Drrtt.. Drrtt...
"Halo."
"Sweetheart, daddy di depan pintu sejak 10 menit yang lalu karna Kau mengganti passwordnya."
"Sorry, Dad. Aku memang menggantinya."
"Apakah Kau di dalam sayang?"
"Yes."
"Kau tak membiarkan daddy masuk hm?"
"Daddy please... Just for a few week, aku ingin sendirian."
"Daddy tidak bisa membiarkanmu sakit lagi seperti kemarin, Sayang."
"Aku janji tidak akan sakit. Aku akan selalu menghubungi."
"....."
"Please, Dad.. "
"Hah.. Okay. Daddy akan memantaumu dari jauh. Jangan terluka, Sayang. I love you."
"I love you too, so much."
Sudah seminggu ini Aleeyah menutup diri dari semua keluarganya. Kevin, Sam, dan Ando. Hanya melakukan kegiatan rutinitasnya kuliah.
Jika kalian masih ingat dengan wanita yang menawari Aleeyah untuk masuk club theater, dia mengikuti Aleeyah seminggu ini. Entah apa tujuannya. Seperti saat ini.
Aleeyah baru saja keluar dari kelasnya untuk ke kantin, dia tidak pulang karena ada kelas lagi sejam setelah ini. Setelah memesan makanan dia membawanya ke salah satu meja. Ketila sedang menikmati makanan ada seseorang duduk dihadapannya tanpa permisi. Aleeyah mendengus setelah mengangkat wajahnya.
"Apa yang Kau lakukan?"
"Tak ada."
"Lalu mengapa Kau duduk disini? Pergilah!"
"Aku hanya melihatmu makan."
"Hah.. Terserah!"
Dia melanjutkan makannya dalam diam mengabaikan tatapan lekat dari lawannya.
"Apakah dia sudah menemuimu?"
"Kau selalu berbicara tentang 'dia' tapi tidak pernah menejelaskan 'dia' itu siapa."
"Bayanganmu."
"Aku tau Kau anak theater tapi Kau tidak bisa akting di sembarang tempat!"
"Dia sangat merindukanmu."
"Bisa Kau jelaskan siapa dia?"
"Aku tidak. Kau akan tau bila sudah bertemu."
"Tchh.."
"Aku tau Kau sangat merindukannya, Kau akan samgat bahagia bertemu dengan dia."
"Cukup! Terimakasih telah menamani makan siangku."
Aleeyah beranjak meninggalkan meja dan wanita itu. Aleeyah bingung, sangat bingung. Wanita itu selalu membicarakan tentang 'dia'. Siapa itu dia? Aleeyah jadi penasaran.
Kelas terakhirnya berakhir pukul 5 sore. Setelah itu Aleeyah langsung kembali ke apartemennya membersihkan diri lalu tidur beberapa jam sebelum makan malam lalu mengerjakan tugas.
Kertas dan buku berserakan dihadapan Aleeyah yang duduk di bawah sofa sejak tiga jam yang lalu adapula secangkir kopi. Tugas memang banyak akhir akhir ini. Aleeyah merasa lelah dan penat.
"Kangen banget sama kamu.. "
Malam ini rasa rindu itu tiba-tiba datang dengan dahsyatnya. Setiap hari memang Aleeyah rindu pada kekasihnya itu tapi malam ini mungkin puncaknya. Bagaimana airmata menuruni wajah datarnya menjadi bukti seberapa sakit hatinya sekarang.
KAMU SEDANG MEMBACA
Ditinggalkan √
Teen Fiction"Ketahuilah Aleeyah.. Aku sangat membenci keberadaanmu dan itu tak akan pernah berubah!!!" "Ya.. Aku tau benar.. Dan tak akan berubah pula rasa sayangku padamu Armando.." ---------- "Jangan takut. Aku janji nggak akan pergi lagi. Aku akan terus disi...
