Extra Part

450 11 5
                                        

"Aku Tak Paham Betul
Apa Ini Kebetulan Saja?"

--SangAlumniHati--

   Oh ya, selama ini aku tinggal di D.I Jogjakarta bukan ingin pergi, tapi aku lulus dan aku diterima di Universitas Gadjah Mada, dan satu tahun ini aku menjalankan masa kuliahku di Fakultas Kedokteran, dan aku gak nyangka jika Aqlah juga kuliah di Universitas sama dan kebetulan satu fakultas, aku heran kenapa.

   Dengan berani aku chat Kevin, kata Kevin dia atau Aqlah kuliah di Jogja karena ia menyesal melakukan hal tidak wajar kepadaku satu tahun lalu, dan dia juga ingin melupakanku.

   Aku sering melihatnya, dia selalu bersama perempuan dari Fakultas Hukum, Naina ya mungkin itu namanya. Dan aku dengar katanya setelah wisuda mereka akan menikah.   

   Sekali lagi, aku hanya ingin berpesan "Cinta Itu Indah, Lebih Indahnya Jika Cinta Itu Berakhir Indah Ke Jenjang Pernikahan" dan "Laki-Laki Sejati Adalah Laki-Laki Yang Berani Meminta Maaf Ketika Salah, Dan Berani Mengakui Kesalahannya" haha, Aku Almira, aku begitu bodoh karena terobsesi dengan cinta masa SMA.

   Pesanku, Mencintai hal yang wajar, tapi ingat menurutku kita lebih baik sekolah yang bener dulu, dan jika ingin jatuh cinta apalagi lebih dalam, Menikahlah!, dan disanalah letak cinta yang sebenarnya.

   "Almira.... "
Teriak seorang laki-laki dari ujung gerbang masuk kampus. Aku menoleh dan membalikan badanku.

   "Aqlah?"
Aku bingung. dan Aqlah menghampiriku.

   "Almira, aku minta maaf satu tahun lalu (Almira masih saja canggung melihat Aqlah ada langsung di hadapannya) aku tahu aku salah, dan aku mengerti jika masalah itu tidak di besar-besarkan lagi"
Aqlah terus saja melihati Almira.

   "Tidak dimininta pun, Aku sudah memaafkan kamu"
Almira bergegas pergi.

   "Almira... "
Aqlah kembali berteriak, (Tuhan aku harus move on dari Aqlah, kenapa ini? ada apa dengan hatiku?) Almira menoleh ke Aqlah.

   "I-iya?"
Almira berusaha menguatkan hatinya.

   "Tunggu!,"

   Almira berdiri tepat di hadapan Aqlah kembali, Aqlah sedang mengeluarkan sesuatu dari isi tasnya, dan saat itu Almira berusaha menenangkan dirinya.

   "Nih!"
Aqlah memberikan sebuah Undangan pernikahan, undangan berwarna merah ini langsung di berikan Aqlah kepada Almira.

   "Undangan pernikahan?"

   "Aku dijodohkan, dan lusa aku akan menikah di Amerika, oh ya aku bakal pindah kuliah ke Amerika, dan aku mohon aku ingin memulai hidupku, dan maafkan aku. Almira jujur ibu dan ayahku sangat marah dulu (Hati Almira hancur kembali karena mendengar pernikahan Aqlah, tidak bisa di pungkiri Almira belum move on dari Aqlah)  aku minta maaf"

   "Undangan ini? Amerika?"

   Pertanyaan Almira barusan tidak di jawab, Aqlah malah pergi begitu saja.

   "Jujur aku masih menyayangimu, Almira... " Aqlah menghapus air mata yang ada di ujung matanya dan melanjutkan langkahnya untuk pergi.

Sang Alumni Hati [Selesai]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang