{24} Last Day

312 38 14
                                    

"Ya! Terus!" Gita terus berseru antusias ketika tonjokan atlet tinju yang ia jagokan mengenai tubuh si lawannya.

Pandangannya tak bisa lepas dari layar televisi, sambil memyantap sebungkus snack yang sempat ia ambil dari dapur tadi.

"Ah kenapa meleset sih?!"

"Nah bagus!"

"Ya bagus sekali, bung!"

Gita terus berseru sambil menonjokan tangannya ke udara seolah-olah dialah yang berada dalam pertandingan tinju tersebut. Padahal ia menonton sambil duduk, tapi dirinya nampak seperti cacing kepanasan karena terlalu semangat menontonnya.

"Mantap!"

"Ya seperti itu!"

"Bagus seka--"

Kehadiran sosok yang amat menyebalkan membuat Gita tiba-tiba merasa tidak mood lagi menonton pertandingan itu.

"Sejak kapan kau menyukai acara pertandingan tinju?"

"Sejak aku punya niat untuk membunuhmu!"

Bukannya ketakutan, pria itu justru mengulum senyum seolah menahan tawanya.

Sebenarnya Gita tidak punya niatan untuk membunuh Ardan. Ia hanya asal bicara saja, karena ia sudah terlalu kesal dengan polisi itu. Untuk saat ini sih belum, tidak tahu deh kalau nanti.

Ardan ikut duduk, dan menonton acara pertandingan tersebut. Gita yang melihat Ardan tiba-tiba duduk di sebelahnya pun merasa risih. "Ngapain kamu disini?"

Ardan menoleh kepada Gita yang duduk tepat disebelahnya. "Aku hanya ingin menonton, memangnya salah?" ucapnya sambil mengedikkan bahu.

Gita berdiri, ia sudah benar-benar tidak mood menonton acara pertandingan itu lagi sejak Ardan datang. Ia pun segera beranjak pergi dari tempat itu.

"Hey kau mau kemana?" tanya Ardan.

Gita berhenti sambil mendesah pelan, lalu menoleh. "Lebih baik aku membereskan barang-barangku saja! Aku sudah tidak mood lagi menonton itu."

"Ayolah! Kau ingin minggat dari rumah ini hanya karena aku ikut bergabung menonton acara yang sedang kau tonton?"

Gita mengacuhkannya dan langsung melanjutkan langkahnya. Sebenarnya ia ingin membantah ucapannya Ardan, tapi ia merasa itu percuma dan hanya membuang-buang waktu saja. Apakah dirinya tidak tahu jika nanti malam kedua orang tuanya akan pulang?

Dengan kembalinya bu Nayla, maka selesailah pekerjaan Gita disini. Bu Nayla baru mengabari dirinya tadi pagi melalui pesan singkat. Itu tidak menjadi masalah bagi dirinya. Mungkin saja ia sedang sibuk jadi tidak sempat untuk meneleponnya 'kan?

Ardan menonton pertandingan itu sendirian, sebenarnya ia sendiri tidak menyukai acara seperti itu. Ardan merasa tertarik karena melihat Gita yang tadi dengan asyiknya menontonnya.

Sebenarnya apa serunya sih nonton acara seperti ini?

Lantas karena bagi Ardan tidak ada hal yang menarik dari acara pertamdingan itu, ia segera mematikan tv. Ardan hendak bangun, tapi niatnya terhenti sejenak karena tiba-tiba ponsel yang berada dalam saku celananya berdering, menandakan ada pesan masuk.

Pesan masuk itu berasal dari mamahnya. Mamahnya baru saja mengabari dirinya bahwa mereka berdua hari ini akan pulang, dan nanti malam baru akan tiba di bandara. Jadi ia meminta Ardan untuk menjemputnya nanti malam.

Oh jadi itu alasan dia ingin membereskan barang-barangnya?

ISSUESTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang