"Ku telah menemukan rinduku, dan Kau telah menemukan rindumu. Jika masih ada sesuatu yang begitu menyakitkan selain rindu, maka janganlah sesuatu itu menghampiri diriku. Terlebih jika aku sampai kehilangan separuh jiwaku yang membutuhkan nafasku."
-Joanna Carey-
❤❤❤
Suara ketukan pintu terus menggema di rumah yang sederhana itu. Oliver terus mengetuk selagi pintu itu belum terbuka untuknya. Hatinya serasa bergetar menanti seseorang yang sangat ia rindukan. Seseorang yang sudah ia sakiti begitu dalam. Ia hanya berharap, semoga masih ada tempat untuk dirinya di hati Joanna. Semoga...
Pintu itu terbuka menampakkan sesosok wanita. "Oliver..."
Oliver mendongak memandang wanita itu. "Ibu..."
"Apakah kau kemari ingin menemui Joanna dan membawanya ke rumahmu?" tanya Rina tenang sambil terus memandang raut Oliver yang kacau.
"Mungkin Ibu sudah mengetahui semuanya dari Joanna. Saya tahu saya salah."
Rina terdiam. Lalu ia mempersilakan Oliver masuk.
"Dimana Joanna, Bu. Izinkan saya memperbaiki semuanya..." Oliver memandang ibu mertuanya dengan penuh permohonan.
Lagi, Rina hanya diam. Tak mampu menjawab pertanyaan menantunya itu. Ia tidak ingin membuat Joanna kecewa padanya. Di sisi lain, ia pun tak ingin menambah penderitaan Oliver karena kehilangan istrinya.
"Ibu, saya janji akan merubah sikap saya terhadap Joanna. Saya menyesal telah menyakitinya, Bu. Saya mohon..." Pinta Oliver lagi. "Apa dia ada di kamarnya? Biar saya menjemputnya."
"Oliver, Joanna sudah tidak lagi tinggal di sini. Hanya itu yang bisa Ibu jawab atas pertanyaanmu."
Oliver nampak terkejut sekaligus tak percaya. Kata Olivia, Joanna berada di rumah orang tuanya di Bogor, tetapi setelah ia ke sini, Rina bilang Joanna sudah tidak tinggal lagi di rumah orang tuanya itu.
Apa Joanna mau menghindariku? Pergi meninggalkanku dengan rindu yang belum terbayar? Batin Oliver.
"Lalu dimana dia? Dimana istriku, Bu?!" kali ini dengan nada dinginnya. Tak peduli Rina itu Ibu mertuanya.
"Ibu tidak bisa menjawab pertanyaanmu itu. Ibu mohon jangan paksa Ibu, Oliver! Biarkan Joanna tenang."
Oliver mengacak rambutnya kasar. "Saya sungguh menyesal kehilangan Joanna! Bagaimana bisa saya tinggal diam ketika istri saya tidak ada disamping saya!"
"Lalu kau tidak bertanya pada dirimu sendiri, mengapa Joanna bisa pergi dari sisimu, Oliver?" Rina mencoba menyadarkan Oliver bahwa dirinya yang membuat Joanna pergi.
Oliver terdiam.
"Joanna sedang hamil..." lirih Rina yang berhasil membuat Oliver terpaku.
❤❤
"Joanna?"
Perempuan itu menoleh memandang sayu sesosok pria yang selama ini telah membantunya. Menjadi pelindungnya dari bayangan-bayangan yang terus menghantuinya dari sosok Oliver. Memang, ia tak akan bisa menghilangkan bayangan indah sekaligus menyakitkan itu. Tak akan pernah bisa!
"Kau pucat sekali. Sudah minum susu?"
Joanna mengerjap. Tangannya mengusap wajah menyesal. "Ya ampun...," lalu ia usap perutnya yang masih rata itu. "Maafkan Bunda ya, Sayang... Bunda hampir lupa kalau Bunda memiliki kamu."
KAMU SEDANG MEMBACA
Please, Love Me!
Romance"Kupeluk tubuh rapuhmu erat. Tak akan kubiarkan kau lari dariku. Aku selalu berada disampingmu. Walau kau tak akan membalas perasaanku, aku akan selalu mencintaimu. Please, love me!" -Joanna Carey- "Pelukanmu menghangatkan hatiku yang dingin. Mengh...
