Happy Reading
.
.
.
.
.
.
.
.
.
@BeautyBloom Resto
Sehun dan Jiyeon memasuki sebuah restoran bergaya eropa, seorang pelayan menyambut kedua orang itu dengan ramah lalu menunjukkan meja yanh memang sudah di pesan Sehun sebelumnya.
Sehun menarik kursi untuk Jiyeon, mendapat perlakuan seperti itu tak membuat Jiyeon merubah ekspresi dinginnya, malah gadis itu melirik Sehun singkat lalu mendudukkan dirinya dengan tenang. Sedangkan Sehun hanya bisa tersenyum maklum dengan sikap Jiyeon, mungkin pria itu sudah terbiasa mendapat sikap dingin dari gadis itu.
"Silahkan tuan dan nona" seorang pelayan memberika dua buah daftar menu ke Jiyeon dan Sehun. Kedua orang itu pun terlihat membaca daftar makanan satu persatu.
"Kau ingin makan apa?" tanya Sehun sambil menatap Jiyeon.
Bukannya menatap kearah Sehun, gadis itu malah menolehkan kepalanya kearah pelayan. "Satu porsi Foie Gras" ujar Jiyeon pada pelayan itu.
Sedangkan Sehun terlihat menghela nafas pelan, lalu menoleh ke pelayan itu juga. "Kalau begitu dua porsi Foie Gras. Emmm untuk minumnya Cabernet Franc wine"
"Baik saya ulangi pesanannya. Dua porsi Foie Gras dan satu botol Cabernet Franc wine. Apa ada tambahan?" tanya pelayan itu.
"Kau ingin menambah sesuatu Jiyeon-ssi?" tanya Sehun dan Jiyeon hanya menggeleng pelan.
"Baiklah. Mohon tunggu pesanannya. Permisi" pelayan itu pun meninggalkan meja itu.
Sehun menatap Jiyeon yang sejak tadi tidak mengeluarkan suaranya. Gadis itu sibuk dengan ponsel pintarnya sehingga membuat Sehun merasa diabaikan.
"Apa isi ponselmu lebih menarik dariku?" pertanyaan yang keluar dari bibir tipis Sehun itu membuat Jiyeon mengalihkan pandangannya pada pria itu.
"Maksudmu?"
"Sejak tadi kau terus melihat kearah ponselmu, kau mengabaikanku" rengek Sehun.
Sungguh Jiyeon sebenarnya ingin tertawa sekeras yang ia bisa saat melihat ekspresi yang ditunjukkan pria yang ada didepannya itu, beruntunglah Jiyeon karena Tuhan memberikannya wajah cantik nan dingin itu serta bisa mengendalikan emosi dengan baik sehingga dia tidak jadi menunjukkan tawanya pada pria itu.
"Kenapa diam saja?" kesal Sehun karena Jiyeon hanya memandangnya dengan datar.
"Lalu aku harus bagaimana?" tanya Jiyeon dengan nada datar andalannya.
"Yaa setidaknya kita mengobrol, membicarakan sesuatu agar kita menjadi lebih dekat lagi. Aku mengajakmu makan malam agar aku lebih dekat denganmu lagi. Toh aku rasa dengan kau menyetujui ajakanku ini, kurasa kau juga ingin mengenalku lebih dalam lagi" balas Sehun.
Jiyeon mendengus tawa. "Kau pikir aku menerima ajakan makan malammu ini karena ingin mengenalmu lebih dalam?" tanya Jiyeon. "Aku rasa kau sudah salah paham, Sehun-ssi. Aku menerima makan malam ini sebagai tanda terimakasihku padamu, tidak lebih dari itu" lanjut Jiyeon.
Sehun hanya terdiam mendengar jawaban dingin dari gadis itu.
"Apa kau selalu bersikap dingin seperti ini pada orang yang ingin mengenalmu lebih dekat?" tanya Sehun kemudian.
"Aku memang seperti ini. Ada masalah dengan hal ini, Oh Sehun-ssi?" balas Jiyeon tak kalah dingin.
Sehun tidak menjawab, lebih memilih diam sambil menatap lurus kearah gadis itu. Meja itu di selimuti oleh keheningan. Baik Sehun maupun Jiyeon hanya saling melempar pandang tanpa mengeluarkan suara sama sekali.
KAMU SEDANG MEMBACA
Trust Me! (COMPLETED)
FanfictionTentang Jiyeon yang tidak percaya dengan apa yang mereka sebut dengan "Cinta". Menurut Jiyeon, "Cinta" adalah sepenggal kata yang membuat orang lain tampak bodoh juga lemah. Jika "Cinta" menurut sebagian orang adalah kebahagian. Maka, menurut Jiyeon...
