PART 17 - ABANDONED

9.7K 1.2K 76
                                        

KU PERSEMBAHKAN PART INI BUAT KALIAN PARA ANAK-ANAK GC PECINTA IQQI YG SUKA NGOMONGIN MPH DAN SANAK SODARANYA

coba yg ngerasa muncul dong di komen wqwq

oOo

Entah mengapa (Namakamu) merasa sedih sekali hari ini. Diluar sana mungkin matahari mampu bersinar terang memancarkan cahanya seolah mengumbar kebahagiaan. Tapi di dalam sini, dalam jiwanya, (Namakamu) seperti dihempas begitu saja dan meninggalkan perasaan hampa. Tidak tahu kapan ini akan berakhir. Yang pasti, (Namakamu) tidak mau begini terus meski dia tidak tahu cara menghilangkan perasaan sedihnya.

(Namakamu) menarik napasnya kasar. Kegiataannya seharian ini hanya tiduran di kasur. Menatap keluar jendela, berselancar di dunia maya, menonton televisi di kamarnya, melihat keluar jendela, benar-benar membosankan. Bahkan selama dua puluh menit terakhir ini (Namakamu) hanya melakukan kegiatan mengubah posisi tidur.

Sembari tengkurap, (Namakamu) menatap boneka beruang besar miliknya dan menatap penuh kesedihan.

“Hmm, sedih..” (Namakamu) menjatuhkan kepalanya pada boneka dan menenggelamkan wajahnya disana.

“Kok lo nggak bilang sih mau nginep di rumah bokap nyokap lo?”

(Namakamu) langsung menarik kepalanya keluar ketika mendengar suara seseorang di kamarnya. “SALSHA?!” Katanya agak histeris.

Perempuan bernama Salsha itu tersenyum. Dengan sekantung keresek putih di tangan kanannya, Salsha menghampiri (Namakamu) yang sudah lama tidak ditemuinya itu, lalu duduk di tepian kasur. “Kenapa sih? Kusut gitu wajahnya.” Tanya Salsha. (Namakamu) hanya mencebikan bibir sebagai respon

“Nih, gue bawa cemilan kesukaan lo.” Salsha menyerahkan keresek yang dibawanya tadi pada (Namakamu). Tentu saja pemberian Salsha itu langsng mendapat ekspresi ceria di wajah sang penerima.

“Eh? Demi apa lo beliin gue makanan?” Decak wanita itu tidak percaya. Lalu menatap Salsha dan langsung mengubah posisi tengkurapnya menjadi duduk sila di atas kasur.

Salsha mengangkat kedua kakinya ke atas kasur, lalu menekuknya dan duduk dengan posisi kaki menyila. “Ck, giliran gue baik aja lo gumoh.”

(Namakamu) yang sibuk mengeluarkan isi dalam keresek, melirik ke arah sahabatnya sekilas untuk memberikan sebuah cengiran. “Hehe...makasyii Calcaa! Terbaik deh.” Pujinya dan kembali sibuk memilih makanan apa yang ingin dia makan. Semua ini, benar-benar favoritnya. Salsha memang selalu mengerti apa yang (Namakamu) sukai. Dan selalu datang di saat yang tepat.

“Habisin ya semuanya. Biar kuat lo ditinggal laki pergi ke Paris tiga hari tiga malem hahaha..” Ujar Salsha meledek tanpa lupa diakhiri gelak tawa.

Tentu saja hal tersebut mendapat delikan tajam dari (Namakamu). Baiklah, anggap saja dirinya kekanakan. Tapi ditinggal pergi keluar negeri oleh Iqbaal selama tiga hari seperti ini memang tidak enak. Iqbaal baru berangkat tadi pagi. (Namakamu) tentu ikut mengantar ke bandara. Ketika mereka berpisah di bandara, (Namakamu) masih merasa baik-baik saja. Karena ia pikir, tiga hari tidaklah lama. Lagipula, Iqbaal kesana pun untuk urusan kerjaan. Bukan liburan.

Tapi ia salah. Ketika pulang ke rumah, (Namakamu) justru semakin tidak karuan. Sepi sekali. Hanya ada ia dan bayangannya. Bi Sumi masih cuti. (Namakamu) semakin tidak berdaya diam sendirian di rumah. Alhasil, ia pun memutuskan untuk pergi ke rumah orang tuanya dan menginap sampai Iqbaal pulang.

(Namakamu) mendapati dirinya seperti seorang remaja yang sedang jatuh cinta dengan kekasihnya. Astaga. Sedih sekali rasanya. Belum apa-apa, rindu ini sudah datang. Sekarang (Namakamu) masih bisa menahannya. Entahlah jika malam tiba. Akan terasa sekali tidur seorang diri di kasur, tanpa ada lengan yang melingkupi tubuhnya, deru napas di keningnya yang membuatnya terasa tenang, atau suara detak jantung yang selalu menjadi lulabinya, menjaga tidurnya hingga matahari kembali menyapa.

My Perfect HappinessCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang