Dengan diam-diam Ruarendra terus mengikuti kemana sosok Gantara dan seorang wanita yang bersamanya itu pergi, dilihat dari pakaian yang dikenakan wanita itu, Ruarendra bisa menduga bahwa wanita itu adalah salah satu penari ronggeng.
Gantara dan nyai Larasati memasuki sebuah rumah, Ruarendra mengendap-endap seperti pencuri yang hendak mendekati buruannya, berjalan sepelan mungkin supaya tidak menimbulkan suara apapun dan mendekati sebuah jendela pada rumah kayu itu.
Ruarendra mendekatkan matanya pada celah jendela, mencoba mengintip keadaan didalam lalu matanya terbelalak seketika. Ia melihat wanita itu melapas pakaian atas (baju) Gantara hingga menampilkan otot-otot pada dada, lengan dan perut gantara yang terlihat kekar dan gagah bersinar keemasan dibawah cahaya obor penerang kamar tersebut, kemudian wanita itu menuntun Gantara dan membaringkannya diranjang kayu yang dikerudungi kelambu lembut berwarna putih yang ada didalam kamar lalu wanita itu sendiri berbaring disamping Gantara, ia menggunakan satu sikunya sebagai tumpuan dan berbaring kesisi menghadap Gantara.
"Siapa namamu cah bagus[1]?" Nyai Larasati memainkan jari telunjuknya menelusuri otot-otot yang ada didada bidang Gantara.
[1. Cah bagus = bocah tampan]
"Gantara Wisesa," Gantara hanya diam terbaring tidak bergerak sedikitpun sambil memandangi wajah cantik jelita Nyai larasati.
Ruarendra mengernyitkan keningnya, ia merasa ada yang aneh dengan tingkah laku Gantara, pendekar tampan itu seolah sedang tidak sadar. Jelas ada hal yang tidak beres sedang terjadi.
"Aku Nyai Larasati," Nyai Larasati memperkenalkan dirinya sambil membelai dengan lembut wajah tampan Gantara dengan jari-jari lentiknya, "Gantara Wisesa? Aku seperti pernah mendengar nama itu..seperti nama Panglima besar kerajaaan Kertalodra."
Ruarendra terkesiap, 'Nyai Larasati? Bukankah itu penari ronggeng yang dibicarakan penduduk karena kecantikan dan kemolekannya yang tersohor.'
"Iya itu aku Nyai."
"Wow! Aku dapat tangkapan yang besar," wajah cantik Nyai Larasati tampak sumringah, "aku tidak menyangka panglima besar akan memilik wajah setampan dan tubuh serupawan ini, terlebih kau masih perjaka. Aku tidak habis pikir bagaimana dengan rupa yang mempesona ini kau masih bisa mempertahankan keperjakaanmu bukankah pastinya banyak wanita yang mengejarmu cah bagus."
'apa? Jadi Gantara benar-benar masih perjaka? Tapi tunggu! Darimana wanita itu tahu kalau Gantara masih perjaka?' Ruarendra menggaruk pipinya sendiri yang tak gatal. Ia tak menyangka dirinya yang seorang pangeran putra mahkota mengedap-endap dimalam hari untuk mengintip dan menguping kegiatan sepasang pria dan wanita diatas ranjang, dulu dia memang pernah memergoki seorang dayang dan prajurit yang bercinta di gudang tapi itu dengan unsur ketidaksengajaan sedangkan kali ini ia mengintip dan menguping dengan keinginannya sendiri, betapa memalukannya kalau dunia tahu akan hal itu.
"Nyai, kau sangat cantik." Pujian manis yang terlontar dari mulut Gantara terdengar hampa, seolah datang dari sosok tanpa jiwa.
Bibir merah Nyai Larasati melengkung membuat senyuman, "aku tahu," wanita cantik itu bangun lalu berlutut, kakinya berada disisi kiri dan kanan pinggang Gantara. Nyai Larasti meraih kedua tangan Gantara lalu menangkupkan kedua telapak tangan besar itu pada payudaranya yang montok kemudian tanpa diperintah kedua tangan Gantara meremas-remas payudara dalam genggamannya, "ahh.." desahan nikmat lolos dari bibir wanita cantik jelita itu.
Ruarendra menutup mulutnya dengan tangannya sendiri, mencegah pekikan atau umpatan keluar dari mulutnya tanpa diminta. Ia mulai bingung apakah ia harus tetap disana menyaksikan hal tidak senonoh itu atau segera pergi.
Nyai Larasati kembali mengambil kedua tangan Gantara dan memindahkan telapak tangan besar itu pada kedua bongkahan bulat pantatnya, kemudian Nyai Larasati menurukan kemben[2] yang ia pakai, menampilkan dua gundukan payudara putih yang montok dan sintal lalu ia membungkukan tubuhnya dan mengarahkan payudaranya kedepan mulut Gantara hingga puting tegangnya menyentuh bibir pendekar tampan itu. Tanpa diminta Gantara membuka mulutnya lalu menjulurkan lidahnya untuk menyapu puting Nyai Larasati, kemudian ia melahap puting itu kedalam mulutnya dan mulai mengulum kemudian menghisap puting Nyai Larasati.
KAMU SEDANG MEMBACA
[BL Ver.] Runaway (Complete)
Fiction HistoriqueWarning 18+ content! Karena ulah Patih Gandatala yang melakukan pemberontakan, kerajaan Kertalodra dalam prahara. Lalu bagaimana nasib panglima besar Gantara Wisesa yang sangat tampan dan kuat, ditakuti musuh-musuhnya di medan perang dan juga digila...
![[BL Ver.] Runaway (Complete)](https://img.wattpad.com/cover/126813511-64-k944875.jpg)