"Mampus, ember bocor yang denger!"
Rosie menelan air liurnya, lalu melirik Lisa yang baru saja menggumamkan kalimat tadi. Dengan gerakan kaku, gadis itu lalu menoleh ke belakang berusaha memasang wajah biasa saja. Sementara itu, Lisa dan Jennie sudah lebih dulu menatap ke arah pemilik suara tadi.
"Ha? Ocie suka sama siapa, Na?"
Jungkook yang entah sejak kapan sudah berdiri di dekat kursi Chanwoo juga menoleh, ke arah yang sama dengan yang ditatap Rosie, Lisa dan Jennie.
Ada Hana di sana. Dengan wajah bodoh, melongoh tak percaya menatap Rosie.
Dapat mereka lihat, Hana mengerjap, lalu melempar tatapan tajamnya pada Jungkook. "Brisik lo, badak. Pergi sana!" ucap Hana sambil menggerakan tangannya, mengusir Jungkook.
Jungkook sendiri merengut, lalu melempar tatapannya pada Rosie yang masih diam. "Lo suka sama siapa, Ci?" tanyanya kemudian.
"Ck, kenapa lo harus tahu, sih? Pergi sana!"
Tapi, bukan Rosie yang menjawab karena itu suara Hana. Gadis itu bahkan sudah maju ke arah Jungkook lalu mendorong lelaki itu agar menjauh. Dan Jungkook yang pasrah, hanya bisa mengumpat sebelum pergi dengan kekesalan luar biasa pada Hana.
Setelah mengusir Jungkook, Hana menoleh, melempar tatapannya pada Rosie, Lisa dan Jennie yang kini menatapnya. Gadis itu lalu menghela nafas sebelum melompat kecil lalu mengambil tempat duduk di kursi Yunhyeong yang ada di sebelah kursi yang diduduki Jennie. Tatapannya lalu berubah menjadi tatapan tak percaya, menatap Rosie tepat, membuat bukan hanya Rosie, tapi Lisa dan Jennie juga risih.
"Ck, ke-kenapa sih, lo?" tanya Rosie yang jelas salah tingkah.
Sebenarnya, ia sedang takut. Takut pada Hana? Tidak. Lebih tepatnya pada mulut ember Hana. Kan tadi, cewek cerewet itu yang dengar percapakan mereka. Terlebih bagian super penting saat Lisa nanya dengan bego dan Jennie jawab dengan gemas.
"Lo beneran suka sama si kutil biawak?"
Pertanyaan Hana membuat Rosie ingin memakinya. Kok Hana nyebut Junhoe nya gitu sih? Junhoe kan ganteng, masa disamain sama kutil biawak?!
"Gak!" jawab Rosie tegas.
Hana masih menatap Rosie dengan durasi waktu lama, kembali membuat Rosie diselimuti berbagai perasaan tak enak.
"Yaelah, lo pikir gue budeg apa?!" ucap Hana dengan gaya sinisnya. "Telinga gue masih sangat bagus, kemaren gue abis ke dokter THT," lanjutnya setelah itu.
Gadis itu lalu menegakan posisi duduknya, menatap ketiga gadis lain itu dengan tatapan menyelidik.
"Kenapa lo gak mau ngaku sama gue?" tanyanya lagi sambil menatap Rosie tepat.
Karna mulut lo ember.
Kalau Rosie bisa, ia akan menjawab Hana seperti itu.
Yaiyalah! Hana tuh sebenarnya bukan ember, tapi dia tuh kelewat jujur. Apa yang dia tahu bakal dia kasih tahu. Sampai detail-detailnya. Tanpa kurang satu apapun. Gimana kalau Hana ngasih tahunya sama Junhoe? Oke, Hana emang bukan tukang gosip kayak Yuju sama Nayeon, tapi dia kan segeng sama Junhoe. Komplotan bolos berjamaah sama Chanwoo, Bobby sama Jungkook. Kan bahayanya lebih besar.
"Gue gak akan ngomong sama si kutil, kali," celetuk Hana lagi saat Rosie dan yang lainnya masih diam tanpa kata.
"Yang benar?" tanya Lisa cepat. Gadis itu kini melempar Hana dengan tatapan tak yakinnya.
"Iyalah!" jawab Hana cepat.
"Kenapa?" kini giliran Jennie yang bertanya. Rosie sendiri masih diam, membiarkan kedua temannya untuk mengintorgasi si cerewer satu itu.
KAMU SEDANG MEMBACA
Fake Enemy (Junhoe-Rose)
Fiksi PenggemariKON School Life (New Version) Junhoe kerjaannya ribut mulu. Dan Rosie adalah yang paling gak suka kalo dia mulai ribut. Tapi, kok lama-lama mereka jadi keliatan manis ya? Harap meninggalkan jejak untuk menghargai setiap karya yang ditulis. YoaMaria
