BAB XXVIII

614 77 16
                                        

Ting!!!

Nong!!!

Atensi Minjae teralihkan dari ponsel yang sedang Ia mainkan. Dia beranjak dari tempat tidurnya, dan berjalan menuju pintu depan rumah untuk melihat siapa yang datang untuk bertamu.

Setelah mendapat pesan dari Minseo untuk berjaga-jaga tentang paket berantai tersebut, hampir setiap hari, Minjae bangun pagi untuk melihat kedepan pintu rumah. Pernah sekali Ia menemukan paket tersebut, dan seperti yang Minseo bilang! Minjae segera membakar paket tersebut dan kembali masuk ke dalam kamar.

Dan seingatnya, hari ini Ia baru saja membakar paket berantai tersebut. Apakah sekarang datang lagi? Jika iya, Minjae bisa menebak jika Eunbi pasti sudah sangat biasa dengan kedatangan paket tersebut.

"Cari siapa ya?"

Minjae dapat mendengar suara bibi Ahn yang baru saja bertanya pada orang yang datang, dan ya, mendengar dari suara orang tersebut, sepertinya Ia masih muda.

"Cari Eunbi, Bu, Kak Eunbi, yang ngajar di SMA Hwanggeum. Dia tinggal disini 'kan?"

"Tapi Non Eunbinya udah nggak tinggal disini lagi,"

"Kalau boleh tau sekarang tinggal dimana ya, Bu?"

Minjae mengernyitkan alisnya, siapa sebenarnya orang ini? Kenapa Dia ingin mengetahui dimana Eunbi tinggal sekarang. Mungkinkah Dia adalah orang yang selama ini mengirim paket berantai tersebut?

Mungkin Dia tau, jika paketnya selalu dibakar oleh dirinya ataupun Minseo, karena itu Ia berusaha untuk menanyakan alamat Eunbi sekarang, untuk mengirimnya kesana. Bisa jadi! Inilah alasan kenapa Minjae ditarik dalam satuan White Tiger, pemikirannya yang cermat membuat Tentara lain mengakui keberadaanya.

"Setelah nikah, Non Eunbi dibawa tinggal sama 'Den Jungkook. Kemarin sempet beberapi hari nginep disini, tapi udah pergi lagi."

"Eum, Bu, kalau boleh tau lagi, nama lengkap suaminya Kak Eunbi siapa ya? Trus pekerjaannya apa?"

Siapa sebenarnya orang ini?! Minjae dibuat kesal karena pertanyaannya yang terlalu mengusik kehidupan Eunbi. Terutama rahasia yang dirahasiakan seluruh keluarganya sekarang.

"Punya hak apa Anda untuk menanyakan hal tersebut!?" tanya Minjae dengan tatapan yang menikam.

Guanlin sedikit tersentak, mengerjapkan matanya beberapa kali sebelum menjawab pertanyaan dari Minjae. "Saya Guanlin, Kak. Anak didik Kak Eunbi," ungkapnya dengan senyuman yang terukir diwajahnya.

"Saya nggak nanya siapa nama anda," jawab Minjae dingin. "Yang saya tanya, apa hak anda untuk menanyakan tidak tentang Eunbi kesini? Trus, ada hubungan apa anda dengan adik saya?" tanya Minjae bertubi-tubi.

"Saya murid di sekolah yang diajar Kak Eunbi, saya kesini buat bertanya sesuatu tentang Kak Eunbi,"

"You can't!" jawab Minjae dengan cepat. "Anda ngerti 'kan namanya privasi? Jadi sesuatu yang berkaitan dengan Eunbi merupakan privasi dan tidak boleh ada orang asing yang tau."

Guanlin membatin, ternyata keluarga Eunbi memiliki emosi yang sama! Kadang bisa terlihat friendly, dan dalam waktu yang cukup singkat Mereka bisa berubah menjadi dingin menikam. Layaknya angin pergantian musim dingin ke musim salju, dingin hingga menusuk tulang.

"Saya rasa, anda nggak bakal dapet jawaban apapun disini. Jadi lebih baik anda pulang,"

Guanlin tau diri. Lagipula ini bukan rumahnya, karena itu Ia kembali tersenyum sebelum melangkah menjauh dari kediaman keluarga Kim. Saat sampai didepan motornya, Guanlin kembali melihat kearah Minjae. Orang itu, masih berdiri dengan aura mencekam yang menyelimutinya.

[7] Synchoréste | J.J.KTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang