{14} When Ardan See Gita

418 46 18
                                    

Ardan POV

Fragita Deviana Pramurdito

Wanita itu sukses membuatku penasaran. Sebuah kasus mengerikan telah mempertemukan kami berdua.

Sebenarnya bagiku kasus itu tidak terlalu mengerikan juga sih, karena aku sudah terbiasa berjumpa dengan berbagai kasus yang lebih mengerikan daripada itu.

Aku jatuh cinta padanya sejak pandangan pertama.

Kejadian kala itu,

"Dengan saudari Fragita Deviana yang melaporkan kejadian?"

"I-iiya."

"Karena anda adalah satu-satunya saksi terhadap kejadian ini, anda diminta ikut ke kantor kami untuk dimintai keterangan."

"Maaf, tapi ini sudah larut malam dan saya harus segera pulang."

Oh ya Tuhan!! Dia terlihat sangat seksi sekali ketika dia menelan salivanya sendiri.

Sorot matanya yang tajam telah memikat hatiku.

Katakanlah aku berlebihan atau apalah, karena tidak sepantasnya seorang pria dewasa sepertiku merasakan jatuh cinta lagi layaknya cinta remaja.

Tapi entah kenapa sejak bertemu dengannya diriku terasa kembali seperti ke masa remaja lagi.

Aku suka sikapnya ketika dia menolak pendapatku, setiap kali mengajakku berdebat.

Aku mulai mengingat beberapa kejadian dengannya yang takkan ku lupakan.

"Tugas anda disini adalah hanya perlu mengikuti perintah! Mengerti?!"

"Anda jangan seenaknya membentak saya! Anda kira saya mau melihat kejadian mengerikan seperti itu!"

Dia memang sangat cantik. Entah kenapa kecantikannya bertambah ketika dia sedang marah. Maka dari itu aku sangat senang bedebat dengannya.

Aku bisa memanfaatkan profesi ku sebagai seorang polisi untuk selalu bertemu dengannya lagi.

"Bu Gita, apakah anda sudah siap?"

"Jangan pernah anda sekali-kali memanggil saya dengan sebutan bu!"

"Baiklah nenek Gita, apakah anda sudah siap?"

"Bapak ingin proses penyelidikan segera terlaksana bukan? Maka cepat lakukanlah!"

"Baiklah, ayo ikut saya ke ruang interogasi."

ISSUESTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang