Chapter 4

2.7K 307 25
                                        

Happy Reading
.
.
.
.
.
.
.
.



"Jadi siapa pria di caffe tadi?" tanya Seokjin pada Jiyeon. Saat ini keduanya sedang berada di apartemen milik Jiyeon.

"Tidak tau" jawab Jiyeon singkat.

"Sungguh? Lalu kenapa pria itu bilang jika kau adalah calon kekasihnya?" tanya Seokjin lagi.

"Hhhh... Sudah kubilang aku tidak tau Oppa. Dia itu orang gila! Mana bisa orang yang baru saja bertemu dua kali mengatakan hal itu?" balas Jiyeon. Gadis itu merasa kesal ketika mengingat sosok Sehun yang menurutnya sangat menganggu.

"Siapa nama pria itu?" tanya Seokjin.

"Oppa pikir aku tau namanya?" tanya Jiyeon balik.

"Jadi bahkan kau tidak tau namanya?" Jiyeon hanya mengangkat kedua bahunya acuh.

"Lalu bagaimana bisa dia kenal denganmu? Bahkan menganggapmu sebagai calon kekasihnya?"

Jiyeon menghela nafas pelan. "Beberapa waktu yang lalu pria itu menabrakku di sebuah restoran saat aku sedang makan siang bersama Jisoo. Pertemuan kedua kalinya adalah ketika pria itu yang ternyata CEO X'O Group datang ke butikku untuk meminta kerjasama" jelas Jiyeon.

"Jadi pria tadi adalah pemilik X'O Group?" tanya Seokjin dan Jiyeon mengangguk sebagai jawaban.

"Ngomong-ngomong pria itu sangat lucu. Bagaimana bisa dia melakukan hal seperti itu pada gadis yang baru ditemuinya" lanjut Seokjin.

"Bukan lucu, tapi dia itu gila Oppa" balas Jiyeon membuat Seokjin terkekeh pelan.

"Baiklah Ji, sepertinya aku harus pulang ini sudah malam" sahut Seokjin.

"Geurae Oppa. Berhati-hatilah" balas Jiyeon.

Seokjin berdiri dari duduknya disusul Jiyeon yang mengantar Seokjin sampai pintu.

"Jika kau membutuhkan sesuatu hubungi aku" ujar Seokjin.

"Seharusnya aku yang mengatakan begitu. Kau baru saja pulang dari China Oppa" balas Jiyeon.

"Ah kau benar juga" balas Seokjin sambil terkikik.

"Beristirahatlah, aku akan menemuimu besok di kantor. Aku pergi dulu" Seokjin mendekat dan memeluk tubuh Jiyeon sekilas.

"Aku pergi dulu. Tutup pintunya" pamit Seokjin.

"Hati-hati Oppa" balas Jiyeon. Gadis itu masih memperhatikan Seokjin hingga mobil pria itu menghilang dari pandangannya.




***




Jiyeon memasuki kamar luasnya, gadis itu melempar tubuhnya keatas tempat tidur miliknya, menutup matanya pelan.

Tiba-tiba ingatannya kembali membawanya saat bertemu dengan Sehun. Kejadian saat pria itu menabraknya hingga terjatuh sampai menumpahkan segelas kopi di kemeja milik mendiang ibunya. Tentu saja Jiyeon merasa kesal dan berharap kejadian itu merupakan kejadian pertama dan terakhir kalinya ia bertemu dengan Sehun.

Namun entah kenapa Tuhan kembali mempertemukan Jiyeon dengan Sehun, ditambah lagi tingkah laku Sehun yang menurut Jiyeon sangat aneh dan mengganggu.

Apa dia melakukan itu kepada gadis yang baru saja dia temui?. Kira-kira begitulah yang ada dipikiran Jiyeon saat mengingat jika Sehun terus saja bersikap tidak formal padanya. Ditambah lagi Sehun yang mengatakan pada Seokjin jika pria itu adalah calon kekasihnya.

"Apa dia benar-benar gila?" gumam Jiyeon pelan. Tiba-tiba raut wajah Sehun yang tersenyum melintas pada ingatan Jiyeon, membuat gadis itu tertegun pelan.

Trust Me! (COMPLETED)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang