“Bagaimana rasanya kehilangan? Untuk siapa rasa ini sebenarnya? Untuk dia yang menjadi istriku, atau untuk dia yang aku cintai?”
-Oliver Leinster-
❤️❤️❤️
Cahaya matahari membuat seorang pria yang sedang tertidur pulas terusik karena merasa terganggu. Perlahan mata itu terbuka menyambut sang mentari yang berhasil masuk ke celah jendela yang sedikit terbuka.
“Arrgghh…” Oliver mengerang merasakan pusing di kepalanya. Ia beranjak duduk dan melihat sisi tempat tidurnya kosong.
“Joanna?!” panggilnya.
Oliver beranjak mencari perempuan itu. Ia yakin Joanna berada di kamar mandi. Untuk itu ia mengecek kamar mandi yang setengah terbuka itu. Perlahan tangannya mengetuk pintu kamar mandi. Namun, yang didapatnya hanya sebuah keheningan. Tanpa mikir lagi, ia langsung masuk dan… kosong. Kamar mandi itu tidak ada tanda-tanda seseorang sudah memasukinya. Kering bersih tanpa ada basah sedikit pun.
Pikiran Oliver lari pada kejadian waktu malam. Saat dirinya melakukan hubungan suami istri dengan Joanna. Saat ia menyatakan perkataan yang seharusnya tidak ia katakan. Mengingat itu, ia menghela nafas frustasi, dan bergegas mencari Joanna di tempat lain.
Semoga kau masih ada di sini…
❤️❤️
Di tempat lain Joanna berdiri kaku bagai patung. Penampilannya sungguh kacau. Seluruh badannya basah terkena air hujan. Bahkan ia tidak mampu lagi untuk mengeluarkan air mata.
Ketika suara pintu terbuka, Joanna terkesiap dari lamunannya. Sambil menahan badannya yang gemetar karena dinginnya cuaca pagi ini, Joanna berusaha tersenyum saat pandangannya bertemu dengan orang yang ia rindukan.
“Ibu…” lirihnya.
Rina terkesiap melihat anaknya. Terlebih dengan penampilannya saat ini. “Joan?!” ia langsung memeluk Joanna dengan erat. Seakan menyalurkan rasa rindunya pada anak semata wayangnya itu.
Tak terasa air mata Joanna berhasil mengalir lagi. Padahal ia sudah berpikir bahwa air matanya sudah kering. “Ibuuu…”
Rina memandang anaknya penuh tanya. “Joan? Ada apa denganmu, Nak? Mana suamimu? Mengapa kau basah kuyup kayak gini?”
Joanna tahu ibunya sedang panik. Ia mencoba menghapus air matanya walau masih mengalir deras. “Joan sendiri, Bu. Joan kangen Ibu dan Ayah…”
“Ya sudah, sekarang ayo kita masuk. Kamu harus cerita apa yang terjadi!” Rina mengajak Joanna masuk rumahnya.
❤️❤️
Dan mengalirlah cerita dari mulut Joanna. Termasuk pernikahan mereka yang tidak bahagia. Juga tak ada cinta di hati Oliver. Hanya dirinya yang mencintai pria itu. Memang, Joanna tidak menceritakan tentang kejadian tadi malam yang membuat hatinya seakan hancur berkeping-keping. Itu karena ia tidak mau membahasnya dan membuat ibunya merasa bersalah karena telah merestui hubungan mereka.
Joanna tidak ingin membohongi orangtuanya dan dirinya sendiri. Ia memang masih mencintai Oliver. Bahkan akan terus seperti itu entah sampai kapan. Tetapi dirinya berusaha untuk melupakan pria itu dalam sejenak. Ia tidak ingin kejadian tadi malam terus menghantui benaknya. Ia ingin tenang dalam sekejap saja.
KAMU SEDANG MEMBACA
Please, Love Me!
Romance"Kupeluk tubuh rapuhmu erat. Tak akan kubiarkan kau lari dariku. Aku selalu berada disampingmu. Walau kau tak akan membalas perasaanku, aku akan selalu mencintaimu. Please, love me!" -Joanna Carey- "Pelukanmu menghangatkan hatiku yang dingin. Mengh...
