{17} Temporary Job

408 45 8
                                    

Bandara Soekarno-Hatta
06:15 WIB

Hari ini, tepatnya pada pagi ini adalah hari keberangkatan bu Nayla menuju ke kota ia di tugaskan. Bu Nayla akan pergi bersama dengan suaminya.

Gita, sebagai orang kepercayaan bu Nayla pun diperintahkan untuk menemui beliau di bandara.

Tak lupa juga dia kemari dengan membawa sebuah koper yang berisi pakaian serta peralatannya untuk menetap di rumah bu Nayla selama seminggu ke depan.

Niatnya setelah dari bandara, dirinya akan langsung menuju ke kediaman bu Nayla.

"Saya akan kembali seminggu lagi, tolong kamu jaga kucing saya baik-baik ya. Jangan lupa jaga kesehatan dirimu."

Pesan bu Nayla seolah-olah dia adalah orang tua yang hendak meninggalkan anak kesayangannya.

"Kucing-kucing saya biasanya mandi sehari sekali pada pukul 8 pagi. Kucing saya juga makan 2x sehari, stok makanannya ada di rak yang bewarna ungu. Jadwal makan kucing saya itu biasanya pukul 10 pagi dan 8 malam. Tolong ingat itu baik-baik ya, Git."

"Baik bu."

Gita pun hanya bisa mengangguk menandakan bahwa ia akan melaksanakan segala perintah dari bu Nayla.

Setelah itu, bu Nayla memberikan kunci yang seperti itu adalah sebuah kunci rumah milik beliau.

Lantas Gita segera menerimanya, dan setelah itu Gita langsung mencium punggung tangan bu Nayla dan juga suaminya.

"Segala keperluan sudah kami persiapkan untuk kamu. Kami sudah menyediakan segala makanan, dan perlengkapan lainnya yang sekiranya dapat memenuhi kebutuhan kamu selama tinggal di rumah kami untuk seminggu ke depan. Jadi, jangan sungkan-sungkan untuk mengambilnya ya," ucap suami bu Nayla panjang lebar.

Bu Nayla ikut menambahkan. "Oh ya, kamar untukmu terletak di lantai dua. Kami sudah bereskan agar kamu nyaman tinggal disana."

"Baik bu, terima kasih. Semoga kalian berdua selalu mendapat perlindungan dari Allah."

"Aamiin," ucap mereka berbarengan.

"Perhatian, para penumpang pesawat Garuda Indonesia dengan nomor penerbangan GA328 tujuan Surabaya dipersilahkan naik ke pesawat udara melalui pintu A12."

Suara yang sangat menggema yang menyelimuti seluruh sudut penjuru bandara itupun telah membuat kami terkesiap.

"Yaudah kami berangkat dulu ya, Git."

"Hati-hati di jalan ya, bu, pak."

"Kamu juga hati-hati ya," sahut suaminya bu Nayla.

Gita mengangguk, lalu bu Nayla beserta suaminya itupun melangkahkan kakinya menuju ke arah pesawat yang akan dinaikinya.

Kemudian sepasang insan yang kini telah menjadi majikan Gita selama seminggu ke depan sudah hilang dari pandangannya.

Setelah dipastikan pesawat kedua majikan Gita tersebut sudah take off, Gita langsung bergegas meninggalkan bandara dan segera pergi menuju kediaman bu Nayla menggunakan taksi.

Gita sempat ragu-ragu, karena sebelumnya dia belum pernah ke rumah bu Nayla sekalipun. Dia takut jika nanti ia akan nyasar dan tersesat karena tidak dapat menemukan letak rumah bu Nayla.

Namun berkat kepercayaan dirinya yang cukup tinggi, pada akhirnya ia berhasil menemukan letak rumah bu Nayla. Tetapi sebenarnya bukanlah Gita yang menemukan rumah bu Nayla, namun karena ketelitian sang supir taksi lah yang menyebabkan dia tidak harus mengeluarkan uang dengan berlebihan untuk membayar argo taksi jikalau nanti ia tersesat.

ISSUESTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang