"Bosan, bosan, bosan!!! Sampai kapan aku seperti ini? Sungguh aku ingin bekerja seperti dulu. Oliver... kau sungguh jahat padaku!"
-Joanna Carey-
❤️❤️❤️
Sudah tiga hari Joanna berada di rumah besar milik Oliver. Namun ia masih belum hafal ruangan-ruangan yang berada di rumah itu. Saking luasnya, Joanna pernah nyasar waktu ia ingin mencari dapur untuk mencari sesuatu.
“Huhft…” Joanna menghela nafas lelah. Ia terduduk di taman belakang melihat tanaman bunga mawar yang sangat indah di sana.
Joanna bosan di rumah sebesar ini. Ia butuh teman. Memang, banyak pelayan yang bekerja di rumah Oliver. Tetapi entah mengapa mereka selalu sibuk sehingga mengabaikan Joanna yang tidak tahu harus ngapain.
Joanna teringat akan perkataan Oliver dua hari yang lalu. Pria itu berkata bahwa dirinya bukanlah pelayan atau pembantu pada umumnya. Katanya, Joanna hanya perlu melayani dirinya tanpa mengerjakan pekerjaan rumah. Hanya dirinya!
Joanna mendengus kesal mengingat perkataan Oliver yang sangat angkuh kala itu. Sampai sekarang pun ia tidak tahu harus melayani seperti apa majikannya itu. Kalau setiap harinya saja Oliver selalu pergi ke kantor dan menghabiskan waktunya sampai malam bahkan dini hari di sana.
Demi apapun Joanna tidak mau makan gaji buta!
Sekali lagi ia hanya menghela nafas lelah tatkala seseorang memanggilnya.
“Nona?”
Joanna menoleh ke samping kanannya. Di sana terdapat wanita setengah baya yang memandangnya ramah. “Ya? Ada yang bisa saya bantu?” Joanna terbiasa dengan kalimat itu ketika bekerja di kantor Oliver jika ada orang asing yang memanggilnya.
Wanita itu tersenyum. “Tidak, Nona. Saya hanya ingin mengakrabkan diri saja dengan wanita cantik yang sedang memandang hamparan bunga mawar di depan saya ini.” Wanita itu mengulurkan tangannya. “Saya Nency. Kepala pelayan di rumah Mr. Leinster.”
Joanna menyambut tangan itu hangat, dan tentunya tersenyum. “Joanna Carey.”
“Boleh saya duduk di samping Anda?”
“Oh… absolutely!” Refleks Joanna menggeser tubuhnya agar Nency bisa duduk di sampingnya.
Beberapa menit mereka dalam keheningan. Sampai akhirnya Nency membuka suara, “Anda suka bunga mawar, Nona?”
“Cukup panggil saya Joan, Bi Nency!” Joanna mengoreksi. “Emm… sangat suka. Bahkan dari kecil saya selalu membelinya setiap akhir pekan bersama ayah saya. Setelah itu, saya akan memajangnya di kamar.”
Setelah mengatakan itu, keduanya terkekeh.
“Memang, seorang wanita cantik itu harus menyukai bunga lambang cinta ini. Karena dia harus belajar dari setangkai bunga mawar,” jelas Nency pada Joanna.
Joanna mulai tertarik dengan penjelasan dari wanita paruh baya di sampingnya itu. Ternyata walau umurnya sudah tidak muda lagi, Nency sangat senang menyinggung masalah percintaan. Joanna mengulum senyum. Sudah tercetak jelas bahwa Nency muda sangat antusias menjadi pecinta sejati. Hingga ia mampu membagi pahit manisnya cinta pada seseorang. Termasuk Joanna saat ini.
“Mawar itu banyak di sukai wanita. Karena itu para pria selalu ingin membawa bunga itu walau hanya setangkai ke hadapan wanita yang dicintainya sebagai tanda bukti bahwa ia sangat mencintai gadisnya.” Nency menoleh Joanna yang sedang memandangnya. “Tetapi, dibalik keindahan dan kecantikannya itu, para pria juga ragu untuk mengambilnya karena ada satu penghalang… dan penghalang itu adalah duri yang terdapat pada tangkainya.”
Joanna terdiam memandang Nency. Menunggu kalimat selanjutnya dari bibir wanita paruh baya itu.
“Kamu mengerti maksud saya, Joan?” tanya Nency membuat Joanna menegakkan tubuhnya kembali.
Mengerti? Memangnya apa yang harus ia telaah dari kalimat panjang Nency? Apa kalimat itu memiliki makna?
“Tentu! Kalimat saya itu ada maknanya. Apa kau ingin tahu?” ujar Nency seolah menjawab pertanyaan yang bersarang dibenak Joanna.
Joanna mengangguk antusias.
Baru saja Nency akan membuka mulutnya untuk menjelaskan, namun sebuah suara berhasil mencegahnya.
“Sedang apa kau di sini?!”
❤️❤️❤️
27 Januari 2018
KAMU SEDANG MEMBACA
Please, Love Me!
Romansa"Kupeluk tubuh rapuhmu erat. Tak akan kubiarkan kau lari dariku. Aku selalu berada disampingmu. Walau kau tak akan membalas perasaanku, aku akan selalu mencintaimu. Please, love me!" -Joanna Carey- "Pelukanmu menghangatkan hatiku yang dingin. Mengh...
