Disclaimer: seluruh tokoh milik agensi dan keluarga masing-masing. Tidak ada keuntungan finansial apapun yang saya dapat dalam membuat fanfiksi ini. Dibuat hanya untuk bersenang-senang
Main pair: Mino/Irene
Selamat membaca...
.
—Lost in New York—
Chapter 13: cris de coeur
.
"Dasar wanita tidak berguna!"
Sudah biasa sebenarnya Mino mendengar hal seperti itu di rumah. Di mansion besar yang—konon katanya mansion idaman semua orang; ya, ya. Menurut mereka. Tapi bagi Mino sendiri, mansion besar ini tak lebih dari sekadar peti mati yang siap dikuburkan di dalam tanah basah. Hanya nampak indah dan elegan dari luar. Namun jika dirasakan dari dalam—hanya ada kebencian dan durjana. Tidak adanya keharmonisan. Mino tidak betah. Ia lebih senang tinggal di kolong jembatan. Tenang, tidak berisik, tidak adanya omelan yang membuat telinga sakit kepala.
Mino sudah biasa bergaul dengan anak-anak jalanan. Menjadi anak berandalan lebih baik katanya ketimbang harus melanjutkan perusahan ternama di Amerika yang hanya membuat batinnya tersiksa. Mino hanya butuh kebebasan dan... Kasih sayang. Ya, lupakan saja yang terakhir, Mino tidak akan mendapatkan hal itu dari ayahnya yang sering ia sebut sebagai bala bencana.
Tapi Mino sendiri tidak akan memungkiri... Ia memang ingin kasih sayang dari kedua orangtuanya.
Pernah ia berniat kabur dari mansion sialan itu. Membawa mamanya pergi lalu hidup bahagia di sebuah desa terpencil yang tidak diketahui oleh sang ayah (oh, Mino sempat berpikir untuk pulang kampung ke Korea).
Namun itu hanyalah angan-angan belaka. Ia masih cukup waras memikirkan keselamatan sang mama. Mamanya butuh perawatan ekstra—dan Mino tidak memiliki biaya yang banyak untuk membayar perawatan sang mama. Mino bertahan hingga sekarang di mansion yang ia anggap seperti neraka karena sang mama. Siapa lagi yang akan membayar semua tanggungan sang mama kalau bukan ayahnya?
"Dasar wanita sialan. Tidak bisa berbuat apa-apa. Kerjaanmu hanya sakit-sakitan. Itu membuang-buang uangku untuk membayar perawatanmu yang sangat mahal!"
Tapi terkadang telinga Mino tidak bisa menerima caci maki sang ayah untuk mamanya. Dan, hei—lagipula lelaki tua itu kan suami sah dari mamanya, jadi semua kebutuhan sang mama seharusnya memang menjadi tanggungan sang ayah! Mino sangat tidak terima dengan ucapan ayahnya (haruskah Mino menyebutnya Si Tua Bangka Bajingan?).
Tapi Mino berjanji, ia akan mencari banyak uang untuk membiayai perawatan mamanya. Mino janji.
Pria dengan kulit cokelat eksotis itu selalu kerja banting tulang, kerja serabutan. Apa pun itu ia lakukan. Ia jadi sering bolos kuliah karena kegiatannya. Bahkan Taehyung—kawan Mino sampai harus membujuk Mino agar masuk kuliah.
Ia bahkan sampai mencopet.
Demi Tuhan, sebenarnya Mino tidak sudi melakukan kegiatan keji macam itu. Ia masih ingat dosa. Tapi keadaan selalu memaksanya agar terjerumus masuk limbah dosa. Bukan—bukan karena ia kehabisan uang (toh kalaupun habis, Mino bisa membobol sendiri brankas sang ayah). Ia melakukan hal itu karena—
Ingin membuat ayahnya malu.
Terkadang, ketika ditahan di kantor polisi karena ketahuan mencopet, Mino dengan sengaja memberitahu jika dirinya adalah anak dari konglomerat di Amerika. Sebenarnya ia tidak sudi berkata begitu. Tapi, ia melakukan hal ini agar membuat reputasi sang ayah hancur.
KAMU SEDANG MEMBACA
Lost in New York [Minrene; Mino/Irene]
Hayran Kurgu[ Adventure AU ] Liburan musim dingin di negeri Paman Sam yang--seharusnya menyenangkan, malah berbanding terbalik dengan apa yang ada dalam bayangan Bae Joohyun (biasa dipanggil Irene). Ketika sedang mengelilingi kota New York, Irene mendadak terp...
![Lost in New York [Minrene; Mino/Irene]](https://img.wattpad.com/cover/145760238-64-k254847.jpg)