PART 12 - AN EXPLAIN

11K 1.2K 233
                                        

Bisa kali komennya 150+ wkwk
Yang bawel aja dah pokoknya
Jgn spam tapi, biar gue gampang balesinnya:)

oOo

Karena hujan tak kunjung berhenti, Iqbaal memutuskan untuk membawa istrinya langsung pulang ke rumah.

Tadinya kalau hujan reda, Iqbaal ingin mengajak (Namakamu) makan malam dulu sebelum pulang ke rumah. Tapi apa daya. Iqbaal takut istrinya itu kelelahan dan malah membuatnya sakit. Apalagi setelah tadi dirinya sempat kehujanan pula, pasti (Namakamu) akan memaksa untuk pulang dengan dalih Bi Sumi bisa memasak makan malam untuk mereka berdua.

Setelah menghabiskan beberapa saat untuk membersihkan diri dan berganti pakaian, (Namakamu) yang selesai lebih dulu memutuskan untuk turun ke bawah. Bi Sumi pasti sedang sibuk menyiapkan makan malam. Apalagi setelah tahu Iqbaal tidak lagi melarangnya memasak, (Namakamu) semakin semangat untuk datang ke dapur dan membantu Bi Sumi lebih banyak daripada sebelumnya. Rasanya menyenangkan. Dia merasa sudah menjadi seorang istri sepenuhnya.

Satu persatu makanan diletakan di atas meja. Tidak banyak memang yang dimasak untuk malam ini. Tapi (Namakamu) bisa pastikan semua ini tidak akan kekurangan.

Dinner’s ready?”

Iqbaal datang ke ruang makan bersama harum tubuhnya yang berpadu kuat dengan aroma makanan yang lezat. (Namakamu) menolehkan kepalanya sekilas lalu kembali sibuk menyiapkan piring untuk alas mereka makan.

Almost ready. Just have a sit, Sir!” Jawabnya sambil tertawa kecil.

So, kamu masak ini semua?” Tanya Iqbaal. Menerima piring dari (Namakamu) untuk kemudian diisi nasi secukupnya dan beberapa lauk pauk.

No.” (Namakamu) mengambil piring untuknya sendiri dan duduk di kursi. “Bi Sumi still dominant. Aku masih harus adaptasi lagi sampe akhirnya semua makanan aku yang masak.”

You work so hard, Babe.” Respon Iqbaal kemudian. “But I’d love everything you cooked for me.”

Senyuman konyol itu tampak lagi di wajahnya yang rupawan. (Namakamu) selalu ingin tertawa melihat bagaimana menggemaskannya senyuman itu. Seperti anak kecil yang menyayangi ibunya karena telah memberikan lima bungkus permen rasa buah-buahan.

Thanks, Husband.” (Namakamu) tersenyum. “You really know how to make me happy.”

That’s my suppose, Love.

oOo

Pillowtalk as usual.

Mungkin ini bagian favorit (Namakamu) setelah menikah. Ternyata mengobrol ketika hendak tidur itu sangatlah menyenangkan. Baik dirinya dan Iqbaal sama-sama sedang berada dalam situasi yang nyaman. Tidak terbebani oleh pekerjaan kantor. Tidak terbebani oleh pekerjaan rumah. Semua pikiran itu sudah hempas entah kemana. Hanya tersisa empty-space untuk mendapatkan full of confident dalam diri mereka satu sama lain.

Well, mengantuk itu pasti. Tapi (Namakamu) selalu yakin, Iqbaal akan meladeni setiap ucapan yang keluar dari bibirnya meski suaminya itu sudah sangat mengantuk. Setidaknya, satu atau dua pertanyaan bisa terjawab supaya tidak menimbulkan salah paham di kemudian hari. Maybe this such as their personal moment. No one can’t disturb them at their private room. Jadi (Namakamu) bisa menanyakan apapun termasuk tentang masa lalu Iqbaal yang sangatlah private.

So, Baby?” Iqbaal keluar dari kamar mandi dengan bau mint yang menguar dari mulutnya ketika mencium pipi (Namakamu). “You sleepy?”

My Perfect HappinessCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang