~~Happy Reading~~
.
.
.
Taekwoon PoV
Setelah berhasil menggiring seluruh wargaku memasuki wilayah istana, aku kembali ke istana bersama dengan para pengawal kerajaaan. Masih terbayang di otakku saat melihat kedua orang tuaku terbaring kesakitan, akh! Aku sangat membenci para makhluk sialan itu.
Tok
Tok
"Emm..apakah aku mengganggu kalian?" aku menolehkan kepala menuju ke sumber suara. Ya Dewa, bagaimana bisa aku—Aish! Aku lupa jika aku memasangkan pengangkal aura kepadanya, lalu bagaimana jika ia mendengar semua obrolanku bersama Jokyun ahjussi tadi?
"Ahh.. Hakyeonie, tentu saja tidak. Kemari lah," tuturku lembut. Ia terlihat menurunkan pandangannya dan berjalan mendekatiku. Sebelum ia sampai di hadapanku, aku mengalihkan pandanganku menatap Jokyun ahjussi dan mengisyaratkannya untuk tidak kembali menyinggung pasal portal menuju ke Bumi. Kurasa ia tidak mendengar semuanya tadi, syukurlah..
Mengerti maksudku, Jokyun ahjussi membungkukkan kepalanya dan beranjak meninggalkan kamarku. "Ah, maaf, Panglima Tae. Taekwoonie, bisakah ia tetap di sini?" Aku menatapnya bingung, untuk apa ia berkata seperti itu. "Kumohon, ada sesuatu yang harus aku katakan kepada kalian," pintanya. Tentu saja aku tak dapat berkata tidak, bagaimana bisa aku melarangnya setelah ia memohon dengan tatapan sesendu itu.
.
.
.
Setelah mendengar semua cerita Hakyeon, amarah tak dapat kubendung lagi. Makhluk hina itu! akh, tidak dapat dibiarkan. "Woonie ya, tenanglah.. kumohon tenangkan dirimu," lirihnya memelukku erat. Aura kemarahanku pun perlahan hilang, tidak seharusnya aku terpancing emosi sekarang, aku harus dapat berpikir jernih.
"Maafkan aku, Yeonie." Ia menjauhkan tubuhnya dan tersenyum menatapku. "Maaf, Pangeran. Jika keadaannya memang seperti ini, kita harus segera pergi untuk menghentikan ritual tersebut," ucap Jokyun ahjussi mengintrupsi.
Aku menatapnya sejenak, lalu mengangguk. "Kita akan pergi sekarang juga, cepat panggil para pengawal terhebat kita," perintahku. "Tidak, Woonie! Kau tak bisa melakukan hal itu," cegah Hakyeon mengalihkan atensiku.
"Kenapa?"
"Lebih banyak yang ikut akan membuat mereka lebih mudah mengetahui keberadaan kita, lagipula Wongeun berkata jika nanti tidak akan ada yang dapat membantumu selain Panglima Tae, Wongeun, dan juga..aku," jelasnya.
Ucapannya sontak membuatku menggeleng-gelengkan kepala. "Tidak, kau tidak akan ikut, Yeon ah. Ini terlalu berbahaya," cegahku berusaha membuatnya percaya. "Tapi, kenapa kita tak menggunakan semua yang ada saja, itu akan lebih efektif. Lagipula, hanya kita berempat saja yang dapat melewati batas wilayah, tidak ada yang lain," belanya lagi.
Aku meletakan kedua tanganku di bahunya. "Tidak, Hakyeonie. Kau adalah segalanya bagiku, aku tidak akan membiarkan apapun terjadi padamu," cegahku lagi. Aku tak akan membiarkanmu menolongku, Yeon ah. Aku tak ingin terjadi sesuatu yang tidak dapat aku prediksikan nanti.
Taekwoon PoV End
.
.
.

KAMU SEDANG MEMBACA
I CAN
FantasySeorang manusia yang seenaknya datang ke duniaku dan masuk ke kehidupanku. Sosok yang membuatku mulai mengerti, seorang pangeran itu juga makhluk hidup. Makhluk yang tak dapat hidup tanpa orang lain. Ia mengajarkanku apa makna dari kata bahagia. I...