Nice To meet you

836 67 1
                                    



Harry mencoba untuk menangkan Boruto yang tampak panik. Sebab karena Insiden itu, ayahnya pasti khawatir mengapa ia menghilang. Melihat wajah Boruto yang tampak panik, Harry Potter mencoba untuk mengelus-elus pundaknya Boruto. Mencoba menenangkan anak itu dari perasaan gelisah yang melanda dirinya.

"tenang dulu Boruto kau harus tenang."

"Ayahku pasti Khawatir Tuan Harry."

"Aku akan mengirim seekor burung untuk mengirim surat ke desa Konoha. Sekarang mari kuantar kau ke Hogsmade"

"lalu bagaimana dengan pekerjaanmu tuan Harry?"

"aku akan meminta izin pada Hermione untuk menemanimu"

Boruto tersenyum ketika Harry mengajaknya pergi untuk keluar dari kantor nan megah itu. Mencari keberadaan teman-temannya yang mungkin kini sedang mencarinya.

Hagrid berjalan mengelilingi kerumunan disekitar Diagon Alley. Banyak barang-barang baru yang baru saja tiba disini. Membuat Sarada menganga melihatnya.

"Seperti pasar ini sudah lama" Mitsuki mencoba untuk memprediksi usia pasar yang ia lihat.

"ia , pasar ini sudah ada saat aku masih kecil"

"apakah ini tempat yang pertama kali Harry kunjungi sebelum dia memasuki Hogwarts?"

"ia.................dari mana kau tau Mitsuki?" Hagrid tercengang ketika Mitsuki mencoba menebak-nebak .

"Aku melihat poster Harry disana. Harry Potter" dia menunjuk wajah si Poster yang ada gambar pria kacamata. Mereka langsung melihat kemana arah telunjuk Mitsuki. Hagrid menatap Mitsuki. Apa hubungannya tempat yang dikunjungi Harry sama poster. Membuat ia berkerut kening. Sarada mendekati poster yang terpampang disana. Ia melihatnya dari dekat. Ketika ia melihatnya , dia terkejut. Wajah yang dia lihat mengingatkan dia dengan desannya. Wajahnya sangat mirip dengan orang yang sangat fenomenal didesannya. Siapalagi kalau bukan Naruto uzumaki. Hanya saja yang membedakan adalah warna rambut dan goresan wajah , dan kacamata. Anehnya, wajahnya mirip sekali dengan Naruto. Dia menyentuh poster yang dia lihat.

"Apakah dia orang bernama Harry Potter ?"tanya Sarada untuk memastikan siapa yang dia lihat diposter kepada Hagrid.

"Of course"

"dia sangat mirip dengan Hokage ke 7. " kata Mitsuki.

"ia . hanya saja yang membedakan bekas luka,dan warna rambut. Kalau Hokage ke 7 memiliki bekas luka dibagian ke-2 pipi. Sementara Tuan ini memiliki bekas luka mirip dengan lambang petir" kata Sarada.

"kalau Boruto melihat ini bisa-bisa ini disangka ayahnya" kata Mitsuki. Sarada melihat mereka berdua. Mitsuki dan Hagrid. Dia mengerutkan keningnya ketika dia melihat mereka berdua.serasa ada yang kurang dalam perjalanan ini. Dia mencoba melihatnya lagi. Dan barulah ia sadari. Boruto kemana? Pantas terasa sunyi. Biasanya ketika dalam perjalanan yang paling heboh itu adalah Boruto.

"Hagrid , Boruto kemana?"

"uhm....ku rasa dia salah membaca mantra"

"APA???!!!!!!!!!!!!!!!!!!" mereka berdua kaget.

"dia menyebut Diagonally bukan Diagon-Alley. Kurasa anak itu terdampar disebuah tempat"

Mendengar itu Sarada langsung berlari mencari Boruto. Dia mencarinya ditengah kerumuan orang banyak. Mereka berlari dengan gaya yang tak biasa. Membuat orang-orang yang berada di Diagon-Alley menyaksikan mereka.hingga orang bertanya-tanya siapakah mereka.Sarada menyelidiknya dengan menggunakan mata Sharingan yang diwarisi dari klan Uchia. Kemana anak itu? Kenapa dia menghilang.Hagrid berusaha untuk mengejarnya. Tapi karena badannya yang besar membuatnya tak sanggup mengejar bocah itu. Untuk pertama kalinya Sarada khawatir secara berlebihan kepada seseorang. Terutama kepada Boruto. Membuat Mitsuki yang ikut-ikut menyusul Sarada tersenyum melihatnya.Sarada yang terkenal galak sama seperti Sakura mendadak lembut ketika dia mengkhawatirkan Boruto. Anehnya lagi Sarada menangis mengeluarkan airmata

"Kau sangat aneh Sarada."

