Disclaimer: seluruh tokoh milik agensi dan keluarga masing-masing. Tidak ada keuntungan finansial apa pun yang saya dapat dalam membuat fanfiksi ini. Dibuat hanya untuk bersenang-senang
Main pair: Mino/Irene
Selamat membaca...
.
—Lost in New York—
Chapter 20: Song Mino
.
"Anak kurang ajar!"
Nenek Mino rasanya ingin menggunting kupingnya saat ini. Lelah akibat pertengkaran yang selalu terjadi antara sang anak dan menantu. Sebenarnya, ia tidak ingin mengurusi kehidupan rumah tangga anaknya—tapi, apalah daya hubungan mereka sudah tidak baik lagi. Saat itu, Mino masih berumur kisaran enam tahun. Masih sangat belia untuk mendengar pertengkaran yang tidak pantas didengar oleh anak kecil.
"Nenek, kenapa ayah selalu memarahi mama?" Mino kecil selalu bertanya dengan polos.
Wanita gaul itu tak tega melihat raut wajah sang cucu. Terlihat sekali jika anak itu merasa sedih. "Tidak apa-apa, Mino. Lebih baik sekarang kamu belajar di sekolah dengan baik agar bisa membanggakan ayah dan mama."
Mino kecil hanya menurut. Mengangguk dengan lucu. Pikirannya masih polos. Nenek hanya ingin cucunya merasakan bagaimana kasih sayang orangtua yang tak terhingga sepanjang masa. Bukannya merasa sedih akibat pertengkaran yang selalu terjadi pada orangtuanya. Nenek Mino sendiri tidak tahu apa yang menyebabkan anaknya begitu membenci istrinya sampai-sampai selalu bertengkar—lebih tepatnya; ayah Mino selalu memaki mama Mino yang lemah tak berdaya.
Tentu saja nenek Mino merasa tidak terima sang menantu diperlakukan seperti itu. Tapi, ketika nenek Mino memarahi anaknya, maka ayah Mino akan berlalu-lalang meninggalkan mereka. Ketika ditanya apa masalahnya, mama Mino hanya diam lalu tersenyum getir.
Mino kecil merasa ayahnya begitu jahat pada sang mama. Dia pernah membentak ayahnya untuk pertama kali—lalu setelah itu dia mendapat hukuman; dikunci di dalam gudang selama tiga hari. Semenjak saat itu, Mino sangat membenci sang ayah. Dia akan membantah setiap ucapan sang ayah. Mino menjadi anak yang nakal, berandalan, dan ditakuti.
Kesehariannya hanya membuat onar di sekolah, lalu masuk ke dalam ruang konseling.
Mino selalu bersikap acuh tak acuh. Ketika ditanya kenapa dia selalu membuat onar di sekolah—Mino dengan santai menjawab; jika semua murid menaati peraturan, maka tugas guru konseling itu ngapain di sekolah? Dan—Mino berkata; lagi pula aku hanya membantu guru konseling agar tidak makan gaji buta. Mino juga berpikir bahwa kenakalannya akan dikenang sepanjang masa.
Hah, dikenang your head.
Sejak saat itu, para pengawal Mino sudah langganan dipanggil ke sekolah Mino. Pernah suatu saat nenek Mino yang datang ke sekolah cucunya—dia yang melihat Mino sedang duduk di ruang konseling sambil mengangkat kaki pun langsung menjewer telinganya.
Mino memang anak yang nakal—dia nakal karena kurangnya kasih sayang.
Nenek Mino sebenarnya sedih melihat keadaan sang cucu—orang-orang pasti akan beranggapan dia hanyalah remaja labil kelebihan hormon yang kerjaannya hanya membuat onar. Padahal, Mino begitu karena sedang mencari perhatian, ia butuh kasih sayang. Bahkan ketika masuk kantor polisi, Mino akan membuat rusuh di sana dengan cara pura-pura kesurupan.
KAMU SEDANG MEMBACA
Lost in New York [Minrene; Mino/Irene]
Fanfiction[ Adventure AU ] Liburan musim dingin di negeri Paman Sam yang--seharusnya menyenangkan, malah berbanding terbalik dengan apa yang ada dalam bayangan Bae Joohyun (biasa dipanggil Irene). Ketika sedang mengelilingi kota New York, Irene mendadak terp...
![Lost in New York [Minrene; Mino/Irene]](https://img.wattpad.com/cover/145760238-64-k254847.jpg)