14

224 12 0
                                    

Rasa sesak didadaku semakin menjadi.

Oh tuhan ada apa?

Haruskah hari ini?

Haruskah?

Berawal kepergianku semalam kesuatu tempat disitu asmaku kambuh.

Biasanya memang seperti itu.

And see? Dia hilang dengan sendirinya.

Bergantilah otak bagian belakangku yg sakit.

Bahkan selang beberapa jam perut bagian kananku sampai kepinggang terasa ngilu.

Ya aku menderita asma dan juga ginjal.

Huft menyakitkan memang.
Ketika kau harus memendamnya sendiri.


"Araa kamu kuat,kamu kuat sayang"



Lagi? Bisikan malaikat itu datang.

Selama ini. Setiap malam.
Hanya ialah yg memberiku kekuatan.

Ketika smua terlihat peduli namun kenyataannya hanya omong kosong belaka.

Dimana kau selama bertahun2 lamanya menyimpan smuanya sendiri.

Dan menjadikanku orang tidak peduli.

Terkadang aku berfikir.

Hell yeah bae araa!

Kau pada dirimu sendiri saja tidak peduli.

Lalu mengapa orang2 harus peduli? Bodoh!

Stiap aku merasakan sakit yg teramat.

Aku pasti akan pergi kebalkon apartemenku.

Sengaja aku memilih lantai lumayan tinggi.

Agar jika aku lelah aku bisa lompat,ah becanda.

Agar jika aku sedang menikmati 'mereka' ya 'mereka' apalagi kalo bukan penyakit sialan yg mengidap ditubuhku.

Aku bisa tenang.

Kuhirup udara dimalam hari.

Sehingga rasanya paru2ku diperas.

Rasanya semakin sakit.



"Tuhan bantu aku."
-gumamku sembari memejamkan mataku.




Tak terasa. Airmataku kembali menetes.

Bukan karna sakitnya.
Hanya karna kenyataan belaka saja

Namun aku senang.
Senang karna orang menganggapku baik2 saja.

Senang bisa menyembunyikan segala. Dan brekting layaknya artis ternama.

Huft.

Kuhembuskan kembali nafasku.

Menghibur diri sendiri seperti ini bukanlah menyenangkan




"Kau tau sayang?jika kau selalu seperti ini kami terluka melihatnya. Percayalah diluar sana banyak yg menyayangimu. Termasuk kami. Bedanya kami sudah tidak dapat merengkuhmu kedalam pelukan. Tapi mama bisa merengkuhmu dalam ketenangan. Berjanjilah untuk tetap bersayap dan tetap terang di hadapan orang2  jangan meredupkan segalanya. Apa lagi samapai mempunyai pikiran menyusul kami. Smua memang terlihat begitu sulit. Namun jika kau melewatinya dengan baik. Mama yakin kau bisa. Kau anak kuat. Kau anak pintar. Bahkan mama yakin kau bisa melewatinya. Mianhae chagi. Eomma jeongmal mianhae.
Maaf karna mama terlalu dini meninggalkanmu. Bahkan mama tidak ada disampingmu disaat seperti ini. Tapi harus satu yg kau ingat. Mama menyayangimu melebihi apapun. Dan mama selalu ada disisimu. Meski raga kita terpisah. Percayalah. Ada mama dihatimu. Yg akan selalu mendengar smuanya. Tersenyumlah sayang. Saranghae."




DAMN LIFE! (NC) (END)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang