PLM 20 ~ My First (Last) Night With You

1.6K 79 4
                                        

“Biarlah malam pertama sekaligus  terakhir ini kita membuat kenangan yang tidak bisa terlupakan. Kenangan yang mengingatkan betapa aku mencintaimu.”


-Joanna Carey-

❤️❤️❤️

Suasana pagi itu rasanya sangat panas semenjak kedatangan orang yang tidak diduga oleh Joanna. Pria itu terus memandang Joanna dengan mata bulatnya yang lembut, dan tersimpan sejuta kerinduan di sana.

Sedangkan Joanna tidak berani menatap pria itu. Ia lebih memilih menunduk menghindarinya. Walau terkesan tidak sopan, tetapi ia berusaha untuk bersikap sopan terhadap tamunya.

Nency datang mengantarkan minuman dan beberapa cemilan. Setelah itu, ia pergi meninggalkan mereka yang sedang dilingkupi suasana keheningan.

“Ekhem!” Pria itu memecahkan keheningan yang menyiksa itu. “Apa kabar, Joan?”

Joanna menoleh menatap pria itu. “Kabar baik. Kamu sendiri?”

Sungguh pria itu tidak menyukai suasana percakapan seperti itu. Percakapan seperti dua orang asing yang baru bertemu. Memang, ini adalah kali pertama ia bertemu Joanna kembali setelah cukup lama berpisah. Itu juga atas kesalahannya yang menyia-nyiakan perempuan sebaik Joanna.

“Aku baik,” jawab pria itu. “Aku tidak menyangka kau bisa tinggal di rumah sebesar ini.”

Joanna menghela nafas. “Ini bukan rumahku, tapi rumah suamiku.”

Pria itu terkejut. Walau ia sudah tahu bahwa Joanna telah menikah, tetapi tetap saja ia merasa terkejut ketika perempuan itu mengungkapkan faktanya sendiri. “Pasti suamimu sangat kaya, dan dia sangat beruntung memiliki istri seperti kamu, Joan.”

“Sudahlah, itu tidak penting!” Joanna tersenyum tipis. “Ada hal penting apa sehingga kamu bertamu sepagi ini?”

Mendengar itu, pria itu menunduk merasa kecewa karena sikap Joanna yang sudah tidak seperti dulu lagi. “Maafkan aku, Joan. Maaf aku tidak sempat memberikan alasanku waktu dulu. Dan sekarang aku sangat menyesal akan hal itu.”

Joanna merasa dadanya sesak jika pria itu membahas tentang masa lalunya. Baginya, masa lalu itu hanya sebuah kenangan yang harus ia jaga. Tidak ada lagi yang harus diselesaikan karena itu sudah berakhir.

“Ryan, kalau kamu bertamu hanya untuk membahas masalah itu, lebih baik kamu tinggalkan rumah ini sekarang juga!” seru Joanna tegas.

Ryan – nama pria itu – menatap Joanna dengan tatapan memohon. “Please, Joan… aku hanya ingin meminta maaf dan memberikan alasan yang sebenarnya padamu. Setelah itu, aku janji tidak akan mengganggu kehidupanmu lagi.”

Joanna sudah bangkit dari duduknya. Ia hendak menyuruh Ryan pergi dari rumahnya sebelum masalah tambah runyam. Terlebih jika Oliver datang, pasti pria itu tambah membencinya. Dan Joanna tidak ingin itu terjadi.

“Ryan! Aku sudah menganggap kejadian beberapa tahun lalu itu hilang. Sudah selesai! Aku tidak ingin mengungkitnya lagi. Lagian, sekarang kau sudah bahagia bersama istri dan anakmu, bukan?”

Ryan bangkit mencoba mendekati Joanna dan merangkul bahu perempuan itu. Namun, Joanna menjauh berusaha menghindarinya. “Joan, tolong! Beri aku kesempatan untuk menjelaskan semuanya. Kali ini saja…”

Joanna memandang Ryan nanar. Entah mengapa air matanya seakan menyuruhnya untuk keluar. Matanya panas memandang pria itu. Rasa benci yang ia kubur, seakan tergali lagi ketika mengingat masa pahit itu.

Please, Love Me!Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang