Disclaimer: seluruh tokoh milik agensi dan keluarga masing-masing. Tidak ada keuntungan finansial apapun yang saya dapat dalam membuat fanfiksi ini. Dibuat hanya untuk bersenang-senang
Main pair: Mino/Irene
Selamat membaca...
.
—Lost in New York—
Chapter 8: He's My Boyfriend
.
Irene duduk di kursi panjang dalam museum. Ia masih menunduk—masih malu akibat perilakunya barusan yang secara tiba-tiba menangis dan memeluk Mino erat. Rasanya Irene pingin mati saja jika mengingat kejadian tadi. Sungguh, kalau boleh Irene ingin melakukan operasi plastik agar mukanya bisa dibuang.
Mino duduk manis di sebelah Irene. Ia membawakan jus jeruk yang sempat ia beli di pinggir jalan tadi. Kalian tahu? Mino rela berlarian ke sana dan ke mari mencari minuman segar untuk Irene, lho. Bahkan ia sampai melupakan Yunhyeong kecil di museum—untung saja keponakannya mengikuti arah jalan Irene.
Kalau dipikir-pikir, untuk apa Mino berlari-larian mencari minuman untuk Irene? Membuang-buang uang saja.
Irene menyesap minumannya, masih sesegukan—namun tidak separah tadi, "Terima kasih."
"Iya, lain kali jika berencana ingin menangis beritahu aku dulu. Kita bisa cari tempat yang lebih sunyi." ucap Mino.
Irene menatap nyalang pada Mino, "Dasar copet bodoh! Mana bisa menangis direncanakan begitu?! Dan lagi jika aku ingin menangis, aku tidak akan memberitahumu!" tangannya sibuk mencubit pinggang Mino.
Mino mengaduh kesakitan. Cubitan Irene begitu keras, "Hei, sakit—aw!!"
Yunhyeong tertawa saja melihat pamannya menderita. Menurutnya, sekarang wajah sang paman mirip simpanse yang sedang menahan buang air besar. Jahat sekali memang ponakan yang satu ini. Tapi ia merasa terhibur, Yunhyeong tertawa keras.
"Lihat, keponakanmu saja sampai menertawakanmu! Adik manis, nanti kalau sudah besar jangan seperti paman jelekmu ini ya. Kamu harus jadi laki-laki yang baik dan mempesona nantinya." Irene pun menatap manis Yunhyeong, lalu mengusap lembut rambut hitamnya.
Mino cemberut saja melihatnya. Kenapa sikap Irene sangat berbanding terbalik jika bersama ponakannya? Apa karena Yunhyeong masih kecil? Apa perlu Mino kembali jadi anak kecil lagi agar bisa diusap-usap sayang sama Irene?
Lho, kok Mino jadi berharap disayang sama Irene?
"Paman Mino, kenapa wajah paman seperti simpanse yang sedang menahan buang angin?" Yunhyeong akhirnya angkat bicara. Mungkin ia lelah melihat wajah kecut Mino.
Irene tertawa kencang. Ingin ngakak guling-guling, tapi ia masih tahu tempat—ini di museum, bukan di kamarnya. Sedangkan yang dikatakan mirip simpanse semakin memajukan bibirnya, "Mau paman jahit mulutmu, hah?!"
Mino meringis lagi—pinggangnya kembali dicubit Irene, "Kamu ini, kasar sekali dengan anak kecil."
Yunhyeong yang melihatnya hanya menjulurkan lidah—lumayan sekali dibela oleh wanita cantik. Setelah puas menyiksa Mino, Irene kembali menatap Yunhyeong, "Adik manis, namamu siapa?"
KAMU SEDANG MEMBACA
Lost in New York [Minrene; Mino/Irene]
Fanfiction[ Adventure AU ] Liburan musim dingin di negeri Paman Sam yang--seharusnya menyenangkan, malah berbanding terbalik dengan apa yang ada dalam bayangan Bae Joohyun (biasa dipanggil Irene). Ketika sedang mengelilingi kota New York, Irene mendadak terp...
![Lost in New York [Minrene; Mino/Irene]](https://img.wattpad.com/cover/145760238-64-k254847.jpg)