Chapter 24 - Empat hati
"Andai saja kau bukan seorang pangeran..."
Ruarendra mengernyitkan keningnya, menangkup pipi Gantara lalu menatap langsung kedalam mata tajam milik sang panglima, "Apa yang baru saja kau bilang?"
Gantara tersenyum lalu menggeleng, "Bukan apa-apa."
"Andai saja aku bukan seorang pangeran?" Ruarendra melontarkan tatapan menuntut pada Gantara, "Jelaskan padaku."
Gantara menghela nafas lalu menangkupkan kedua telapak tangannya pada pipi putih dan halus sang pangeran lalu dengan lembut ibu jarinya membelai pipi Ruarendra, "Andai saja kau bukan seorang pangeran, aku tidak akan ragu sedikitpun untuk menjadikanmu milikku."
Ruarendra tertegun mendengar perkataan Gantara lalu semburan merah merona menghiasi pipi putihnya, pemuda ayu itu tersenyum dengan lembut, "Jadi sekarang kau masih ragu? Gantara Wisesa apa kau bodoh?"
"Hmm?" Alis tebal Gantara terajut, menatap tidak mengerti pada Ruarendra.
"Sejak kejadian didalam gua itu, aku sudah menjadi milikmu..." Ruarendra tersipu malu menundukan kepalanya kemudian kembali membenamkan wajahnya didada bidang Gantara dan dengan posisi seperti itu Ruarendra bisa mendengar detak jantung Gantara yang begitu cepat namun terdengar seperti alunan musik yang lembut, menimbulkan sensasi bahagia dan hangat dihatinya.
Gantara terdiam untuk beberapa saat kemudian tangannya terulur untuk membelai rambut hitam Ruarendra, "Aku hanya seorang Panglima, bahkan asal-usulku tidak jelas, sedangkan kau adalah seorang pangeran putera mahkota anak tunggal dari Gusti Prabu Arya Tirta Kusuma Winarang. Kita sangat jauh berbeda."
Ruarendra merengut mendengar perkataan Gantara kemudian kembali menatap wajah tampan sang panglima, "Apa itu masalahnya? Apa kau tahu ada masalah yang lebih besar didalam hubungan kita kalau dibanding dengan kedudukan dan asal-usul?"
Gantara menggeleng sebagai jawaban, ia tidak tahu apa yang dimaksud oleh Ruarendra karena menurutnya hal yang membuat hatinya berat sampai saat ini adalah masalah kedudukan dan asal-usul dirinya yang jauh berbeda dari Ruarendra, seperti langit dan bumi.
"Kau benar-benar tidak tahu?" Ruarendra berdecak, "Jenis kelamin kita yang sejenis. Itu adalah hal dan masalah terbesar dalam hubungan kita, nyatanya kita sudah berhasil melaluinya dan tidak mempermasalahkan hal itu, jadi masalah kedudukan dan asal-usul yang salama ini menbebanimu bukanlah apa-apa," Ruarendra mencoba meyakinkan Gantara namun sebenarnya ia juga sedang meyakinkan dirinya sendiri.
Gantara tertegun dengan perkataan Ruarendra lalu tersenyum, tangannya dengan lembut membelai rambut Ruarendra yang menjuntai dibahunya, "Sejak kapan pangeranku ini jadi sangat dewasa?"
Ruarendra mencebikan bibirnya, "Kau meledekku?"
Gantara terkekeh, akhirnya suasana diantara ia dan Ruarendra kembali mencair, "Aku tidak meledekmu."
"Lihat! Setelah meledekku, kau bahkan menertaiwaiku. Kau menyebalkan!" Ruarendra beranjak bangun dari pangkuan Gantara lalu berdiri membelakangi sang panglima sambil melipat kedua tangannya didada dengan kesal.
Gantara tersenyum melihat sikap manja Ruarendra kembali, ia tidak akan pernah mengira bahkan hanya dalam mimpinya sekalipun bahwa ia yang dulu sangat membenci sikap manja sang pangeran justru kini benar-benar suka dan dibuat gemas oleh sikap manja Ruarendra. Gantara bangun dari duduknya, mendekat pada Ruarendra lalu memeluknya dari belakang, mendekap perut ramping sang pangeran dengan lengan kokohnya, "Bukankah aku orang yang paling pemberani diseantero Kertalodra? Memiliki nyali yang besar untuk memeluk sang Pangeran Putera Mahkota seperti ini," godanya, kemudian Gantara memberikan kecupan-kecupan dibahu Ruarendra, "Dan melakukan hal ini."
KAMU SEDANG MEMBACA
[BL Ver.] Runaway (Complete)
Historical FictionWarning 18+ content! Karena ulah Patih Gandatala yang melakukan pemberontakan, kerajaan Kertalodra dalam prahara. Lalu bagaimana nasib panglima besar Gantara Wisesa yang sangat tampan dan kuat, ditakuti musuh-musuhnya di medan perang dan juga digila...
![[BL Ver.] Runaway (Complete)](https://img.wattpad.com/cover/126813511-64-k944875.jpg)