Part 13 : Dimaafin, yakin!

268 16 4
                                        

{Vote & Komen}

"Bukan alasan yang aku inginkan, tapi kata Maaf saja sudah cukup"

--SangAlumniHati--

   "Kak Azam... "
Teriak Almira dan berlari ke halaman rumah karena melihat Azzam sedang santai di ayunan.

   Teriakan Almira di sadari Azzam, Ketika akan pergi tiba-tiba Almira sudah ada di hadapannya.

   "Mau kemana?"
Tanya Almira menatap Azzam dan menaikan salah satu alisnya.

   "E-e... mau ke rumahlah"
Jawabnya kurang cermat.

   Almira tidak puas dengan jawaban Azzam yang sebegitu singkat, dengan tepat Almira tetap memasang pandangan serius dengan menaikan alisnya lagi-lagi.

   "Kak Azzam jangan cari alasan!, aku tahu kak Azzam nyobekin isi diary aku dan membawanyakan?"

   "Oh itu (memalingkan wajahnya), maafin ka Azzam lah!"
Azzam menjawab dengan wajah penuh dosa.

   "Gak mau!"
Jawabnya singkat.

   Azzam melihati balik Almira dan berkata "Mau di bilangin ke mamah?" Azzam tersenyum.

   Kalimat itu sontak membuat mimik wajah Almira kaget dan takut. Tapi karena tidak mau kalah ia pun balas mengancam Azzam.

   "Bilangin aja ke mamah, tapi aku juga bakal bilang ke kak Mila, kalau selama ka Azzam disini Ka Azzam godain temen-temennya Almira, (Almira tersenyum)."

   "Oh (Azzam tersenyum), mau ancam-ancaman?"
Goda Azzam.

   Almira terdiam, tiba-tiba ia lari menuju kamar Azzam. Dengan nafas ngga beraturan, Almira mengunci pintu. Dan mencari di mana sobekan buku diary nya itu.


   "Dimana ini"
Ucap Almira.

   Dengan nekat, ia mengacak-acak isi tas Azzam.

   "Tuhan... Aku sedih, liat Aqlah bersama sindy, aku cemburu liat dia pegangan tangan tadi... Tuhan,"
Teriak bernada ledekan Azzam dari luar pintu.

   Almira kaget, mendengar isi diary nya di bacakan keras.

Trek...

   "Ini sobekan buku diary nya"
Azzam memberikannya ke Almira.

   Almira mengambil dan berlari menuju kamarnya. "Ka Azzam... "
Emosi Almira.

20.00 WIB...

   Kejadian sore tadi, masih membuat Almira emosi dan marah kepada Azzam, sekarang mood Almira sangat buruk, ia begitu malu untuk melihat kak Azzam.

   "Almira... (Teriakan dari luar jendela kamarnya), maafin Kak Azzam, ya saya akui kelakuan saya tadi salah, mengenai si botol aqua, kakak minta maaf, janji deh nanti gak bakal sebut botol aqua lagi dan bakal sebut Aqlah."
Teriak Azzam.

   Mata Almira melotot tak karuan, mendengar suara jelas Kak Azzam dari luar kamarnya.

   "Ka Azzam? Di balkon?"
Almira kaget.

   Dengan cepat ia membuka tirai dan memang benar ada Azzam di luar. Melihat itu, Almira langsung ke luar menemui Azzam.

   "Kak Azzam? Mau apa?"
Almira bertanya.

   Azzam nekat naik ke balkon melalui rumah tetangga yang berdekatan.

   "Almira, maafin kakak"
Melas Azzam.

   Almira menghampiri Azzam dan memberikan tangannya agar duduk di kursi tidak berdiri di sudut balkon "Gak tahu akh," Jawab singkat Almira.

   Saat itu keadaan Kota Jakarta sedang hujan. "Ka Azzam, Almira suka sama Aqlah, dia itu tipe cowok yang sangat baik, bukan hanya baik bahkan dia mampu membuat orang di dekatnya berperilaku baik sepertinya, dan hal yang membuat Almira ingin menjadi pacar Aqlah karena Almira mau jadi perempuan satu-satunya yang beruntung mendapatkan Aqlah," jelas Almira dan menatap hujan.

   "Iya, maaf deh. (Azzam lagi-lagi bicara seperti itu). Dan besok kakak pulang"
Jawabnya.

   "Pulang? Tapi... "

   "Ia, besok kakak harus kembali masuk kuliah"
Jawabnya.

   "Yah... baguslah (Almira tertawa), ntar gak ada yang kepo"
Jawab Almira.

   "Dasarrr... "
Azzam melemparkan air hujan pas kena wajah Almira.

   "Ikh Kak Azammmmm "
Teriak Almira.

   Dengan sekejap mood Almira kembali normal, Cukup dengan kata "Maaf", Almira sudah bahagia, marah dan emosi itu hanya terjadi sesaat karena pada akhirnya semua itu akan kembali normal seperti biasanya.

26032017
Vote & Komen.

Sang Alumni Hati [Selesai]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang