Chapter 19 - Patih Gandatala
Tangan besar Patih Gandatala dengan cepat mencomot ayam bakar dihadapannya lalu memakannya dengan rakus, ia melahap semua makanan yang disajikan diatas meja makan kerajaan hingga tandas tanpa sisa.
Patih pemberontak itu kemudian meneguk dan menikmati tuak[1] kualitas terbaik milik kerajaan Kertalodra, "Ini lumayan hahaha.." ucapnya sambil menepuk-nepuk perut berlemaknya yang kian membuncit.
[1.Tuak adalah sejenis minuman beralkohol Nusantara yang merupakan hasil fermentasi dari nira, beras, atau bahan minuman/buah yang mengandung gula. Tuak adalah produk minuman yang mengandung alkohol.]
Setelah menyelesaikan acara makan siangnya, Patih Gandatala segera kembali duduk diatas singasana Raja, dikepalanya juga bertengger mahkota Raja yang terlihat megah, tentu saja singasana dan mahkota itu sejatinya hak milik Raja Arya Tirta Kusuma Winarang yang berhasil Patih Gandatala rebut dari pemberontakan yang ia lakukan beberapa waktu lalu.
Namun kemenangan yang dirasakan Patih Gandatala menurutnya tidaklah sempurna, karena sesuatu yang sangat ia inginkan lolos dari genggaman tangannya, Sang Putera Mahkota Ruarenda Winarang.
Seharusnya pemuda ayu itu menjadi hadiah terindah untuknya ketika ia naik tahta menjadi Raja Kertalodra.
Seorang prajurit datang berlutut dihadapannya lalu menghaturkan sembah, "lapor Paduka Prabu, kita baru saja menggantung beberapa orang yang menentang kekuasaan Paduka Prabu Gandatala didepan istana agar semua rakyat Kertalodra bisa menyaksikannya, seperti yang Paduka Prabu inginkan."
Patih Gandatala bertepuk tangan sambil menyeringai dengan bengis, "Hahaha...kerja yang bagus, jangan segan-segan membunuh semua yang menentangku lalu gantung mayat mereka didepan istana supaya mereka takut untuk menentangku dan tahu siapa penguasa Kertalodra saat ini," Patih pemberontak itu menepuk dada gempalnya dengan bangga.
"Hamba laksanakan Paduka Prabu!" Setelah kembali menghaturkan sembah, prajurit itu segera pergi meninggalkan aula kerajaan untuk kembali menjalankan tugasnya.
Setelah pemberontakan yang dilakukan Patih Gandatala memang tidak semua rakyat diam dan takut, ada sebagian mereka yang berani menyuarakan dengan keras penolakan atas kekuasaan Patih Gandatala yang sekarang menduduki posisi Raja Kertalodra dengan cara yang tidak benar. Bagaimanapun mereka tidak ingin dipimpin oleh seorang pemberontak, bukan Raja yang sebenarnya.
Maka dari itu untuk menguatkan kekuasaannya, tanpa pandang bulu dan berbelas kasihan, Patih Gandatala memerintahkan prajuritnya untuk membunuh siapapun yang berani menentang kekuasaannya lalu mempertontonkan mayatnya untuk membuat orang-orang takut dan tidak ada lagi yang berani menentangnya.
Disamping itu, Patih Gandatala menaikan pajak yang semakin memberatkan kehidupan rakyat Kertalodra.
Tidak semua pendekar-pendekar yang berada disekitar wilayah istana Kertalodra menjadi pendekar yang mau dibayar untuk menjadi antek-antek pemberontak Patih Gandatala, diantara ada yang tetap netral tidak ingin ikut campur dengan masalah yang terjadi didalam kerajaan, dan ada pula yang masih mendukung Raja Arya Tirta Kusuma Winarang, mereka --para pendekar yang mendukung Raja Arya Tirta Kusuma Winarang-- bukannya tidak ingin menggulingkan para pemberontak, mereka seolah diam tetapi sebenarnya mereka tengah mengamati keadaan dan menghimpun kekuatan sambil terus mencari titik kekuatan terpenting mereka yaitu Pangeran Putera Mahkota Ruarenda Winarang dan Panglima besar Gantara Wisesa yang mereka ketahui tengah dalam pelarian dari kejaran para pemberontak. Mereka harus menemukan keduanya sebelum para pemberontak antek-antek Patih Gandatala menemukan keduanya lebih dulu.
Karena rasa bosan yang tiba-tiba melanda, Patih bertubuh tinggi besar dan tambun itu turun dari singasana raja sambil mengelus-elus kumisnya yang tebal, ia berjalan santai menyusuri lorong istana lalu masuk ke sebuah ruangan yang besar dan indah, ruangan itu adalah kamar Sang Putera Mahkota Ruarenda Winarang.
KAMU SEDANG MEMBACA
[BL Ver.] Runaway (Complete)
Fiksi SejarahWarning 18+ content! Karena ulah Patih Gandatala yang melakukan pemberontakan, kerajaan Kertalodra dalam prahara. Lalu bagaimana nasib panglima besar Gantara Wisesa yang sangat tampan dan kuat, ditakuti musuh-musuhnya di medan perang dan juga digila...
![[BL Ver.] Runaway (Complete)](https://img.wattpad.com/cover/126813511-64-k944875.jpg)