Sementara Boruto mulai melakukan perjalanannya bersama Tuan Harry. Dia melihat sekelilingnya memakai topi kerucut.

"Wah keren sekali....."Ucap Boruto kagum

"ini adalah tempat yang aku kunjungi pertama kali bersama dengan Hagrid sebelum aku memasuki Hogwarts"

"Hogwarts. Tadi pergi kesana bersama dengan Hagrid"

"Hagrid??"

"ia..aku tinggal bersama Hagrid. Dari jauh rumahnya sangat kecil. Tapi ketika masuk kedalam ternyata rumahnya sangat besar. Membuatku betah berlama-lama tidur disana."

"bagaimana kabar Hagrid? Aku sudah lama tidak bertemu dengannya saat aku sibuk dikantor lembaga kementrian Sihir"

"Hagrid sangat merindukan mu Tuan Harry. Mampirlah ketempatnya sesekali"

"uhm....rencanannya aku bersama dengan dengan dua orang temanku ingin ketempat Hagrid. Terlebih lagi aku sudah menganggap Hagrid sebagai ayah angkatku. Namun sepertinya aku harus menundanya. Karena aku mendengar dari Sasuke Uchia bahwa Lord Voldemort bangkit dan dia bekerja sama dengan Momoshiki untuk menghancurkan desa kalian. Voldemort, aku harus memberi pelajaran kepada pria tak berhidung itu"

"Voldemort mencampakan kami kesini. Oleh mantra yang sulit aku ucapkan"

"Harmonia Nectere Passus. Aku sudah mendengarnya dari Sasuke. Dia membuangmu bersama dengan teman-temanku kesini-kan?"

"yah begitulah. Lidahku agak sulit untuk mengucapkan. Tuan Harry Potter. Kau harus melenyapkan Voldemort segera sebelum dia membunuh ayahku"

Harry Potter menatap anak itu dengan tajam. Dia menghela nafasnya. Penyihir jahat itu, tidak bosan-bosannya mengganggu hidup orang lain.

"Boruto !!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!" dia mendengar suara anak perempuan memanggil namannya. Dia menoleh kebelakang. Sarada, Mitsuki dan Hagrid yang lari terbirit menyusul dua bocah yang berlari seperti ada angin yang menjadi tumpuan dikaki bahan bakar yang terletak dibawah tapak kaki mereka. Inilah yang membuat Hagrid kewalahan menyusul mereka. Dari jauh dia melihat sosok yang dia rindukan. Seseorang yang dia anggap seperti anak sendiri. Dan anak itu sudah dewasa semenjak dia menjadi seorang ayah .

"Sarada ?!!!"

"Kau kemana saja aku mengkhawatirkanmu" kata Sarada memasang wajah cemas.

"Aku tadi tersesat dan salah mengucapkan mantra. Oh iya, Mitsuki , Sarada aku ingin memperkenalkan kalian"

Boruto memperkenalkan seorang pria berkacamata. Membuat Mitsuki dan Sarada terkesima melihatnya saat dia dihadapkan langsung dengan orang yang barusan mereka lihat lewat poster disepanjang wilayah Diagon-Alley.

"Kau benar-benar mirip dengan Hokage-sama" kata Mitsuki tidak percaya.

"Hokage??!" Harry bingung ketika Mitsuki menyebut sebuah kata yang tidak pernah dia dengar selama berada disekitar wilayah penyihir.

"maksudnya dia membicarakan ayahku. Naruto Uzumaki"

"Uhm. Namaku Harry James Potter. Orang memanggilku Harry Potter"

"Aku Sarada Uchia....."

"Aku Mitsuki"

"SENANG BERKENALAN DENGANMU"

NOTE:

sebenarnya aku bikin Fan Fiction ini karena aku suka dengan mereka . Harry dan Naruto. makannya aku bikin agak beda. maaf tulisan saya masih acak kadul...so selamat membaca. semoga BErpaEdah .....

uzumaki PotterTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang