Chapter 13 (18+)

3.8K 280 34
                                        

Happy Reading
.
.
.
.
.
.
.



Jiyeon mengeratkan pejaman matanya ketika merasakan bibir Sehun menyentuh bibirnya, ketika bibir pria itu hendak bergerak melumat bibirnya, Jiyeon dengan segera mendorong tubuh pria itu sehingga menciptakan jarak diantara keduanya.

"Maafkan aku, tapi aku tak bisa" lirih Jiyeon sambil menundukkan kepalanya.

Sehun yang mendengar hal itu pun tersenyum kecut. "Apa kau benar-benar tak bisa memberiku kesempatan?"

"Maafkan aku" lirih Jiyeon. Gadis itu berdiri dari posisinya yang semula terduduk.

"Aku mencintaimu, Ji. Percayalah itu" ucapan yang keluar dari bibir Sehun berhasil menahan langkah Jiyeon.

"Kau tidak tau apapun mengenai Cinta Oh Sehun" ketus Jiyeon.

Sehun ikut berdiri dari duduknya dan berjalan kehadapan Jiyeon. "Sebenarnya siapa disini yang tidak mengetahui apa arti Cinta sebelumnya? Aku atau dirimu?" tanya Sehun.

"Aku tidak tau kenapa kau begitu membenci kata Cinta, tapi ketahuilah apa yang aku katakan adalah sebuah kesungguhan dariku. Aku jatuh Cinta padamu, pada pandangan pertama kita bertemu di caffe itu, aku juga bingung kenapa perasaan itu bisa datang kepadaku seteleh sekian lama, tapi aku sadar, aku tak bisa menolak takdir yang sudah digariskan oleh Tuhan. Yaitu jatuh Cinta padamu" lanjut Sehun dengan sungguh-sungguh.

"Omong kosong dengan omonganmu tuan Oh. Cinta pandangan pertama? Kau pikir aku akan percaya hal itu? Orang yang bahkan sudah puluhan tahun saling memadu Cinta saja bisa berpisah apalagi Cinta pada pandangan pertama? Kurasa, apa yang kau rasakan hanyalah rasa penasaranku padaku" jawab Jiyeon dengan ketus.

"Aku tidak tau alasan apa yang membuatmu sama sekali tidak percaya dengan kata Cinta. Tapi... Tidak bisakah kau memberi kesempatan untukku? Cobalah buka hatimu untukku, coba terima semua apa yang aku lakukan untukmu, selebihnya jika kau memang tidak bisa mencintaiku, aku akan menyerah. Aku akan menyerah terhadapmu, Park Jiyeon" ucap Sehun.

"Aku tidak bisa, sampai kapanpun aku tidak bisa Oh Sehun. Jangan paksa aku dengan kemauanmu itu" ujar Jiyeon dengan dingin.

Gadis itu kembali melangkahkan kakinya namun lagi-lagi suara milik Sehun kembali menghentikan langkahnya.

"Kau pengecut, Park Jiyeon. Apapun yang terjadi padamu di masalalu hingga kau tak percaya dengan Cinta, kau tetap seorang pengecut" kata Sehun penuh dengan penekanan.

"Kau bisa mengatakan hal itu karena kau tak merasakan apa yang aku alami, tuan Oh" jawab Jiyeon tanpa menoleh kearah Sehun.

"Aku tak bisa merasakan karena kau tidak membaginya kepadaku, kau tak menceritakan kepadaku, lalu bagaimana aku bisa tau?" seru Sehun frustasi. "Aku mencintaimu dan aku ingin kau berbagi semua keluh kesahmu padaku, hanya itu Park Jiyeon. Aku hanya membutuhkan kau disampingku". Lanjutnya.

"Tidak ada alasan untuk berbagi apa yang aku rasakan padamu", ketus Jiyeon. "Jika hanya itu yang ingin kau bicarakan, silahkan pergi dari sini. Dan aku menganggap tak ada yang terjadi diantara kau dan aku" lanjutnya lalu berjalan kearah kamarnya. Meninggalkan Sehun yang menatap punggung gadis itu dengan nanar.



***



Jam sudah menunjuk ke angka 10 malam. Sehun memasuki apartemen miliknya dengan gontai, berjalan kearah kamarnya dan segera menghempaskan tubuh gagahnya itu diatas kasur.

"Hhhhh..." helaan nafas terasa begitu berat untuk Sehun. Kedua mata hazelnya itu terpejam, keningnya mengerut ketika momen kebersamaannya dengan Jiyeon kemarin kembali terulang dipikirannya. Sehun merasa, dia sudah satu langkah maju untuk mendapatkan Jiyeon, namun belum sempat hal itu terwujud, gadis itu kembali mendorongnya menjauh. Bahkan tak peduli dengan sakit yang dirasakan oleh Sehun ketika mendengar setiap penolakan yang keluar dari bibir Jiyeon dengan dingin.

Trust Me! (COMPLETED)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang