Ini adalah hari kelima Gita bekerja sebagai pengurus kucing di rumah bu Nayla. Untungnya sejauh ini kucing-kucing bu Nayla yang dirawat olehnya masih nampak baik-baik saja.
Gita menjalankan tugasnya dengan senang hati, tidak merasa terbebani. Karena ia sendiri juga lebih sering bersantai-santai ria di rumah bu Nayla. Jadi sebenarnya dialah yang merasa sangat diuntungkan disini.
Makanan dan minuman tersedia lengkap, tinggal dimakan ataupun diolah jika ia ingin memasak. Rumah luas, fasilitas lengkap. CD film sangat lengkap, entah apa tujuan bu Nayla mengoleksi kaset-kaset film populer itu. Yang jelas ia merasa sangat beruntung bisa dipekerjakan disini. Rasanya ia ingin beralih profesi saja menjadi pembantu keluarga Bimantara. Namun, berarti nanti ia akan lebih sering bertemu dengan Ardan dong?
Ah tidak jadi lah.
"Kau kenapa?" tanya Ardan tiba-tiba ketika Gita sedang menyirami tanaman di halaman. Gita baru sadar karena daritadi ia berkhayal sendiri sambil menyirami tanaman. Ardan yang juga sedari tadi tengah memperhatikan dirinya pun melihat perubahan ekspresi wajah Gita yang sangat aneh. Oleh sebab itu ia bertanya kepadanya.
"Kenapa kamu suka sekali hadir secara tiba-tiba?"
Ardan pura-pura berpikir. "Kenapa ya? Aku juga tidak tahu."
"Ada perlu apa kamu menghampiri ku?"
"Memangnya kenapa?"
"Kehadiranmu hanya bisa merusak mood ku saja."
"Kenapa begitu?"
"Because you always come with issues."
Ardan mengangkat sebelah alisnya, lalu ia terkekeh. "Kau berpikir seperti itu?"
Gita hanya memutar bola matanya.
"Namun pada kenyataannya, kehadiranku justru untuk menyelamatkan dirimu 'kan? Sudah sepatutnya jika kau menyebut diriku sebagai my hero,"
Gita tidak meresponnya, ia malah justru hendak menyiram Ardan dengan selang yang kini tengah digunakannya untuk menyirami tanaman.
Byurr...
"Hey hey hey! Hentikan!"
Ardan belum dapat dikatakan basah kuyup, namun siraman air yang diberikan oleh Gita itu cukup membuat rambutnya lepek.
"Apa yang baru saja kau lakukan?!" kesal Ardan.
"Kau terlalu banyak bicara! Aku penat sendiri mendengarnya."
"Dasar kau ini!"
"Sebenarnya apa tujuanmu kesini? Bukankah kamu selalu sibuk mengurusi kasus-kasus? Bagaimana kabarnya kasus Farid, tersangka yang berhasil melarikan diri itu?"
"Ya aku memang selalu sibuk. Kedatanganku kemari yaitu ingin mengajakmu untuk pergi makan malam di luar nanti. Apakah kau mau?"
"Ada tidak ya pasal yang mengatur tentang seorang polisi dilarang untuk berkencan dengan saksinya? Jika ada, aku ingin mengucapkan apa yang dikatakan dalam pasal itu kepadamu."
"Sayangnya tidak ada. Lagipula aku hanya ingin mengajakmu untuk makan malam, bukan berkencan. Atau kau justru ingin kita berdua benar-benar berkencan?"

KAMU SEDANG MEMBACA
ISSUES
عاطفية"Mereka bilang cinta bisa dimulai dalam 0,2 detik. Yang aku butuhkan adalah 0,2 detik untuk jatuh cinta. Ini disebut cinta pada pandangan pertama. Makanya aku akan mengaku bahwa aku mencintaimu. Bahwa kau adalah hadiah, cinta, dan takdirku." -Noh Ji...