oleh siapapun bahkan dirinya dan Ando sekalipun yang faktanya anak kandung.

Aleeyah menangis berlari ke kamarnya, disusul oleh Ando yang berjalan ke kamarnya sendiri.

Bryan sudah mengira akan seperti ini jadinya. Anak-anak manjanya itu pasti berat apalagi berpisah bukan hanya beberapa minggu atau bulan tapi beberapa tahun.

Apa daya, Bryan harus tetap pergi bila tak mau perusahaan yang dibangunnya dengan susah payah itu hancur lebur oleh beberapa orang yang iri akan kesuksesan perusahaannya.

Satu minggu kemudian dia baru berhasil membujuk anak-anak itu agar membiarkannya menetap di Perancis untuk beberapa tahun kedepan.

Hari ini adalah hari keberangkatan Bryan bersama Kevin. Ando dan Ale mengantarkan keduanya sampai bandara.

"Ando, jaga adikmu ini dengan baik juga perusahaan disini dengan baik. Ingat Kau harus mandiri dan tidak boleh semena-mena kepada siapapun." pesan Bryan pada putranya.

Namun Ando tidak menjawab membuat suasana menjadi hening dalam beberpa detik.

"Tenanglah, Jagoan. Aku akan sering kemari membantumu mengawasi perusahaan." seolah tau apa yang difikirkan Ando Kevin mengatakan kalimat itu, "dan tolong bersikap lebih lembutlah pada adikmu!" tegasnya membuat Ando mengangguk lemah.

"Ale harus mengurus Ando dengan baik selama papa disana dan belajar dengan baik dikampus." kata Bryan lembut pada putrinya.

"Papa.. Lalu siapa yang akan mengurus Papa disana?" rengek Ale dalam pelukan Bryan.

"Hey! Papamu itu sudah dewasa Ale lagipula Om Kevin akan tinggal bersamanya disana dan kami akan saling mengurusi. Jadi tak usah khawatir gadis manis." ucap Kevin setelah merebut Ale dari pelukan Bryan.

"Baiklah kami pergi sekarang." ucap Bryan.

"Segera kabari Ale bila sudah sampai"

-----------------



*foto di media adalah gaun Ale di acara kelulusan

Ditinggalkan √Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang